DONCASTER – Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, melontarkan kritik tajam terhadap skema pendanaan untuk pembukaan kembali Bandara Doncaster Sheffield (DSA). Farage memperingatkan bahwa kesepakatan yang ada saat ini berisiko menjadi “beban finansial” yang berat bagi para pembayar pajak di daerah tersebut.
Meskipun mendukung pengaktifan kembali bandara, anggota dewan dari Reform UK di Doncaster telah memanggil rapat luar biasa untuk membatalkan persetujuan pinjaman sebesar £57 juta yang sebelumnya disetujui pada November 2025. Farage menggambarkan kesepakatan pinjaman tersebut sebagai sebuah “bencana” jika dewan tidak mendapatkan hak milik penuh atas lahan bandara.
“Kami tidak ingin bandara ini menjadi beban besar yang terus-menerus bagi para pembayar pajak setiap tahun, yang pada akhirnya bisa menyebabkan penutupan kembali. Kami berjuang untuk kesepakatan yang lebih baik,” tegas Farage.
Di sisi lain, Walikota Doncaster dari Partai Buruh, Ros Jones, menuduh pihak Reform menghalangi potensi ekonomi dan peluang besar bagi wilayah South Yorkshire.
Kontroversi Hak Milik Lahan dan Risiko Pinjaman Puluhan Juta Poundsterling
Nigel Farage menekankan bahwa syarat utama dukungan partainya adalah dewan kota harus memiliki hak milik penuh (freehold) atas bandara tersebut. Dengan kepemilikan penuh, dewan dinilai akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat untuk bernegosiasi dengan penyedia layanan pihak ketiga.
Namun, Ros Jones menyatakan bahwa pemilik lahan sebelumnya telah menolak tawaran pembelian hak milik pada tahun 2022. Ia memperingatkan bahwa mengubah arah kebijakan pinjaman saat ini justru akan mematikan proyek bandara tersebut. Jones juga menyoroti risiko hukum dan waktu yang lama sekitar lima hingga tujuh tahun jika dewan dipaksa melakukan perintah pembelian paksa (CPO).
Target Operasional Bandara Doncaster Sheffield dan Dampak Ekonomi
Dewan Kota Doncaster saat ini tengah mengupayakan pembukaan kembali DSA dengan total dana publik mencapai £160 juta. Berdasarkan target awal, layanan kargo direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027, yang kemudian akan diikuti oleh penerbangan penumpang pada tahun 2028.
Kabar positif sempat muncul saat pesawat jet besar pertama mendarat di landasan pacu DSA pada hari Selasa kemarin, menandai aktivitas perdana sejak bandara ditutup pada tahun 2022. Meskipun demikian, ketidakpastian politik terkait pendanaan dan rapat luar biasa pada 11 Mei mendatang akan menjadi penentu apakah proyek ambisius ini dapat berlanjut tanpa membebani warga secara finansial.
Sumber Terkait:













