MEKSIKO, — Rencana pemerintah Meksiko untuk memperluas kewenangan pengawasan digital memicu protes dari Asosiasi Pengusaha Internet Meksiko (Asociación de Internet MX). Aturan baru tersebut memberi otoritas pajak (State Tax Administration) akses langsung terhadap aktivitas online pengguna di berbagai platform digital.
baca Juga: bangladesh modernisasi sistem restitusi ppn proses kini lebih cepat transparan.
Kewenangan ini meliputi platform streaming, e-commerce, aplikasi kencan, hingga layanan gig economy seperti transportasi online dan pengiriman makanan. Menurut asosiasi, kebijakan ini dinilai terlalu luas dan dapat mengancam privasi pengguna.
“Pasal 30-B pada dasarnya memberikan akses langsung dan permanen kepada otoritas pajak untuk melihat basis data seluruh platform digital di Meksiko,”
Asosiasi menyatakan memahami tujuan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan menekan penggelapan pajak. Namun, mereka menilai pemberian akses tanpa batas dapat menyerupai sistem mass surveillance yang berisiko terhadap privasi jutaan pengguna.
“Kebijakan ini berpotensi menciptakan pengawasan massal dan membuka peluang pelanggaran privasi tanpa perintah pengadilan.”
Baca Juga: uzbekistan bangun zona bebas pajak untuk menarik investasi ai global.
Regulasi Pajak Baru: Kenaikan Sin Tax hingga Pajak Video Game
Senat Meksiko sebelumnya menyetujui undang-undang yang mencakup pajak dosa (sin taxes) sekaligus penguatan pengawasan digital. Kebijakan tersebut meliputi:
- Kenaikan cukai rokok sebesar 200%
- Pajak lotere/perjudian naik hingga 50%
- Kenaikan cukai minuman manis dari MXN1,64/liter menjadi MXN3,08/liter mulai 1 Januari 2026
- Pengenaan pajak 8% untuk video game yang mengandung kekerasan atau konten dewasa
UU tersebut juga memuat ketentuan bahwa otoritas pajak berwenang mengakses data pengguna di platform streaming dan e-commerce untuk memverifikasi kepatuhan pajak. Pemerintah menegaskan bahwa akses tersebut tetap dibatasi.
