JAKARTA TIMUR – Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar peringatan HLUN Jakarta Timur di Aula Bambu Apus, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis, 3 September 2026. Kegiatan Hari Lanjut Usia Nasional tersebut diikuti oleh 200 lansia yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur.
Suasana peringatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara dibuka dengan penampilan musik angklung dari kelompok lansia asal Kramat Jati yang membuat para peserta tampak ceria mengikuti alunan musik.
Peringatan tersebut tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para lansia, tetapi juga diisi dengan kegiatan edukatif dan layanan kesehatan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan talkshow mengenai gaya hidup sehat untuk membantu lansia tetap produktif sekaligus mencegah kepikunan.
Diskusi menghadirkan Direktur Centre for Family and Ageing Studies Universitas Respati Indonesia, Susiana Nugraha, serta Pendiri Ramayulis Konsultan Indonesia, Rita Ramayulis.
Dorong Lansia Tetap Sehat dan Mandiri
Selain talkshow, panitia menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan gula darah bagi para peserta. Apresiasi juga diberikan kepada sejumlah lansia berprestasi yang berasal dari berbagai kecamatan di Jakarta Timur.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudy, mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”. Menurutnya, kemandirian lansia tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan, tetapi juga mencakup produktivitas, kebugaran, kebahagiaan, dan keaktifan dalam lingkungan sosial.
“Dengan tema ini kita ingin lansia yang mandiri. Mandiri itu bagaimana? Ya sehat terutama, produktif, bugar, kemudian bahagia tentunya, dan bisa aktif di kegiatan di lingkungan sosialnya,” kata Arief di lokasi acara.
Arief menjelaskan, lansia juga dapat menjadi agen perubahan di kelompok maupun lingkungan masing-masing. Dengan pengalaman yang dimiliki, mereka dapat memberikan edukasi dan mengajak lansia lainnya untuk tetap aktif, menjaga kesehatan, serta mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan tempat tinggal.
Peran tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memberikan apresiasi kepada lansia yang dinilai mampu membawa pengaruh positif dalam kelompoknya.
“Kami memang memberikan apresiasi kepada lansia di kelompok-kelompok mereka yang bisa menjadi agent of change. Seperti memberikan edukasi, bagaimana mengajak lansia yang lain di wilayahnya untuk tetap aktif, sehat, mengikuti kegiatan-kegiatan di sekitar seperti Posyandu Lansia dan sebagainya,” ujar Arief.
Lansia Dinilai Masih Mampu Berkontribusi
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, mengatakan bertambahnya usia tidak berarti lansia harus dipandang sebelah mata dalam kehidupan bermasyarakat. Lansia yang mampu merawat diri dan menjaga kondisi kesehatannya dinilai masih dapat memberikan kontribusi, termasuk membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Lansia itu kan hanya usia, tapi sejujurnya kalau mereka bisa merawat diri mereka dengan baik, bisa menjaga kesehatan, mereka masih bisa membantu kami untuk memecahkan segala permasalahan, terutama masalah sosial yang ada di masyarakat,” kata Kusmanto di lokasi acara.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa lansia tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial. Kesehatan dan kemandirian menjadi modal agar mereka dapat terus aktif, berinteraksi, dan berbagi pengalaman dengan masyarakat di sekitarnya.
Sekitar 300 Ribu Lansia Tinggal di Jakarta Timur
Arief mengungkapkan, jumlah lansia di Jakarta Timur diperkirakan mencapai sekitar 10 persen dari jumlah penduduk. Dengan populasi Jakarta Timur yang disebutnya berjumlah sekitar tiga juta jiwa, terdapat sekitar 300 ribu penduduk lanjut usia di wilayah tersebut.
Besarnya jumlah penduduk lansia membuat upaya menjaga kesehatan dan kemandirian mereka menjadi perhatian penting. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menjalankan program pendampingan melalui Pasukan Putih serta mendorong para lansia mengikuti Cek Kesehatan Gratis atau CKG dan Posyandu Lansia.
Pelayanan kesehatan tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini. Pemeriksaan rutin juga diperlukan untuk mengidentifikasi risiko penyakit yang banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia, antara lain diabetes melitus dan hipertensi.
“Upaya promotif preventifnya untuk para lansia agar mereka tetap sehat, bugar, dan sebagainya, tentunya harus mengikuti seperti kegiatan CKG, ke Posyandu, kemudian Posyandu Lansia dan sebagainya agar mereka ini skrining lebih dini kalau ada penyakit-penyakit seperti DM, kemudian hipertensi dan sebagainya,” kata Arief.
Melalui peringatan HLUN Jakarta Timur, pemerintah kota mendorong para lansia untuk terus menjaga kesehatan, mengikuti pemeriksaan secara berkala, dan terlibat aktif dalam kegiatan sosial. Dukungan pelayanan kesehatan dan ruang partisipasi di lingkungan masyarakat diharapkan membantu lansia menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia.
