YORK – Pelaku usaha perhotelan di wilayah North Yorkshire menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap rencana penerapan tourist tax atau pajak wisata bagi pengunjung yang menginap di wilayah tersebut.
Wali Kota York dan North Yorkshire, David Skaith, telah lama mendorong penerapan pungutan bagi wisatawan yang menginap setiap malam. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang dapat menjadi “perubahan besar” karena berpotensi menghasilkan pendapatan hingga jutaan pound bagi daerah.
Pemerintah pusat saat ini tengah melakukan konsultasi nasional mengenai kewenangan baru bagi wali kota untuk menerapkan pungutan wisatawan, yang dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat.
“Usulan ini sudah beberapa tahun dibahas di York, tetapi kami belum pernah diyakinkan bahwa ini akan menjadi hal yang baik bagi siapa pun.”
— Rebecca Layton, Pemilik Galtres Lodge
North Yorkshire Council mengungkapkan bahwa sekitar 71% dari lebih dari 200 pelaku usaha yang disurvei menolak rencana tersebut karena khawatir kebijakan itu akan menurunkan jumlah wisatawan.
Kekhawatiran Pelaku Usaha
Rebecca Layton, pemilik Galtres Lodge, sebuah hotel kecil independen di pusat kota York, mengatakan dirinya sangat menentang rencana tersebut.
Ia khawatir pajak wisata tidak akan dibatasi hanya sekitar £1 per malam dan hanya akan dikenakan kepada wisatawan yang menginap, yang menurutnya hanya sekitar 20% dari total pengunjung.
“Jadi sebenarnya kita bukan mengenakan pajak kepada wisatawan, tetapi kepada hotel,” ujarnya.
Layton menambahkan bahwa tamu hotel sebagian besar menggunakan fasilitas milik hotel sendiri, seperti parkir, tempat sampah, dan toilet, sehingga tidak banyak membebani fasilitas kota.
Ia juga menyoroti bahwa industri perhotelan di Inggris sudah dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 20%, yang jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa negara Eropa.
Menurutnya, penambahan pajak wisata dapat membuat York dan North Yorkshire menjadi destinasi yang kurang menarik bagi wisatawan.
Sebagian Pelaku Usaha Mendukung
Namun tidak semua pelaku usaha menolak rencana tersebut. Simon Cotton, yang mengelola sejumlah hotel, restoran, dan pub di York dan North Yorkshire, termasuk Fat Badger di Harrogate, mengatakan ia pada prinsipnya mendukung penerapan pajak wisata.
Menurutnya, pajak wisata sudah lama diterapkan di banyak kota besar di dunia dan dapat menjadi sumber pendanaan bagi pengembangan sektor pariwisata.
“Ini cara yang baik untuk mengumpulkan dana yang kemudian dapat digunakan kembali untuk meningkatkan sektor pariwisata lokal,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku masih memiliki keraguan mengenai bagaimana dana dari pungutan tersebut nantinya akan digunakan.
Pandangan Pemerintah Daerah
Ketua York Tourism Advisory Board, Brendan Paddison, mengatakan sekitar 41 juta orang mengunjungi York dan North Yorkshire pada tahun 2024. Dengan jumlah tersebut, pungutan wisata berpotensi menghasilkan pendapatan yang cukup besar.
Namun ia mengingatkan bahwa tambahan biaya tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi sebagian keluarga yang merencanakan liburan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota York dan North Yorkshire Peter Kilbane menilai pajak wisata dapat membantu membiayai pemeliharaan berbagai situs warisan budaya yang selama ini didanai melalui pajak dewan warga.
Ia menjelaskan bahwa pendapatan dari pajak wisata juga berpotensi digunakan untuk mendukung transportasi berkelanjutan yang memudahkan mobilitas wisatawan di dalam kota.
Namun anggota dewan North Yorkshire, Mark Crane, mengingatkan bahwa sebagian besar wisatawan di wilayah tersebut merupakan wisatawan domestik.
Menurutnya, penerapan pajak wisata berpotensi meningkatkan biaya liburan domestik dan dapat berdampak pada sektor pariwisata di wilayah pedesaan.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan harus dipertimbangkan agar kebijakan yang diambil tidak merugikan ekonomi lokal.
