website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Wednesday, 16 September 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Meski Konsumsi Melambat, Pemerintah Tetap Yakin Lonjakan di Akhir Tahun

Johannes Albert by Johannes Albert
November 6, 2025
in Nasional
0 0
0
Bank Mandiri Serap Dana Rp55 Triliun, Pemerintah Siapkan Tambahan
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal III 2025 tercatat hanya 4,89%, sedikit melambat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,91%. Meski terjadi perlambatan, pemerintah tetap optimistis momentum konsumsi akan menguat kembali pada akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai tanda-tanda pemulihan sudah mulai terlihat dari meningkatnya inflasi dan aktivitas belanja masyarakat menjelang akhir tahun. “Memang kuartal III/2025 ada pelemahan [konsumsi], tapi di kuartal IV/2025 kan naik. Kita lihat inflasi akan naik di akhir kuartal tiga dan kalau dilihat ada spike di penjualan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

“Stimulus sudah digelontorkan dan mulai terlihat dampaknya — kuartal IV akan jadi momen rebound.”

Airlangga menjelaskan, terdapat sejumlah faktor pendorong utama yang diyakini mampu mengerek konsumsi pada kuartal terakhir 2025. Di antaranya adalah meningkatnya keyakinan konsumen, dorongan belanja masyarakat yang mulai pulih, serta tumbuhnya industri manufaktur yang tercermin dari Purchasing Managers Index (PMI) yang tetap berada di zona ekspansi.

Selain faktor tersebut, permintaan terhadap emas dan perhiasan juga diperkirakan meningkat karena masyarakat menjadikannya sebagai alternatif investasi aman di tengah fluktuasi ekonomi. “Masyarakat kita cenderung memindahkan sebagian dananya ke komoditas berharga seperti emas yang dianggap lebih stabil,” jelas Airlangga.

Pemerintah juga telah menyalurkan berbagai stimulus fiskal untuk memacu konsumsi domestik. Menurut Airlangga, efek dari stimulus tersebut akan mulai terasa pada kuartal IV/2025 ketika belanja pemerintah meningkat dan daya beli masyarakat kembali naik. “Dampak stimulus nanti dilihat di kuartal IV/2025, karena semua kan baru digelontorkannya menuju November–Desember, sehingga full year [pertumbuhan ekonomi] 5,2% bisa dicapai,” tegasnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III/2025 tumbuh 5,04% (yoy), sedikit meningkat dari 4,95% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Airlangga, capaian ini menunjukkan fondasi ekonomi nasional masih kuat dan mampu bertahan di tengah ketidakpastian global.

Optimisme pemerintah juga ditopang oleh kebijakan fiskal yang lebih adaptif dan dukungan investasi sektor riil. Kombinasi antara stimulus, keyakinan konsumen, pemulihan manufaktur, dan meningkatnya minat investasi masyarakat menjadi pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di penghujung tahun.

Baca Juga:

  • Pemkab Karawang Pastikan PBB Tidak Akan Naik

Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus memantau tingkat kepatuhan wajib pajak dan memperkuat sinergi pusat-daerah guna menjaga penerimaan. Upaya tersebut dilakukan agar pertumbuhan konsumsi sejalan dengan stabilitas fiskal negara.

  • Marketplace Tetap Siaga Hadapi Penundaan PPh 22
  • Kemenkeu
  • DJP – Pajak Prorakyat: Konsumsi Rumah Tangga Komponen Utama Ekonomi
Johannes Albert

Johannes Albert

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

April 30, 2026
Bapenda Tagih Pajak Reklame Kotawaringin Barat

Bapenda Tagih Pajak Reklame Kotawaringin Barat

11
DPR Setujui Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Sebesar 6%

DPR Setujui Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Sebesar 6%

7
DJP Catat Penerimaan Pajak 2026 Tumbuh 27% hingga Agustus

DJP Catat Penerimaan Pajak 2026 Tumbuh 27% hingga Agustus

6
Indonesia Dorong P3B Irlandia untuk Efisiensi Dagang

Indonesia Dorong P3B Irlandia untuk Efisiensi Dagang

5
OECD Perbarui GIR Pajak Minimum Global dan Pedoman Baru

OECD Perbarui GIR Pajak Minimum Global dan Pedoman Baru

September 16, 2026
Paket Pajak Perumahan Australia AU$297 Juta Rilis, Fokus Insentif Pembeli Rumah Pertama

Insentif Pajak Riset Australia Disederhanakan

September 16, 2026
AI Summary Putusan Pajak Bantu Percepat Riset Sengketa

AI Summary Putusan Pajak Bantu Percepat Riset Sengketa

September 16, 2026
Pajak E-Commerce Kazakhstan Perketat Pelaporan Platform

Pajak E-Commerce Kazakhstan Perketat Pelaporan Platform

September 16, 2026

Recent News

OECD Perbarui GIR Pajak Minimum Global dan Pedoman Baru

OECD Perbarui GIR Pajak Minimum Global dan Pedoman Baru

September 16, 2026
Paket Pajak Perumahan Australia AU$297 Juta Rilis, Fokus Insentif Pembeli Rumah Pertama

Insentif Pajak Riset Australia Disederhanakan

September 16, 2026
AI Summary Putusan Pajak Bantu Percepat Riset Sengketa

AI Summary Putusan Pajak Bantu Percepat Riset Sengketa

September 16, 2026
Pajak E-Commerce Kazakhstan Perketat Pelaporan Platform

Pajak E-Commerce Kazakhstan Perketat Pelaporan Platform

September 16, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version