Malaysia Dorong Insentif Pajak Industri Semikonduktor

KUALA LUMPUR – Asosiasi Industri Semikonduktor Malaysia (Malaysia Semiconductor Industry Association/MSIA) mendesak pemerintah untuk memberikan insentif pajak pada 2026. Usulan ini dinilai penting demi menjaga kelangsungan industri sekaligus memperkuat daya saing produk semikonduktor di pasar global.

Direktur Eksekutif MSIA Andrew Chan menegaskan bahwa pelaku industri membutuhkan kebijakan fiskal yang konkret, mulai dari pembebasan pajak barang dan jasa (GST), insentif berupa kredit pajak, hingga keringanan tarif listrik agar biaya operasional perusahaan lebih efisien.

Baca Juga: Taiwan Bebaskan Pajak untuk Penghasilan Rp28 Juta per Bulan, Ini Rinciannya

“Langkah-langkah ini akan mempercepat peningkatan Malaysia dalam rantai nilai semikonduktor, mendukung inovasi, ketahanan, dan pertumbuhan berkelanjutan.”
– Andrew Chan, MSIA

MSIA juga merekomendasikan agar pemerintah memperluas insentif pada sektor pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Insentif pajak tersebut dinilai penting untuk mempertahankan jumlah insinyur di Malaysia serta memperkuat talenta lokal.

Selain semikonduktor, Andrew menekankan pentingnya dukungan pajak bagi investasi strategis, misalnya di sektor efisiensi energi dan otomatisasi. Kebijakan diversifikasi pasar ekspor juga menjadi sorotan untuk mengantisipasi gejolak global.

Baca Juga: Mulai 2030, Swiss Siap Pungut Pajak Mobil Listrik untuk Gantikan Pajak BBM

MSIA berharap pemerintah melalui APBN 2026 dapat memberikan stimulus pajak yang lebih terarah, menyederhanakan regulasi, serta mendorong investasi strategis di bidang teknologi. Hal ini disebut akan mengirimkan sinyal kuat bahwa Malaysia berkomitmen jangka panjang terhadap industri semikonduktor.

Sumber terkait:

Free Malaysia Today

Exit mobile version