KPP Tanamkan Sadar Pajak Sejak Dini di Sekolah Rakyat

JAKARTA – Budaya sadar pajak sejak dini menjadi pesan utama dalam kegiatan Pajak Bertutur 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 DKI Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Cilandak dengan KPP Madya Jakarta Selatan II.

Kepala KPP Pratama Jakarta Cilandak Aly Rahmat Shaleh mengatakan, Pajak Bertutur bertujuan memberikan edukasi perpajakan kepada peserta didik tingkat SMA. Para pelajar diajak memahami pentingnya pajak dalam mewujudkan tujuan negara, termasuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Keberadaan Sekolah Rakyat menjadi contoh yang dekat dengan keseharian peserta didik. Aly menjelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan membutuhkan pendanaan, dan pajak berperan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

“Salah satu bentuk mencerdaskan kehidupan bangsa itu contohnya kita yang berada di sini, ada sekolah rakyat. Untuk mencapai cita-cita itu kita butuh dana, dan dana itu berasal dari pajak,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Menanamkan Sadar Pajak Sejak Dini kepada Calon Wajib Pajak

Menurut Aly, penerimaan pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan berbagai program pemerintah. Perannya mencakup penyediaan pendidikan hingga pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Pemahaman mengenai manfaat tersebut ingin ditanamkan kepada pelajar sejak masih berada di bangku sekolah. Dengan bekal wawasan perpajakan, sekolah diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan yang berpendidikan, tetapi juga generasi yang sadar dan patuh terhadap kewajiban perpajakannya.

“Jadi tujuan Pajak Bertutur adalah bagaimana kita mengedukasi adik-adik sebagai calon wajib pajak, yang setelah lulus akan menjadi pembayar pajak, menjadi pemimpin di masa depan, menciptakan generasi Indonesia Emas 2045. Jadi, pajak itu sangat penting,” tuturnya.

Sekolah Rakyat Menjadi Ruang Edukasi Perpajakan

Pelaksanaan Pajak Bertutur di lingkungan Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk memperluas edukasi kesadaran pajak kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta didik juga diperkenalkan pada peran pajak dalam mendukung penyediaan layanan publik yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Sekolah Rakyat merupakan satuan pendidikan berbasis asrama yang memberikan akses pendidikan bagi peserta didik dari keluarga miskin, miskin ekstrem, dan/atau rentan. Pembelajarannya tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter serta pengembangan potensi peserta didik.

Selain menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini, kegiatan Pajak Bertutur dimaksudkan untuk mendukung program inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan. Pengenalan peran pajak menjadi bagian dari upaya membekali pelajar dengan pemahaman tentang hubungan penerimaan negara dan pembangunan.

Pajak Menopang Keberlangsungan Pembangunan

Untuk memudahkan pelajar memahami pentingnya pajak, Aly mengibaratkan perannya seperti darah dalam tubuh. Melalui perumpamaan tersebut, ia menekankan bahwa pembangunan dan berbagai kegiatan pemerintah membutuhkan dukungan penerimaan pajak agar berjalan dengan baik.

“Pajak sangat penting dan kita ibaratkan seperti darah dalam tubuh. Kalau tidak ada, kita bisa lemas. Begitu juga pembangunan dan lainnya tidak bisa dikerjakan atau tidak bisa berjalan dengan baik,” kata Aly.

Exit mobile version