website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Tuesday, 28 July 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Kerja Sama Ekonomi RI-China Bidik 5 Sektor Utama

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
July 28, 2026
in Nasional
0 0
0
Kerja Sama Ekonomi RI-China Bidik 5 Sektor Utama
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan China sepakat memperkuat kemitraan strategis guna mendorong kerja sama ekonomi RI-China yang lebih seimbang dan berkelanjutan. Fokus perkuatan ini mencakup bidang perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, hingga kerja sama ekonomi regional, Sabtu (18/7/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa arah hubungan dagang kedua negara kini tidak lagi sekadar berorientasi pada peningkatan volume transaksi semata. Kerja sama mendatang akan lebih difokuskan pada masuknya investasi yang berkualitas serta transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kawasan Industri TCTP dan Peran Strategis Danantara

Airlangga mencatat sedikitnya ada lima kerangka kerja sama utama yang akan direalisasikan kedua negara. Kerangka pertama yakni skema Two Countries Twin Parks (TCTP) yang ditujukan untuk memacu investasi, perdagangan, serta pengembangan kawasan ekonomi dan industri secara terintegrasi.

Hingga saat ini, sebanyak 30 nota kesepahaman (MoU) proyek TCTP telah resmi ditandatangani dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp37,1 triliun. Pemerintah mendesak agar seluruh kesepakatan tersebut segera dieksekusi menjadi investasi riil di lapangan.

“Berbagai nota kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujar Airlangga.

Baca Juga: OJK Perbarui Aturan Perdagangan Karbon Lewat POJK 10/2026

Kerangka kedua melibatkan rencana penyelarasan perdagangan dan penguatan investasi. Dalam langkah ini, Danantara akan diposisikan sebagai mitra strategis bagi investor China guna menarik modal berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, serta menggarap proyek-proyek prioritas bersama.

Investasi Energi Surya, RCEP 3.0, dan Persiapan APEC 2026

Kerangka ketiga berfokus pada kerja sama investasi energi terbarukan, di mana Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan China untuk menanamkan modal di sektor energi surya. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pengembangan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW).

Baca Juga: DPR Minta Kemenhub Lobi Kemenkeu Soal PPN Tiket Pesawat

Adapun kerangka keempat adalah penguatan kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) melalui inisiatif RCEP 3.0. Pembaruan ini dirancang agar RCEP lebih responsif terhadap dinamika perdagangan global, transformasi digital, pergeseran rantai pasok, dan integrasi ekonomi kawasan.

Sementara itu, kerangka kelima berkaitan dengan persiapan kerja sama menjelang helatan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2026. Indonesia berharap kedua pihak dapat menyiapkan deretan proyek konkret yang siap diumumkan saat pertemuan para pemimpin negara.

“Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” pungkas Airlangga.

Sumber Terkait:

  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI
Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

April 30, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Piutang Perpajakan Neto Turun Jadi Rp68,13 Triliun

Pemerintah Kucurkan Insentif Bea Masuk Rp50,4 Triliun

July 28, 2026
Kerja Sama Ekonomi RI-China Bidik 5 Sektor Utama

Kerja Sama Ekonomi RI-China Bidik 5 Sektor Utama

July 28, 2026
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$444,4 Miliar

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$444,4 Miliar

July 28, 2026
Sekolah Wajib Identifikasi Aspek Pajak Compliance Sebelum Pakai Dana BOS

Sekolah Wajib Identifikasi Aspek Tax Compliance Sebelum Pakai Dana BOS!

July 28, 2026

Recent News

Piutang Perpajakan Neto Turun Jadi Rp68,13 Triliun

Pemerintah Kucurkan Insentif Bea Masuk Rp50,4 Triliun

July 28, 2026
Kerja Sama Ekonomi RI-China Bidik 5 Sektor Utama

Kerja Sama Ekonomi RI-China Bidik 5 Sektor Utama

July 28, 2026
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$444,4 Miliar

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$444,4 Miliar

July 28, 2026
Sekolah Wajib Identifikasi Aspek Pajak Compliance Sebelum Pakai Dana BOS

Sekolah Wajib Identifikasi Aspek Tax Compliance Sebelum Pakai Dana BOS!

July 28, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version