SARAJEVO – Desakan untuk mereformasi kebijakan fiskal di sektor perjudian semakin menguat di Bosnia-Herzegovina. Sejumlah anggota parlemen menilai kebijakan yang berlaku saat ini sangat ironis, di mana aktivitas perjudian justru menikmati fasilitas pengecualian Pajak Pertambahan Nilai (PPN), sementara barang kebutuhan pokok masyarakat tetap dipajaki.
Dua anggota parlemen, Mia Karamehic Abazovic dan Amir Puric, secara resmi menyuarakan urgensi penghapusan fasilitas bebas pajak tersebut tahun ini. Mereka menilai, insentif fiskal yang tidak sengaja tercipta dari pengecualian ini justru menyuburkan industri perjudian yang berdampak sosial negatif.
“Saat ini, permainan judi adalah satu-satunya aktivitas legal yang menimbulkan kecanduan tetapi tidak dikenakan pajak di tingkat negara.”
— Mia Karamehic Abazovic, Anggota Parlemen Bosnia-Herzegovina
Ketidakadilan Sistem Pajak
Abazovic dan Puric mengusulkan konsep perpajakan yang “adil dan bertanggung jawab”. Mereka menyoroti ketimpangan perlakuan antara judi dengan produk “dosa” lainnya. Rokok dan minuman beralkohol, misalnya, dikenakan beban ganda berupa PPN dan cukai karena dianggap berbahaya. Namun, judi justru melenggang bebas dari PPN.
Lebih jauh, mereka mengkritik keras fakta bahwa tidak ada landasan moneter, hukum, ataupun sosial yang dapat membenarkan mengapa sektor perjudian diperlakukan lebih istimewa dibandingkan sektor esensial. Saat ini, masyarakat harus membayar pajak untuk membeli makanan, obat-obatan, dan buku, namun industri taruhan justru dikecualikan.
Rencana Alokasi: Jika PPN diterapkan, dana segar yang terkumpul diusulkan dialihkan untuk membiayai pengobatan pasien kanker dan penyakit langka.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Warning Pegawai Pajak: Awas Jebakan Fraud Triangle, Pimpinan Wajib Kenali Staf!
Dana untuk Sektor Kesehatan
Dalam proposalnya, kedua politisi tersebut merancang skema *earmarking* atau pengalokasian khusus. Penerimaan negara yang bersumber dari PPN perjudian tidak akan masuk ke kas umum begitu saja, melainkan didedikasikan untuk memperkuat anggaran kesehatan.
Target utamanya adalah pengadaan peralatan medis vital serta dukungan finansial bagi pasien dengan penyakit serius yang selama ini minim perhatian. Meskipun usulan ini sempat menuai kritik dan dicap sebagai langkah populis yang belum tentu efektif meredam kecanduan judi, Abazovic bersikukuh untuk memperjuangkannya.
“Masyarakat jelas menyadari besarnya masalah yang ditimbulkan oleh perjudian dan menuntut pajak yang memadai atas aktivitas ini,” tegasnya menutup pernyataan.
