ROMA – Istilah “La Dolce Vita” kini memiliki makna baru bagi para miliarder dunia. Bukan sekadar tentang gaya hidup mewah dan seni yang menawan, Italia kini bertransformasi menjadi magnet fiskal yang menggiurkan. Di tengah ketidakpastian politik di Prancis dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Italia muncul sebagai lokasi yang semakin menarik bagi individu dengan kekayaan bersih tinggi (High Net Worth Individuals).
Italia menawarkan paket kebijakan yang sulit ditolak: skema pajak tahunan tetap (flat tax) atas seluruh penghasilan luar negeri, terlepas dari berapa pun jumlah pendapatan yang diterima. Langkah ini sempat menuai kritik pedas dari Pemerintah Prancis, namun realitanya, semakin banyak warga kaya yang melirik Roma sebagai domisili pajak baru mereka.
Keuntungan Pajak Properti dan Warisan di Italia
Salah satu alasan utama Italia begitu menggoda adalah absennya berbagai pungutan yang memberatkan pemilik aset di negara Eropa lainnya. Sebagai perbandingan, di Prancis, pemilik properti mewah dikenakan pajak kekayaan properti yang sangat progresif. Sebaliknya, Italia menawarkan pembebasan pajak untuk “prima casa” atau rumah pertama yang dibeli.
Selain itu, skema pajak warisan di Italia jauh lebih ramah. Untuk properti senilai hingga €1 juta, tidak dikenakan pajak warisan sama sekali, dan hanya dikenakan tarif 4% di atas ambang batas tersebut. Angka ini kontras dengan Prancis yang menerapkan tarif progresif hingga 45%. Hal ini memberikan kepastian bagi orang kaya yang ingin mengamankan aset lintas generasi tanpa terpotong beban pajak yang masif.
“Bagi orang yang membayar pajak tinggi di negara asalnya, Italia sangat menarik karena sistem ‘pajak datar’ yang memberikan kepastian dan kejelasan di jantung Eropa.”
— Peter Ferrigno, Direktur Layanan Pajak Henley & Partners
Efek Perang Timur Tengah dan Pergeseran Domisili Pajak
Ketidakstabilan di Timur Tengah juga turut mengubah peta migrasi kekayaan global. Dubai, yang selama ini menjadi tujuan utama karena sistem pajak nol persen, mulai kehilangan daya tariknya akibat risiko keamanan. Para pakar migrasi kekayaan memperkirakan angka migrasi ke Uni Emirat Arab (UAE) akan anjlok pada tahun 2026, dan Italia diprediksi akan menjadi pihak yang paling diuntungkan.
Bagi banyak pengusaha, relokasi ke Italia bukan sekadar tentang angka di atas kertas, tetapi juga tentang perlindungan aset dari perubahan iklim politik yang tidak menentu di negara asal mereka. Meskipun birokrasi di Italia terkadang kompleks, tawaran batas atas pajak (cap tax) tetap menjadikan negara ini sebagai pelabuhan fiskal yang tenang bagi mereka yang memiliki penghasilan di atas €1 juta per tahun.
Informasi Perpajakan Global:














