website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Sunday, 6 September 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

IRAS Uji AI Administrasi Pajak, Manusia Tetap Penentu

agni fatya kholila by agni fatya kholila
September 6, 2026
in Nasional
0 0
0
IRAS Uji AI Administrasi Pajak, Manusia Tetap Penentu
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Otoritas pajak Singapura, Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS), memilih pendekatan bertahap dalam mengembangkan AI administrasi pajak. Teknologi artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan pegawai, tetapi IRAS belum terburu-buru menerapkannya secara luas dalam seluruh proses bisnis perpajakan.

CEO Tax Academy of Singapore yang juga menjabat sebagai Deputi Komisioner IRAS, Dennis Lui, mengatakan otoritas pajak Singapura telah mendorong para pegawainya menggunakan AI sebagai alat bantu dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Namun, pemanfaatannya sejauh ini masih lebih banyak berada pada tingkat individu dan belum diterapkan secara penuh pada tingkat organisasi.

Pendekatan tersebut disampaikan Lui dalam kuliah umum bertajuk The Future of Tax Administration: Digitalisation, AI and the Changing Tax Profession – A Singapore Perspective yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Kamis (3/9/2026).

“Pada tingkat organisasi, kami masih sangat berhati-hati. Kami memilih untuk memulai penggunaan AI dalam skala kecil dan melakukan peningkatan secara berkala,” ujar Lui.

Pegawai IRAS Dibekali Copilot dan ChatGPT Enterprise

Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, pegawai IRAS telah dibekali sejumlah perangkat berbasis AI, antara lain Microsoft Copilot dan ChatGPT Enterprise. Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas serta kemampuan individu dan tim dalam menjalankan tugas.

Menurut Lui, penggunaan AI di lingkungan otoritas pajak tidak dimaksudkan untuk menggantikan manusia. Teknologi tersebut ditempatkan sebagai alat yang dapat memperkuat kemampuan pegawai dalam mengolah informasi dan menyelesaikan berbagai pekerjaan.

“Kami memanfaatkan AI untuk meningkatkan kemampuan individu dan tim. AI akan memperkuat kemampuan Anda, bukan menggantikan Anda,” ujar Lui.

Baca Juga: Kebijakan Pajak 2027 Fokus Perluas Basis Penerimaan

IRAS Mulai Uji AI untuk Restitusi PPN

Meski masih berhati-hati dalam penggunaan AI pada tingkat organisasi, IRAS mulai melakukan pengujian teknologi tersebut dalam pengelolaan restitusi PPN. Langkah ini menjadi salah satu contoh penerapan AI administrasi pajak dalam proses yang sebelumnya banyak bergantung pada pekerjaan manual.

Lui menjelaskan AI dapat membantu pegawai pajak meneliti informasi sekaligus menilai tingkat risiko dari klaim restitusi PPN yang diajukan wajib pajak. Berdasarkan data yang tersedia mengenai wajib pajak bersangkutan, sistem AI kemudian dapat memberikan rekomendasi atas permohonan restitusi tersebut.

Meski demikian, rekomendasi yang dihasilkan AI tidak otomatis menjadi keputusan akhir. Kewenangan untuk menentukan apakah suatu permohonan diterima atau memerlukan tindakan lebih lanjut tetap berada di tangan petugas pajak.

“Petugas pajaklah yang akan mengambil keputusan. AI hanya berperan menyelesaikan pekerjaan yang selama ini dilaksanakan secara manual,” ujar Lui.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa IRAS melihat AI sebagai sarana untuk mendorong efisiensi proses administrasi, bukan sebagai pengganti otoritas manusia dalam menentukan kebijakan ataupun mengambil keputusan perpajakan.

Penilaian dan Akuntabilitas Tetap Membutuhkan Manusia

Lui menilai terdapat sejumlah aspek pekerjaan yang hingga kini belum dapat dilakukan AI secara memadai. Hal tersebut terutama menyangkut kemampuan untuk melakukan penilaian berdasarkan konteks, memahami aspek manusia dalam suatu persoalan, serta mempertanggungjawabkan sebuah keputusan.

“Ada hal-hal yang tidak dapat dilaksanakan oleh AI dengan baik, terutama yang berkaitan dengan penilaian, empati, human touch, dan akuntabilitas. AI belum bisa menggantikan ini,” ujar Lui.

Karena itu, penerapan AI dalam administrasi perpajakan Singapura akan diarahkan untuk mendukung produktivitas dan efisiensi. Peran manusia tetap dipertahankan ketika suatu pekerjaan membutuhkan pertimbangan profesional, penilaian, empati, serta akuntabilitas.

Baca Juga: Purbaya Bidik Kebocoran Penerimaan Pajak Rp5 Triliun

AI Juga Mengubah Cara Kerja Profesional Pajak

Sebagai mitra strategis Tax Academy of Singapore, DDTC turut diundang dalam kuliah umum The Future of Tax Administration: Digitalisation, AI and the Changing Tax Profession – A Singapore Perspective. Kehadiran DDTC dalam kegiatan tersebut diwakili Managing Partner DDTC Consulting David Hamzah Damian, yang dalam dokumentasi acara berada di posisi ketiga dari kiri.

David mengatakan perkembangan AI telah mengubah cara kerja para praktisi di bidang perpajakan. Teknologi memungkinkan profesional memperoleh dukungan dalam menyelesaikan persoalan teknis, mengembangkan argumentasi, serta mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan.

DDTC sendiri telah mengembangkan metodologi AI yang disebut senior persona mimicking. Metodologi tersebut digunakan untuk membantu profesional memecahkan masalah, menyusun argumentasi, dan mengambil keputusan dengan lebih cepat.

Dengan dukungan AI, seorang profesional muda dapat menghasilkan pekerjaan yang tepat secara teknis dengan struktur dan penalaran yang dapat mendekati kualitas profesional yang lebih senior.

“Hal ini hanya dapat berjalan jika didukung oleh fondasi pengetahuan perpajakan yang kuat serta pemahaman yang baik mengenai aspek kerahasiaan, etika, dan tanggung jawab profesional terkait AI. AI memang hebat, tetapi harus digunakan secara bertanggung jawab,” ujar David.

Menurut pandangan tersebut, AI tidak serta-merta menggantikan profesional di bidang perpajakan. Sebaliknya, teknologi dapat meningkatkan kemampuan profesional untuk memadukan kecakapan teknis, critical thinking, dan pemanfaatan teknologi secara efektif.

Fondasi pengetahuan perpajakan tetap menjadi unsur penting karena hasil yang diberikan AI perlu ditelaah secara kritis. Penggunaan teknologi juga harus memperhatikan kerahasiaan informasi, etika, serta tanggung jawab profesional.

Baca Juga: Pemerintah Beri Relaksasi DHE SDA untuk 5 Negara Mitra

Kolaborasi dengan Tax Academy of Singapore Diperkuat

DDTC menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Tax Academy of Singapore, termasuk melalui pengembangan pengetahuan dan pertukaran pemikiran di bidang perpajakan.

Komitmen tersebut juga tercermin dari keberadaan logo DDTC pada Tax Academy of Singapore Hub yang berlokasi di Revenue House, Singapura. Hub tersebut menjadi bagian dari ekosistem Tax Academy of Singapore dalam pengembangan kapabilitas dan pengetahuan perpajakan.

Kolaborasi dengan Tax Academy of Singapore sejalan dengan visi DDTC sebagai institusi pajak berbasis riset, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang menetapkan standar tinggi serta berkelanjutan.

Kerja sama tersebut diharapkan turut memperkuat pertukaran pengetahuan dan perspektif mengenai perkembangan perpajakan. Hal itu menjadi semakin relevan di tengah berlangsungnya transformasi digital dan meningkatnya pemanfaatan AI dalam administrasi perpajakan.

Pengalaman Singapura sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan AI administrasi pajak tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan teknologi. Ketersediaan data, sistem, keterampilan pegawai, tata kelola, serta akuntabilitas manusia tetap menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana AI digunakan dalam proses perpajakan.

Sumber Terkait:

  • Tax Academy of Singapore – The Future of Tax Administration: Digitalisation, AI and the Changing Tax Profession
  • Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS) – Goods & Services Tax
agni fatya kholila

agni fatya kholila

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

April 30, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
PPN Produk Pertanian Moldova Diusulkan Naik Jadi 12%

PPN Produk Pertanian Moldova Diusulkan Naik Jadi 12%

4
Fiskus Jelaskan Omzet UMKM untuk PPh Final 0,5%

Fiskus Jelaskan Omzet UMKM untuk PPh Final 0,5%

September 6, 2026
Korsel Larang Iklan Konsultan Pajak Berlebihan

Korsel Larang Iklan Konsultan Pajak Berlebihan

September 6, 2026
Rokok hingga Emas, Pengawasan DJBC Perbatasan Diperluas

Rokok hingga Emas, Pengawasan DJBC Perbatasan Diperluas

September 6, 2026
IRAS Uji AI Administrasi Pajak, Manusia Tetap Penentu

IRAS Uji AI Administrasi Pajak, Manusia Tetap Penentu

September 6, 2026

Recent News

Fiskus Jelaskan Omzet UMKM untuk PPh Final 0,5%

Fiskus Jelaskan Omzet UMKM untuk PPh Final 0,5%

September 6, 2026
Korsel Larang Iklan Konsultan Pajak Berlebihan

Korsel Larang Iklan Konsultan Pajak Berlebihan

September 6, 2026
Rokok hingga Emas, Pengawasan DJBC Perbatasan Diperluas

Rokok hingga Emas, Pengawasan DJBC Perbatasan Diperluas

September 6, 2026
IRAS Uji AI Administrasi Pajak, Manusia Tetap Penentu

IRAS Uji AI Administrasi Pajak, Manusia Tetap Penentu

September 6, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version