Filipina Andalkan PNBP Saat Pajak Melambat

MANILA,  – Pemerintah Filipina menghadapi perlambatan penerimaan pajak nasional tahun 2025, membuat target senilai PHP4,2 triliun (setara Rp1.175,7 triliun) sulit tercapai.
Wakil Menteri Keuangan Charlito Martin Mendoza mengakui, berbagai faktor global dan domestik memengaruhi kinerja pajak tahun ini. Namun, ia menegaskan pemerintah akan menutup kekurangan tersebut melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Kami mungkin tidak dapat memenuhi target penerimaan pajak, tetapi kami akan menutupinya melalui PNBP kami,”

— Charlito Martin Mendoza, Wakil Menteri Keuangan Filipina

Menurut Mendoza, Kementerian Keuangan tengah memperkuat sistem administrasi perpajakan serta reformasi kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas pendapatan negara. Ia optimistis, kinerja penerimaan akan membaik menjelang akhir tahun.

“Semoga penerimaan kita bisa segera pulih. Namun, kami akui bahwa berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini turut memengaruhi penerimaan pajak nasional,”

— Charlito Martin Mendoza

Baca Juga: Malta Beri Keringanan Pajak bagi Keluarga Beranak Dua

Sementara itu, Komisioner Biro Pendapatan Dalam Negeri Romeo Lumagui Jr. menyoroti beberapa penyebab perlambatan penerimaan pajak, termasuk pelaksanaan proyek infrastruktur besar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Jalan Raya serta dampak bencana gempa bumi yang baru-baru ini mengguncang wilayah Filipina.

Sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak, pemerintah memperpanjang tenggat waktu pelaporan SPT dan pembayaran pajak.

“Saya tidak yakin apakah ini terkait dengan proyek pengendalian banjir, namun jelas bahwa penerimaan pajak melambat akibat kendala proyek infrastruktur tersebut,”

— Romeo Lumagui Jr., Komisioner BIR

Baca Juga: Thailand Bantah Dapat Keringanan Bea Masuk AS

Dengan strategi optimalisasi PNBP dan reformasi fiskal berkelanjutan, pemerintah berharap stabilitas fiskal tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi yang dinamis.

Exit mobile version