Ditolak Parlemen, Tarif PPN Makanan di Estonia Tetap Tinggi

TALLINN – Harapan publik Estonia untuk menurunkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) atas produk makanan resmi kandas setelah parlemen menolak usulan pemangkasan tarif tersebut.

Dalam proses pemungutan suara di parlemen, hanya 19 anggota parlemen yang menyatakan dukungan terhadap usulan penurunan PPN makanan. Sementara itu, 42 anggota parlemen memilih abstain, sehingga usulan gagal memenuhi ambang batas persetujuan.

“Setidaknya dibutuhkan 51 suara yang mendukung agar usulan penurunan tarif PPN atas produk makanan dapat disahkan.”

— Keterangan tertulis Parlemen Estonia

Penolakan tersebut menegaskan sikap parlemen yang belum bersedia mengubah kebijakan fiskal, meskipun tekanan publik terus menguat sejak pertengahan tahun ini.

Penolakan di Tengah Kenaikan Tarif PPN

Desakan penurunan tarif PPN atas produk pangan mengemuka sejak pemerintah Estonia menaikkan tarif PPN umum dari 22% menjadi 24% pada 1 Juli 2025. Kenaikan tarif tersebut berlaku menyeluruh, termasuk terhadap makanan yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Seiring kebijakan itu, muncul gelombang kritik publik yang menilai kenaikan PPN semakin menekan daya beli, khususnya kelompok masyarakat rentan.

Salah satu bentuk protes paling menonjol adalah petisi pemotongan PPN pangan yang digagas oleh Jana Guzanova, Juara MasterChef Estonia musim pertama.

Petisi tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 100.000 tanda tangan, sebuah rekor di Estonia yang biasanya jarang petisi publik menembus 1.000 dukungan.

Dukungan terhadap pemangkasan tarif PPN makanan tidak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga dari kalangan pengusaha yang menilai pajak tinggi memperberat harga jual pangan.

Usulan Partai Tengah Gagal Disahkan

Kelompok Partai Tengah di parlemen Estonia sempat mengajukan proposal agar tarif PPN atas makanan diturunkan menjadi 9%.

Produk yang diusulkan masuk skema tarif lebih rendah mencakup sayuran, produk susu, daging, sereal, dan ikan.

Dalam penjelasannya, Partai Tengah menilai kenaikan harga pangan memiliki dampak paling besar terhadap lansia dan keluarga berpenghasilan rendah, sehingga pemangkasan PPN diyakini dapat membantu menjaga kesejahteraan masyarakat.

Namun, dengan tidak tercapainya dukungan mayoritas di parlemen, kebijakan PPN atas makanan di Estonia dipastikan tetap berada pada level 24%.


Exit mobile version