Di Forum Davos, Ratusan Jutawan Desak Pajak Orang Superkaya Segera Dinaikkan

DAVOS – Fenomena menarik terjadi di sela-sela perhelatan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 pekan lalu. Hampir 400 jutawan dan miliarder dari 24 negara secara kolektif menyerukan kepada para pemimpin global untuk segera meningkatkan pajak bagi kalangan superkaya (super-rich).

Desakan ini bukan datang dari kelompok masyarakat berpendapatan rendah, melainkan dari para pemilik modal itu sendiri. Tokoh-tokoh ternama seperti aktor Mark Ruffalo, musisi Brian Eno, hingga pewaris dan produser film Abigail Disney turut membubuhkan tanda tangan mereka. Kekhawatiran utama mereka adalah dominasi uang yang kini digunakan untuk membeli pengaruh politik.

“Kami menyadari kekayaan ekstrem telah merenggut segalanya dari orang lain, tidak diragukan lagi bahwa masyarakat sedang berada di ambang kehancuran.”

Kutipan Surat Terbuka ‘Proud to Pay More’

Demokrasi Dibajak Oligarki

Dalam surat terbuka tersebut, para jutawan menyoroti bahaya nyata dari ketimpangan ekonomi yang ekstrem. Mereka menyebutkan bahwa segelintir oligarki global telah menggunakan kekayaan mereka untuk “membeli” demokrasi, menyetir pemerintahan, hingga membungkam kebebasan media. Oleh karena itu, instrumen pajak progresif dianggap sebagai satu-satunya solusi untuk mereduksi kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

Isu ini makin relevan dengan lanskap politik Amerika Serikat saat ini. Forbes melaporkan bahwa Donald Trump, setelah terpilih kembali, membentuk kabinet terkaya dalam sejarah AS. Jika diakumulasikan, total kekayaan anggota kabinet Trump diestimasi menembus angka US$7,5 miliar.

Survei: Orang Kaya Sadar Bahaya Ketimpangan

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh kelompok Patriotic Millionaires terhadap 3.900 responden kaya (aset di atas US$1 juta) di negara-negara G-20 mengungkapkan fakta mengejutkan. Sebanyak 77% responden mengakui bahwa individu yang sangat kaya dapat membeli pengaruh politik.

Selain itu, sekitar 60% responden menilai kepemimpinan Trump memberikan dampak negatif pada stabilitas ekonomi global, dan lebih dari 60% khawatir bahwa kekayaan ekstrem adalah ancaman nyata bagi demokrasi. Solusinya? Dua pertiga responden mendukung kenaikan pajak bagi kelompok superkaya agar dananya dapat diinvestasikan kembali untuk perbaikan layanan publik.

Ledakan Miliarder: Oxfam melaporkan jumlah miliarder dunia telah melampaui 3.000 orang pada 2025, memperlebar jurang ketimpangan global.

Exit mobile version