Menteri Perpajakan Ane Halsboe-Jørgensen menjelaskan, lansia yang memenuhi kriteria dapat menikmati pengurangan pajak hingga DKK9.500 atau sekitar Rp24,4 juta per tahun. Nilai pasti pengurangan tersebut menyesuaikan kebijakan di masing-masing kotamadya.
“Lansia merupakan sumber daya berharga. Kita harus memastikan mereka yang masih mampu dan ingin bekerja tetap diberi kesempatan,”
— Ane Halsboe-Jørgensen, Menteri Perpajakan Denmark
Usulan perpanjangan insentif ini telah dimasukkan dalam Undang-Undang Keuangan tahun fiskal 2026. Menurut Ane, kebijakan tersebut dapat mengurangi beban pajak nasional hingga DKK15 miliar atau sekitar Rp38,5 triliun. Harapannya, masyarakat memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Saya berharap para pemberi kerja dapat memanfaatkan peluang ini dan tidak menjadikan usia sebagai penghalang untuk bekerja,” ujarnya seperti dikutip dari
Tax Notes International.
Kebijakan keringanan pajak bagi lansia pertama kali disetujui pada Desember 2023 sebagai bagian dari reformasi pajak penghasilan orang pribadi. Namun, pelaksanaannya baru akan berlaku mulai tahun depan.
Baca Juga : Reformasi Pajak Afrika Dorong Keadilan Fiskal.
Usia pensiun di Denmark saat ini adalah 67 tahun dan akan meningkat secara bertahap menjadi 68 tahun pada 2030, 69 tahun pada 2035, dan 70 tahun pada 2040. Dengan kebijakan baru ini, lansia yang menunda masa pensiun dini tetap dapat bekerja selama 5 tahun menjelang pensiun resmi sambil menikmati keringanan pajak sebagai insentif.
Upaya Menghadapi Populasi Menua
Pemerintah Denmark bukan satu-satunya yang menghadapi tantangan populasi menua. Negara-negara dengan ekonomi tinggi, seperti Swedia, juga telah lama menerapkan pengurangan pajak bagi lansia yang tetap bekerja pasca usia pensiun.
Baca Juga: IRS Tutup Portal SPT Gratis Era Biden, Wajib Pajak Kini Gunakan Free File.
Kebijakan serupa telah berlaku di Swedia selama lebih dari 15 tahun untuk menjaga keseimbangan demografis dan mempertahankan produktivitas tenaga kerja nasional.
Langkah Denmark ini sejalan dengan tren global reformasi pajak yang mendorong keadilan fiskal dan inklusivitas. Di kawasan lain, sejumlah negara juga mulai menata ulang sistem perpajakan mereka.
