CAPE TOWN, — Tax Justice Network Africa (TJNA) menyerukan langkah berani bagi negara-negara di benua Afrika untuk melaksanakan reformasi pajak yang lebih progresif dan berkeadilan sosial.
“Ruang fiskal Afrika perlu diperluas dan diarahkan untuk memperkuat cakupan kesehatan universal serta sistem kesehatan masyarakat yang berkelanjutan,” bunyi keterangan resmi TJNA, dikutip pada Sabtu (8/11/2025).
“Tantangannya sekarang adalah memastikan suara kita membentuk dekade berikutnya dalam tata kelola pajak global.”
— Chenai Mukumba, Direktur Eksekutif TJNA
Direktur Eksekutif TJNA, Chenai Mukumba, juga menyoroti perlunya Afrika menegaskan posisinya dalam forum multilateral. Meskipun tidak selalu sejalan dengan kebutuhan kawasan, multilateralisme dinilai tetap menjadi platform paling efektif untuk mendorong perubahan tata kelola perpajakan global.
Baca Juga: PBB Revisi Panduan Transfer Pricing, Fokus Jasa Keuangan Intragrup
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif African Tax Administration Forum (ATAF), Mary Baine, menilai kolaborasi antarnegara Afrika penting untuk memperkuat sistem perpajakan domestik. Ia menekankan pentingnya basis pengetahuan yang kuat dalam merancang kebijakan fiskal yang berkelanjutan.
“Riset yang kuat akan mengarahkan pilihan kebijakan perpajakan yang tepat. Bersama-sama, kita memperkuat kemampuan Afrika untuk menentukan masa depan fiskalnya,” ujarnya.
Baca Juga: Dokter Hewan Portugal Desak Pemangkasan Tarif PPN untuk Semua Layanan Medis Hewan
Kongres yang berlangsung di tengah tekanan fiskal dan kesehatan tersebut menandai momentum baru bagi negara-negara Afrika untuk melakukan reformasi pajak yang lebih berani. Reformasi ini diharapkan dapat menempatkan masyarakat sebagai pusat dari agenda fiskal di masa depan.
Selain itu, para peserta kongres juga menyepakati serangkaian langkah lanjutan, termasuk pemanfaatan instrumen pajak inovatif, peningkatan tata kelola, serta penyelarasan kebijakan fiskal dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan kesetaraan sosial.
