JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI merekomendasikan serangkaian langkah strategis kepada pemerintah guna menggenjot performa pembangunan nasional di masa mendatang. Salah satu poin krusial yang menjadi kesepakatan bersama adalah draf **asumsi makro RAPBN 2027** yang menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional jauh lebih optimistis dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama pemerintah secara resmi menyepakati target pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal 2027 berada pada rentang yang cukup tinggi, yakni sebesar 5,8% hingga 6,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Proyeksi yang ekspansif ini sengaja dipatok guna mengakomodasi program transformasi struktural yang tengah digulirkan oleh negara sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Langkah Strategis Penguatan Konsumsi dan Insentif Fiskal
Wakil Ketua Banggar DPR, Wihadi Wiyanto, membeberkan serangkaian rencana taktis yang wajib dijalankan oleh jajaran eksekutif demi merealisasikan target pertumbuhan tersebut. Beberapa pilar utama yang menjadi perhatian meliputi pengelolaan konsumsi rumah tangga agar mampu tumbuh konsisten di kisaran 5,3% hingga 5,6%, perbaikan iklim usaha secara menyeluruh di tanah air, serta menurunkan biaya logistik nasional.
Di samping tata kelola logistik, Wihadi menekankan urgensi pemberian dukungan fasilitas perpajakan serta kepabeanan yang kompetitif guna menarik minat para investor global. Kepastian hukum di sektor investasi serta penguatan kontribusi badan pengelola investasi Danantara juga diposisikan sebagai instrumen vital untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
“Pemerintah juga perlu memberikan fasilitas perpajakan dan kepabean, serta memberikan kepastian hukum, memperkuat peran dan kontribusi Danantara dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” urai Wihadi Wiyanto pada Jumat (3/7/2026).
Wihadi memaparkan bahwa penyusunan draf **asumsi makro RAPBN 2027** ini telah mempertimbangkan secara mendalam fluktuasi situasi geopolitik, dinamika perkembangan ekonomi global, serta kondisi riil perekonomian dalam negeri. Penentuan angka-angka indikator utama tersebut dirumuskan setelah melalui rangkaian proses asesmen yang mendalam terhadap profil peluang dan risiko yang berpotensi memengaruhi kinerja pembangunan nasional.
Kebijakan Fiskal Inklusif dan Postur Lengkap Target Makro 2027
Pemerintah bersama parlemen menyepakati bahwa arsitektur finansial negara tahun depan akan mengusung tema kebijakan fiskal yang bertajuk “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”. Melalui penetapan tema tersebut, kedua lembaga negara berkomitmen untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat luas.
Guna menjaga stabilitas domestik dan mendorong aktivitas riil masyarakat, rumusan kebijakan ini juga mengandalkan efektivitas bauran kebijakan fiskal, kebijakan moneter, serta ketahanan sektor keuangan secara terpadu. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang optimis didukung oleh transformasi struktural ekonomi sebagai fondasi utama untuk mencapai target yang dituju.
Secara keseluruhan, Badan Anggaran DPR mencatat rincian draf indikator dasar ekonomi makro yang telah disepakati untuk RAPBN 2027 sebagai berikut:
- Pertumbuhan ekonomi nasional: 5,8% – 6,5%
- Tingkat inflasi tahunan: 1,5% – 3,5%
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS: Rp16.800 – Rp17.500
- Tingkat suku bunga SBN tenor 10 tahun: 6,5% – 7,3%
- Harga minyak mentah komonitas dunia: US$70 – US$95 per barel
- Target *lifting* minyak bumi nasional: 605.000 – 620.000 barel per hari
- Target *lifting* gas bumi nasional: 951.000 – 990.000 barel setara minyak per hari
Sumber Terkait:













