JAKARTA – Masa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sering kali diwarnai kepanikan kecil, tak terkecuali tahun ini saat masa transisi sistem Coretax. Sejumlah wajib pajak belakangan ini mengeluhkan hilangnya dokumen bukti pemotongan (bupot) Pajak Penghasilan (PPh) yang biasanya bermuara di menu “Dokumen Saya”.
Merespons kebingungan publik, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui layanan Kring Pajak segera memberikan klarifikasi. Otoritas pajak menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak hilang atau terhapus, melainkan hanya mengalami perpindahan lokasi akses untuk menyesuaikan dengan pembaruan struktur antarmuka (user interface) pada sistem Coretax.
“Saat ini bukti potong yang diterima telah berpindah ke menu e-Bupot > Bukti Potong Saya. Silakan pilih Withholding Type yang diinginkan dan klik Cari, lalu lakukan filter masa pajak untuk melihat bukti potong.”
— Layanan Informasi Kring Pajak
Langkah Praktis dan Solusi Jeda Sistem
Bagi wajib pajak yang ingin mengecek kesesuaian potongan atau sekadar mengunduh bupot, kini langkahnya semakin spesifik. Anda harus menavigasikan kursor ke menu e-Bupot, lalu memilih submenu Bukti Potong Saya. Penggunaan fitur filter masa pajak akan sangat membantu agar sistem menampilkan dokumen yang tepat secara cepat.
Namun, bagaimana jika setelah masuk ke menu baru tersebut bupot tetap enggan muncul? DJP menyarankan sebuah trik sederhana: cukup tekan tombol refresh (yang dilambangkan dengan ikon panah melingkar) pada bagian tabel data. Terkadang, jeda sinkronisasi membuat sistem membutuhkan sepersekian detik ekstra untuk memuat dokumen secara sempurna.
Cek Ulang NPWP 16 Digit
Apabila tombol refresh sudah ditekan berkali-kali namun tabel tak kunjung memunculkan data, sumber masalahnya kemungkinan besar berada di luar sistem Coretax milik Anda. DJP membeberkan dua skenario utama pemicu kondisi ini.
Pertama, pihak pemotong atau pemberi kerja memang belum menerbitkan bupot secara resmi melalui sistem Coretax di pihak mereka. Kedua, terjadi kesalahan input Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Perlu diingat, format identitas perpajakan kini telah bertransformasi penuh menggunakan format NPWP 16 digit. Kesalahan satu angka saja saat pemotong menginput data akan menyebabkan dokumen tersebut nyasar dan tidak terdeteksi di akun Anda.
Pentingnya Bupot: Bukti pemotongan tidak hanya berfungsi sebagai tanda terima pembayaran, tetapi menjadi tiket utama Anda untuk mengkreditkan pajak saat melapor SPT Tahunan.
Oleh karena itu, komunikasi yang proaktif dengan bagian keuangan atau HRD di tempat Anda bekerja menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa hak administratif perpajakan Anda telah ditunaikan dengan benar dan tepat waktu.















