website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Sunday, 1 November 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Internasional

Trump Siapkan Stimulus US$2.000: Diklaim dari Dana Bea Masuk, Tapi Perlu Restu Parlemen

Raihan ibadurrahman afif by Raihan ibadurrahman afif
November 21, 2025
in Internasional
0 0
0
Trump Siapkan Stimulus US$2.000: Diklaim dari Dana Bea Masuk, Tapi Perlu Restu Parlemen
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

WASHINGTON D.C., — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menyalurkan tariff dividend berupa stimulus tunai senilai US$2.000 mulai pertengahan tahun depan. Program ini mengandalkan penerimaan bea masuk dari kebijakan tarif resiprokal.

“Ribuan dolar akan mengalir ke individu berpenghasilan menengah. Kami akan menerbitkan tariff dividend sekitar pertengahan tahun depan,” ujar Trump.

Baca Juga: Uzbekistan misalnya membentuk zona bebas pajak untuk investasi AI global.

Butuh Persetujuan Parlemen

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan stimulus tersebut tidak bisa langsung diberikan tanpa persetujuan Kongres karena skalanya sangat besar.

“Beban fiskal stimulus jauh lebih besar daripada penerimaan bea masuk. Parlemen harus menyetujui skemanya,” — Scott Bessent

Penerimaan bea masuk diperkirakan hanya US$200 miliar per tahun, sementara kebutuhan anggaran stimulus mencapai US$600 miliar. Kekurangannya, sebesar US$400 miliar, harus dicari dari penerimaan lain.

Baca juga: Bangladesh juga mempercepat modernisasi restitusi PPN untuk menjaga arus kas pelaku usaha.

Bisa Berbentuk Kredit Pajak

Bessent menyebut stimulus tidak harus tunai. Pemerintah juga mempertimbangkan pemberian kredit pajak bagi masyarakat berpendapatan menengah dan rendah.

“Presiden Trump selalu mengutamakan solusi konkret. Semua kebijakan akan dipertimbangkan,” kata Bessent, dikutip dari Business Insider.

Raihan ibadurrahman afif

Raihan ibadurrahman afif

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version