website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Thursday, 29 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Regional

Keringanan PBJT Film Nasional di Jakarta Capai 50%

Raihan ibadurrahman afif by Raihan ibadurrahman afif
October 29, 2026
in Regional
0 0
0
Keringanan PBJT Film Nasional di Jakarta Capai 50%
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan keringanan 50% atas Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk penayangan film nasional di bioskop Jakarta. Insentif tersebut diarahkan untuk memperkuat ruang produksi, mendorong lahirnya karya baru, dan menjaga daya saing film Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026), bahwa keringanan pajak tersebut diharapkan menjadi pendorong bagi rumah produksi untuk kembali membuat film. Penerimaan pajak yang masuk ke Pemprov DKI juga akan diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem perfilman.

Dasar kebijakan tersebut tercantum dalam Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026 yang kemudian diubah melalui Keputusan Gubernur Nomor 591 Tahun 2026.

Insentif Pajak Disertai Dukungan Produksi Film

Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan insentif PBJT. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan berupa kemudahan perizinan serta memperluas kolaborasi dengan industri perfilman internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu pusat produksi film di Asia Tenggara.

Basis industri perfilman di Ibu Kota juga tergolong besar. Sekitar 80% rumah produksi dan pembuat film Indonesia disebut menjalankan aktivitasnya di Jakarta. Pilihan tempat pengambilan gambar di kota ini pun melampaui 100 lokasi, mencakup kawasan bersejarah sampai pusat bisnis modern.

Untuk menunjang kegiatan produksi, Pemprov DKI telah membentuk Jakarta Film Commission (JFC) sekaligus menyediakan layanan Filming in Jakarta. Melalui layanan tersebut, pelaku industri dapat memperoleh informasi mengenai lokasi syuting, mengurus perizinan, serta mendapatkan koordinasi untuk berbagai kebutuhan produksi film maupun audiovisual.

Baca Juga:
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Ekonomi Kreatif Diharapkan Memberi Efek Lebih Luas

Pramono juga menempatkan kebijakan tersebut dalam agenda yang lebih besar. Jakarta ingin mempertahankan perannya sebagai pusat perfilman nasional sekaligus membuka peluang lebih luas agar film Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional, terutama kawasan ASEAN.

Meningkatnya kegiatan produksi film juga dinilai berpotensi memberikan efek ekonomi ke sejumlah bidang pendukung. Pariwisata, kuliner, perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk sektor yang dapat ikut bergerak bersama perkembangan industri perfilman.

Kontribusi ekonomi kreatif di Jakarta tercatat Rp410,56 triliun, setara dengan 11,16% dari PDRB daerah tersebut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai kontribusi industri kreatif perlu dipetakan secara lebih akurat agar pengaruhnya terhadap perekonomian dapat terukur dengan lebih baik.

Untuk kebutuhan tersebut, Pemprov DKI berencana memperkuat kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Pengukuran akan mencakup seluruh 21 subsektor ekonomi kreatif, dengan perfilman menjadi salah satu sektor yang diperhitungkan.

Rano menyebut penonton film di Indonesia sepanjang 2025 hampir mencapai 122 juta orang. Sekitar 85 juta orang di antaranya memilih film nasional. Sementara untuk periode sampai Oktober 2026, catatan jumlah penonton secara nasional hampir menyentuh 70 juta orang.

Baca Juga:
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Belum Usai, Cek Tenggatnya

Sumber: DKI Beri Keringanan PBJT 50% untuk Film Nasional di Bioskop.

Raihan ibadurrahman afif

Raihan ibadurrahman afif

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

12
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

5
DJP Beri Keringanan Sanksi Pajak hingga Juni 2027, Ini Ketentuan yang Perlu Diketahui

DJP Beri Keringanan Sanksi Pajak hingga Juni 2027, Ini Ketentuan yang Perlu Diketahui

October 29, 2026
Peserta UKP Tingkat C Perlu Antisipasi Kendala Teknis Sebelum Ujian

Peserta UKP Tingkat C Perlu Antisipasi Kendala Teknis Sebelum Ujian

October 29, 2026
Keringanan PBJT Film Nasional di Jakarta Capai 50%

Keringanan PBJT Film Nasional di Jakarta Capai 50%

October 29, 2026
Suahasil Tekankan Penguatan Organisasi kepada Sekjen Baru

Suahasil Tekankan Penguatan Organisasi kepada Sekjen Baru

October 29, 2026

Recent News

DJP Beri Keringanan Sanksi Pajak hingga Juni 2027, Ini Ketentuan yang Perlu Diketahui

DJP Beri Keringanan Sanksi Pajak hingga Juni 2027, Ini Ketentuan yang Perlu Diketahui

October 29, 2026
Peserta UKP Tingkat C Perlu Antisipasi Kendala Teknis Sebelum Ujian

Peserta UKP Tingkat C Perlu Antisipasi Kendala Teknis Sebelum Ujian

October 29, 2026
Keringanan PBJT Film Nasional di Jakarta Capai 50%

Keringanan PBJT Film Nasional di Jakarta Capai 50%

October 29, 2026
Suahasil Tekankan Penguatan Organisasi kepada Sekjen Baru

Suahasil Tekankan Penguatan Organisasi kepada Sekjen Baru

October 29, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version