website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Thursday, 8 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

PMI Manufaktur September 2026 Naik ke 52,4, Inflasi Tetap Terkendali

agni fatya kholila by agni fatya kholila
October 8, 2026
in Nasional
0 0
0
PMI Manufaktur September 2026 Naik ke 52,4, Inflasi Tetap Terkendali
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Industri pengolahan nasional kembali bergairah. PMI Manufaktur September 2026 naik ke level 52,4, berbalik dari posisi 49,8 pada Agustus, sehingga sektor ini kembali masuk zona ekspansi. Data tersebut diumumkan bersama dua indikator lain pada awal Oktober 2026: inflasi yang masih berada dalam rentang sasaran dan neraca perdagangan yang tetap surplus.

Ketiga capaian itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangan resmi yang dimuat di laman Kementerian Keuangan, Rabu (7/10/2026). Pemerintah menilai angka-angka tersebut menjadi bukti ekonomi Indonesia masih tangguh di tengah situasi global yang sulit ditebak. Hasil ini sekaligus menjadi modal baik untuk memasuki tiga bulan terakhir tahun 2026.

Pesanan Ekspor Pabrikan Catat Laju Tercepat sejak 2022

Kenaikan PMI didorong oleh bertambahnya pesanan baru dan volume produksi, naiknya permintaan dari luar negeri, hadirnya proyek-proyek baru, serta daya beli yang mulai pulih. Pada September 2026, pesanan baru bertambah dengan kecepatan paling tinggi sejak Februari 2026. Adapun pesanan ekspor melaju paling kencang sejak Mei 2022.

Perbaikan juga tampak dari kegiatan operasional pabrik. Perusahaan kembali merekrut pekerja, menambah belanja bahan, dan memperbesar stok input. Di sisi lain, tekanan biaya mereda karena kenaikan harga bahan maupun harga jual produk melambat ke titik terendah dalam enam bulan.

Optimisme pelaku industri juga terjaga. Para pengusaha masih yakin produksi mereka akan membaik dalam 12 bulan mendatang.

Baca Juga:
Kurs Pajak Berganti Rabu 7 Oktober, Ini Nilai yang Masih Berlaku

Surplus Dagang USD7,25 Miliar, Hilirisasi Dongkrak Ekspor

Di perdagangan luar negeri, Indonesia mengantongi surplus kumulatif sebesar USD7,25 miliar selama Januari–Agustus 2026. Tiga komoditas menjadi andalan ekspor pada periode tersebut.

KomoditasNilai EksporPertumbuhan
Besi dan bajaUSD19,18 miliar4,88%
CPO dan turunannyaUSD17,75 miliar6,57%
Batu baraUSD16,58 miliar4,31%

Secara keseluruhan, ekspor produk industri pengolahan naik 6,62%. Pemerintah membaca kenaikan ini sebagai tanda bahwa hilirisasi, yakni mengolah bahan mentah di dalam negeri sebelum dijual ke pasar luar, mulai memberi sumbangan nyata pada ekspor.

Barang impor pun didominasi kebutuhan produksi. Impor bahan baku atau penolong tercatat USD133,38 miliar, sedangkan barang modal USD36,74 miliar. Jika digabung, keduanya mencakup 91,3% dari total impor.

Impor mesin atau peralatan mekanis bertambah 15,26%, sementara mesin dan perlengkapan elektrik melonjak 22,94%. Menurut pemerintah, tren ini menandakan kegiatan produksi dan penanaman modal di dalam negeri sedang bergerak, sehingga permintaan atas bahan input dan peralatan ikut terdorong naik.

Inflasi 3,28%, Harga Pangan Masih Jadi Sorotan

Inflasi tahunan September 2026 mencapai 3,28% (yoy) dan masih berada dalam target nasional 2,5±1%. Inflasi inti, yaitu kelompok harga yang pergerakannya cenderung stabil, turun ke 2,84% (yoy). Inflasi harga yang diatur pemerintah atau administered prices (AP) juga menurun ke 3,25% (yoy).

Haryo menjelaskan, meredanya tekanan harga tersebut antara lain karena pergerakan masyarakat kembali normal setelah musim libur sekolah usai. Faktor lainnya, penyesuaian harga BBM nonsubsidi hanya membawa dampak yang terbatas.

Berbeda dengan dua komponen tadi, kelompok pangan bergejolak (volatile food) masih mencatat inflasi 5,03% (yoy) sehingga tetap diawasi pemerintah. Menurut Haryo, angka itu dipicu oleh perubahan permintaan dan merosotnya hasil panen sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem, fenomena El Nino, serta bencana alam. Ia menyebut pemerintah pusat dan daerah terus mempererat koordinasi agar stok aman, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau, terutama saat mendekati tutup tahun.

Bansos dan Operasi Pangan Digelar hingga Desember

Untuk melindungi kemampuan belanja warga sekaligus menjaga ketahanan pangan, pemerintah menjalankan sejumlah program berikut:

  • penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III;
  • Bantuan Pangan Beras sebanyak 10 kg setiap bulan selama Oktober–Desember 2026;
  • percepatan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras medium oleh Perum Bulog;
  • Gerakan Pangan Murah (GPM);
  • pemanfaatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara optimal; serta
  • kerja sama antardaerah.

Dari sisi hulu, pemerintah berupaya menaikkan produksi pangan. Langkahnya meliputi penataan pengairan dan saluran irigasi, pengaturan jadwal tanam, pemaksimalan lahan yang produktif, pemetaan daerah rawan, hingga penerapan sistem peringatan dini atau Early Warning System.

Arah Kebijakan Menuju Akhir Tahun

Haryo menegaskan, kebijakan pemerintah ke depan akan bertumpu pada tiga hal: menjaga daya beli masyarakat, memacu investasi serta kegiatan produksi, dan memperkuat daya saing industri dalam negeri. Ia menilai stabilitas yang terjaga dan geliat ekonomi yang kembali menguat menjadi pijakan untuk mempertahankan momentum. Pemerintah berharap hasilnya bisa dirasakan lebih banyak lapisan masyarakat.

Baca Juga:
PPN DTP Tiket Pesawat Nataru 2026/2027 Disiapkan

Sumber: Kementerian Keuangan (7/10/2026); keterangan Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

agni fatya kholila

agni fatya kholila

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Tata Cara Pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Status Nihil Menggunakan Coretax Form

April 30, 2026
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

5
SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

4
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Pencairan Restitusi Pajak Melambat, Ini Rincian per Jenis Pajak

Pencairan Restitusi Pajak Melambat, Ini Rincian per Jenis Pajak

October 8, 2026
Kejar Target Penerimaan Pajak 2026, DJP Andalkan Coretax dan SP2DK

Kejar Target Penerimaan Pajak 2026, DJP Andalkan Coretax dan SP2DK

October 8, 2026
PMI Manufaktur September 2026 Naik ke 52,4, Inflasi Tetap Terkendali

PMI Manufaktur September 2026 Naik ke 52,4, Inflasi Tetap Terkendali

October 8, 2026
Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan

Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan

October 7, 2026

Recent News

Pencairan Restitusi Pajak Melambat, Ini Rincian per Jenis Pajak

Pencairan Restitusi Pajak Melambat, Ini Rincian per Jenis Pajak

October 8, 2026
Kejar Target Penerimaan Pajak 2026, DJP Andalkan Coretax dan SP2DK

Kejar Target Penerimaan Pajak 2026, DJP Andalkan Coretax dan SP2DK

October 8, 2026
PMI Manufaktur September 2026 Naik ke 52,4, Inflasi Tetap Terkendali

PMI Manufaktur September 2026 Naik ke 52,4, Inflasi Tetap Terkendali

October 8, 2026
Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan

Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan

October 7, 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version