website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Wednesday, 7 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan

agni fatya kholila by agni fatya kholila
October 7, 2026
in Nasional
0 0
0
Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Beban pajak dan asuransi yang ditanggung penduduk Indonesia terus bertambah. Rata-rata setiap orang kini menyisihkan Rp68.869 per bulan untuk pos ini, naik Rp4.158 atau 6,43% dibandingkan Maret 2025 yang masih Rp64.711 per kapita sebulan.

Potret belanja rumah tangga itu dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) melalui publikasi Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026 pada Senin (5/10/2026). Angka-angkanya bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026. Dalam publikasi itu, kelompok pajak, pungutan, dan asuransi masuk kategori belanja bukan makanan.

BPS menyebut dua pemicu di balik kenaikan tersebut. Yang pertama adalah tarif atau kebijakan terkait yang mengalami penyesuaian, sedangkan yang kedua ialah kian banyaknya penduduk yang memiliki produk asuransi.

Bagi wajib pajak, kenaikan beban pajak dan asuransi ini memberi gambaran seberapa besar kewajiban rutin, baik kepada pemerintah maupun kepada penyelenggara asuransi, yang harus dianggarkan rumah tangga di luar kebutuhan makan.

Rincian Lima Komponen: Asuransi Kesehatan Paling Dominan

Ketika dipecah per komponen, pos asuransi kesehatan menyerap Rp41.904 per kapita sebulan. Hitungan redaksi menunjukkan nilai itu setara kira-kira 60,85% dari total kelompok, sehingga lebih dari separuh belanja kelompok ini sebenarnya mengalir ke perlindungan kesehatan.

Peringkat kedua ditempati pajak kendaraan bermotor dan tidak bermotor sebesar Rp16.251, atau sekitar 23,6% dari total kelompok. Di bawahnya terdapat pungutan atau retribusi Rp3.975, asuransi jiwa dan asuransi kerugian Rp3.080, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp2.497.

KomponenRupiah per kapita sebulan (Maret 2026)
Asuransi kesehatanRp41.904
Pajak kendaraan bermotor dan tidak bermotorRp16.251
Pungutan/retribusiRp3.975
Asuransi jiwa dan asuransi kerugianRp3.080
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)Rp2.497
Total kelompok pajak, pungutan, dan asuransiRp68.869

Jika kelima komponen di atas dijumlahkan, hasilnya Rp67.707. Artinya, masih ada Rp1.162 dari total kelompok yang tercatat di luar rincian tersebut.

Dua komponen pajak dalam daftar itu bukan setoran ke kas pusat. Pajak kendaraan bermotor merupakan pajak provinsi, sedangkan PBB yang lazim dibayar rumah tangga adalah PBB perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Karena itu, kebijakan tarif di daerah turut menentukan besar-kecilnya pengeluaran ini.

Baca Juga:
Pedagang Online Mulai Dipungut PPh 0,5 Persen per 1 Oktober 2026

Warga Kota Bayar Rp40.951 per Bulan Lebih Banyak daripada Warga Desa

Tempat tinggal ikut menentukan besarnya pengeluaran ini. Penduduk perkotaan membelanjakan Rp85.214 per kapita sebulan untuk pajak, pungutan, dan asuransi, sementara penduduk perdesaan Rp44.263. Selisihnya Rp40.951, atau angka di kota kira-kira 1,93 kali angka di desa.

Jarak itu berjalan seiring dengan perbedaan total belanja kedua wilayah. Pada Maret 2026, total pengeluaran per kapita sebulan penduduk perkotaan tercatat Rp1.902.997 dan penduduk perdesaan Rp1.287.359, sedangkan rata-rata nasional Rp1.657.281.

Namun, porsinya tidak sama. Hitungan redaksi pajaknow.id menunjukkan kelompok pajak, pungutan, dan asuransi mengambil sekitar 4,48% dari total belanja warga kota, sekitar 3,44% di desa, dan sekitar 4,16% secara nasional. Jadi, penduduk kota bukan hanya membayar lebih besar dalam rupiah, tetapi juga menyisihkan bagian yang lebih besar dari anggaran bulanannya.

Kuintil Terbawah Menanggung Porsi Lebih Berat

Untuk melihat sebaran beban antarlapisan, BPS memakai pengelompokan kuintil. Penduduk diurutkan menurut besar pengeluarannya lalu dibagi ke dalam lima kelompok berukuran sama, masing-masing 20%. Kuintil 1 berisi penduduk dengan pengeluaran paling rendah, sedangkan kuintil 5 menampung penduduk dengan pengeluaran paling tinggi.

  • Kuintil 1: kelompok pajak, pungutan, dan asuransi mengambil 10,86% dari belanja bukan makanan, dengan nominal Rp24.999 per kapita sebulan.
  • Kuintil 5: porsinya 7,72% dari belanja bukan makanan, dengan nominal Rp176.399 per kapita sebulan.

Dua ukuran itu bergerak ke arah berlawanan. Dari sisi proporsi, penduduk berpengeluaran terendah justru menyerahkan bagian yang lebih besar dari belanja bukan makanannya. Dari sisi rupiah, kuintil 5 membayar Rp151.400 lebih banyak, atau kira-kira 7,06 kali lipat nilai kuintil 1.

Temuan ini perlu dibaca utuh. Angka persentase menggambarkan seberapa berat beban terasa bagi anggaran tiap lapisan, sedangkan angka nominal menunjukkan siapa yang membayar paling banyak. Bagi penduduk berpengeluaran rendah, ruang belanja bukan makanan yang sempit membuat pos ini menempati porsi yang lebih menonjol.

Baca Juga:
PPN DTP Tiket Pesawat Nataru 2026/2027 Disiapkan

Sumber: Badan Pusat Statistik, publikasi Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026.

agni fatya kholila

agni fatya kholila

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Tata Cara Pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Status Nihil Menggunakan Coretax Form

April 30, 2026
SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

4
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan

Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan

October 7, 2026
Bapenda Sumsel optimalkan pemutihan pajak Oktober 2026, target PKB Rp875 miliar

Bapenda Sumsel optimalkan pemutihan pajak Oktober 2026, target PKB Rp875 miliar

October 7, 2026
Kurs Pajak Berganti Rabu 7 Oktober, Ini Nilai yang Masih Berlaku

Kurs Pajak Berganti Rabu 7 Oktober, Ini Nilai yang Masih Berlaku

October 6, 2026
PPN DTP Tiket Pesawat Nataru 2026/2027 Disiapkan

PPN DTP Tiket Pesawat Nataru 2026/2027 Disiapkan

October 6, 2026

Recent News

Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan

Beban Pajak dan Asuransi Warga Naik 6,43%, Asuransi Kesehatan Paling Dominan

October 7, 2026
Bapenda Sumsel optimalkan pemutihan pajak Oktober 2026, target PKB Rp875 miliar

Bapenda Sumsel optimalkan pemutihan pajak Oktober 2026, target PKB Rp875 miliar

October 7, 2026
Kurs Pajak Berganti Rabu 7 Oktober, Ini Nilai yang Masih Berlaku

Kurs Pajak Berganti Rabu 7 Oktober, Ini Nilai yang Masih Berlaku

October 6, 2026
PPN DTP Tiket Pesawat Nataru 2026/2027 Disiapkan

PPN DTP Tiket Pesawat Nataru 2026/2027 Disiapkan

October 6, 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version