website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Saturday, 24 October 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Purbaya Bakal Kaji Ulang Kebijakan Pajak JHT

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
July 14, 2026
in Nasional
0 0
0
Purbaya Jamin APBN Kuat Walau Guyur Insentif Perpajakan Demi Mendorong Perekonomian
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelaraskan regulasi perlindungan sosial dengan dinamika makroekonomi domestik terkini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bakal mengkaji ulang kebijakan pajak JHT (Jaminan Hari Tua) guna memastikan asas keadilan bagi para pekerja tanpa mengabaikan ketahanan kas negara.

Evaluasi menyeluruh ini dirancang untuk menanggapi aspirasi dunia usaha dan kelompok pekerja di tengah volatilitas pasar tenaga kerja. Penyelarasan tersebut akan mempertimbangkan berbagai faktor krusial, mulai dari laju inflasi tahunan, target sasaran penerima manfaat, hingga peta kondisi ketenagakerjaan saat ini secara komprehensif.

Pertimbangan Inflasi dan Keberlanjutan Fiskal Negara

Selain memetakan tingkat kesejahteraan pekerja, jajaran bendahara negara juga menimbang dengan cermat kondisi perekonomian terkini serta potensi dampak perubahan regulasi terhadap ketahanan fiskal makro. Kebijakan final yang diluncurkan kelak ditargetkan mampu menyajikan jaring pengaman sosial yang kokoh sekaligus menjaga stabilitas struktur anggaran pendapatan dan belanja negara.

“Saya akan pelajari. Kita akan melihat kembali dasar kalibrasi yang digunakan saat ketentuan tersebut diterapkan, termasuk menyesuaikannya dengan perkembangan ekonomi saat ini, seperti inflasi maupun perubahan nilai riil,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangan resminya pada Rabu (8/7/2026).

Otoritas fiskal menilai peninjauan instrumen penarifan pabean dan porsi PPh final ini mutlak memerlukan dasar kalkulasi yang matang. Evaluasi mendalam atas kebijakan pajak JHT ini menjadi prioritas utama guna menguji apakah instrumen hukum yang berjalan masih kompatibel dengan daya beli riil masyarakat.

Sorotan Terhadap Pajak Progresif Korban PHK Berulang

Salah satu poin krusial yang masuk dalam radar evaluasi tim Kemenkeu adalah skema pemotongan PPh progresif bagi pekerja yang tertimpa musibah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lebih dari 1 kali. Fenomena pasar kerja yang memaksa buruh mencairkan tabungan jaminan secara berulang dalam tahun kalender berjalan memicu pembengkakan potongan pajak yang dirasa memberatkan.

“Terkait pajak progresif ini akan kita pelajari. Kita ingin melihat apakah mekanisme yang ada saat ini masih relevan dengan kondisi ketenagakerjaan sekarang, termasuk bagi pekerja yang beberapa kali berpindah pekerjaan karena PHK,” urai Purbaya menambahkan komitmen penataan prosedur tersebut.
Pemerintah berjanji akan terus membuka ruang dialog yang inklusif bersama seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan formulasi yang tepat sasaran, berkeadilan, dan merangsang penciptaan lapangan kerja baru. Langkah kehati-hatian tetap dikedepankan agar modifikasi kebijakan pajak JHT ini tidak mengganggu target penerimaan pajak serta memastikan keberpihakan dana jaminan murni dirasakan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Pernyataan komprehensif tersebut disampaikan Menkeu pasca-menggelar pertemuan resmi dan menerima berkas masukan dari Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Dalam forum tersebut, Said mengajukan serangkaian usulan mendesak, mulai dari peninjauan ulang pungutan tarif berlapis bagi korban PHK lebih dari 1 kali, penyesuaian nominal batas aman penjaminan yang bebas pajak, hingga perlakuan perpajakan atas manfaat pensiun berkala, Tunjangan Hari Raya (THR), serta dana pesangon pekerja.

Sumber Terkait:

  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia
  • Direktorat Jenderal Pajak RI
Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Tata Cara Pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Status Nihil Menggunakan Coretax Form

April 30, 2026
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

9
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

SR023 T3/T5 Resmi Ditawarkan: Kupon 5,8–5,95%

4
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
BRITACOF ke-7 Dorong Pembaruan Administrasi Pajak Internasional

BRITACOF ke-7 Dorong Pembaruan Administrasi Pajak Internasional

October 24, 2026
Celah Pajak Sewa Liburan Bikin Cornwall Rugi

Celah Pajak Sewa Liburan Bikin Cornwall Rugi

October 24, 2026
Indonesia Perluas Peluang Pendanaan Lewat Kemitraan Global

Indonesia Perluas Peluang Pendanaan Lewat Kemitraan Global

October 23, 2026
Pajak Orang Kaya 5% Bikin Zuckerberg Berencana Tinggalkan California

Pajak Orang Kaya 5% Bikin Zuckerberg Berencana Tinggalkan California

October 23, 2026

Recent News

BRITACOF ke-7 Dorong Pembaruan Administrasi Pajak Internasional

BRITACOF ke-7 Dorong Pembaruan Administrasi Pajak Internasional

October 24, 2026
Celah Pajak Sewa Liburan Bikin Cornwall Rugi

Celah Pajak Sewa Liburan Bikin Cornwall Rugi

October 24, 2026
Indonesia Perluas Peluang Pendanaan Lewat Kemitraan Global

Indonesia Perluas Peluang Pendanaan Lewat Kemitraan Global

October 23, 2026
Pajak Orang Kaya 5% Bikin Zuckerberg Berencana Tinggalkan California

Pajak Orang Kaya 5% Bikin Zuckerberg Berencana Tinggalkan California

October 23, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version