LONDON – Dewan Kota Westminster yang dipimpin oleh Partai Buruh baru saja mengumumkan kebijakan pajak daerah yang krusial untuk tahun fiskal 2026/2027. Di tengah ancaman krisis keuangan yang membayangi ibu kota Inggris, Westminster berencana menetapkan tarif pajak dewan kota (Council Tax) terendah kedua di seluruh negeri.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk pengakuan atas tekanan biaya hidup yang kian menjepit warga London. Dewan hanya akan menaikkan bagian pajak yang dialokasikan untuk layanan perawatan sosial orang dewasa dengan kenaikan rata-rata sekitar £10 sembari membekukan elemen tagihan lainnya.
Analisis Kenaikan Tagihan Pajak Band D di Westminster
Dengan adanya tambahan biaya dari Walikota London, Sir Sadiq Khan, total tagihan pajak kategori Band D di Westminster diperkirakan akan naik dari £1.017 menjadi £1.048 mulai April mendatang. Angka ini menempatkan Westminster sebagai wilayah termurah kedua setelah Wandsworth, yang menetapkan tagihan total sebesar £1.020.
Pembagian tagihan tersebut mencakup £510,51 yang disetorkan kepada Walikota London untuk mendanai Kepolisian Metropolitan dan Pemadam Kebakaran, serta £537,34 yang dialokasikan langsung untuk operasional dewan kota. Langkah ini menjadi strategi politik penting menjelang pemilihan dewan kota London pada Mei mendatang.
“Menjaga pajak dewan tetap rendah adalah cara kami membantu warga menghadapi krisis biaya hidup. Namun, Westminster tetap menghadapi tekanan keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
— Adam Hug, Pemimpin Dewan Kota Westminster
Strategi Menghadapi Defisit Anggaran dan Rencana Pajak Turis
Meskipun tarif pajak dijaga tetap rendah, Westminster sebenarnya tengah menghadapi defisit anggaran sebesar £88 juta untuk tiga tahun ke depan. Untuk menyeimbangkan anggaran 2026/27, dewan harus melakukan penghematan baru sebesar £32 juta dan menggunakan cadangan dana sebesar £20 juta.
Sebagai solusi jangka panjang, dewan kota tengah mengusulkan pengenalan “pajak turis” atau pungutan semalam bagi pengunjung. Kebijakan ini diprediksi dapat menghasilkan pendapatan antara £20 juta hingga £80 juta per tahun. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai layanan publik yang digunakan oleh jutaan turis yang memadati West End setiap tahunnya.
Pihak dewan kota juga mengkritik sistem pendanaan baru dari Pemerintah Pusat yang dianggap tidak mencerminkan tingkat kebutuhan nyata di lapangan, terutama terkait tingginya mobilitas pekerja dan pengunjung di pusat kota London yang membebani fasilitas lokal.

