Penurunan biaya energi global membawa dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga di Singapura. Mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026, tarif listrik dan gas rumah tangga mengalami penyesuaian ke bawah, sehingga masyarakat memperoleh keringanan dalam pembayaran utilitas menjelang akhir tahun.
SP Group mengumumkan pada 30 September 2026 bahwa tarif listrik rumah tangga sebelum Goods and Services Tax (GST) dipangkas 10,4 persen. Penyesuaian tersebut setara dengan pengurangan 3,32 sen dolar Singapura per kilowatt-jam (kWh) dibandingkan periode Juli hingga September 2026.
Perubahan ini diperkirakan menekan rata-rata pengeluaran listrik keluarga yang menempati hunian Housing and Development Board (HDB) tipe empat kamar sebesar SGD12,99 per bulan sebelum GST. Angka tersebut tercantum dalam siaran pers resmi SP Group.
Penyesuaian Tarif Energi Mengikuti Pergerakan Harga Global
Penurunan tarif tidak hanya berlaku bagi konsumen rumah tangga. Secara keseluruhan, tarif listrik sebelum GST, termasuk untuk pelanggan nonrumah tangga, mengalami penurunan rata-rata 10,6 persen atau 3,32 sen per kWh dibandingkan kuartal sebelumnya.
SP Group menjelaskan bahwa perubahan tarif berkaitan dengan pergerakan biaya energi. Harga gas alam yang menjadi komponen penting dalam pembangkitan listrik mengalami penurunan selama periode 1 Juli sampai 15 September 2026. Kondisi tersebut kemudian diperhitungkan dalam penetapan tarif untuk kuartal berikutnya.
Pergerakan harga minyak mentah juga menjadi bagian dari dinamika pasar energi selama 2026. Bahan yang dilampirkan mencatat harga minyak dunia sempat mencapai USD114,44 per barel pada 4 Mei 2026. Setelah itu, harga minyak mentah berjangka Brent pada sebagian besar periode Juni hingga September berada di bawah USD90 per barel.
Perkembangan harga tersebut menunjukkan bagaimana perubahan biaya bahan bakar global dapat memengaruhi komponen pengeluaran energi di Singapura, meskipun dampaknya tidak selalu langsung dirasakan konsumen.
Tarif Gas Rumah Tangga Ikut Mengalami Penurunan
Penyesuaian serupa juga diberlakukan terhadap pasokan gas kota. City Energy melalui pengumuman pada 30 September 2026 menetapkan penurunan tarif gas rumah tangga sebesar 2,03 sen per kWh untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Besaran tersebut mencerminkan penurunan 8,6 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Tarif umum gas yang sebelumnya berada pada 23,48 sen per kWh menjadi 21,45 sen per kWh sebelum GST. Setelah dikenakan GST sebesar 9 persen, tarifnya menjadi 23,38 sen per kWh.
Penetapan tarif gas dilakukan setiap tiga bulan dengan mengikuti pedoman Energy Market Authority (EMA). Perhitungan komponen biaya bahan bakar menggunakan rata-rata harga energi pada dua setengah bulan pertama dari kuartal sebelumnya.
Dengan mekanisme tersebut, perubahan harga bahan bakar dunia membutuhkan waktu sebelum tercermin dalam tagihan listrik maupun gas yang dibayarkan masyarakat.
Risiko Kenaikan Tarif Kembali Membayangi Kuartal Berikutnya
Meskipun masyarakat memperoleh penurunan tarif pada penghujung 2026, prospek biaya energi untuk periode selanjutnya masih menghadapi ketidakpastian. SP Group dan City Energy mengingatkan bahwa kenaikan kembali harga bahan bakar global sejak September 2026 dapat memengaruhi penyesuaian tarif berikutnya.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga energi. Apabila tekanan tersebut terus berlangsung, tarif listrik dan gas berpotensi kembali meningkat pada kuartal pertama 2027.
Karena peninjauan tarif dilakukan secara berkala setiap kuartal, perubahan harga bahan bakar tidak langsung diteruskan ke konsumen pada bulan yang sama. Perhitungan berdasarkan periode sebelumnya membuat penyesuaian tarif memiliki jeda waktu.
Program U-Save Menambah Keringanan Pengeluaran Rumah Tangga
Selain penurunan tarif, pemerintah Singapura juga menyediakan bantuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Salah satunya melalui program U-Save yang diberikan kepada rumah tangga HDB yang memenuhi persyaratan.
Dalam skema Budget 2026, bantuan tambahan U-Save diberikan sebesar SGD110 hingga SGD190 per tahap, bergantung pada tipe hunian. Penyalurannya dilakukan pada April, Juli, Oktober 2026, dan Januari 2027.
Kementerian Keuangan Singapura melalui pengumuman 30 September 2026 menyampaikan bahwa rumah tangga HDB yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh total rabat U-Save hingga SGD760 selama tahun fiskal 2026. Jumlah tersebut mencakup rabat reguler GST Voucher dan tambahan bantuan U-Save.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan utilitas, khususnya di tengah ketidakpastian harga energi global.
Dukungan pemerintah juga diperkuat melalui paket bantuan tambahan sekitar SGD900 juta yang diumumkan Menteri Kedua Keuangan Singapura, Jeffrey Siow, pada 29 Juli 2026. Paket tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha menghadapi tekanan biaya akibat situasi di Timur Tengah.
Melalui kombinasi penyesuaian tarif energi dan pemberian subsidi, pemerintah Singapura berupaya menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali. Namun, perkembangan harga bahan bakar dunia masih menjadi faktor penting yang akan menentukan arah tarif utilitas pada periode selanjutnya.
Sumber: SP Group; City Energy; Energy Market Authority; Ministry of Finance Singapore; Program U-Save Oktober 2026.
