Presiden Korsel Siapkan Insentif Pajak Besar untuk Industri Kreatif

SEOUL, PajakNow.id — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berencana memberikan insentif pajak khusus bagi seniman dan pelaku industri kreatif, termasuk pembuat konten digital dan perusahaan hiburan.

Lee menilai, langkah ini penting untuk menjaga momentum global popularitas budaya Korea Selatan yang kini telah menjadi kekuatan budaya dunia.

“Kita memasuki tahap awal menjadi pusat kekuatan industri budaya populer,”
— Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung

Dalam rapat bersama para menterinya, Lee meminta pemerintah menyiapkan kebijakan komprehensif untuk mendukung sektor kreatif, mulai dari musik, serial drama, film, makanan, hingga kecantikan.

Dukungan Pajak dan Kebijakan 5 Tahun

Meski belum menjelaskan secara rinci bentuk insentif pajaknya, Lee menyebutkan bahwa dalam cetak biru kebijakan 5 tahun pemerintahannya, terdapat rencana pengurangan pajak yang lebih besar untuk para content creator, seniman webtoon, dan pelaku seni digital.

Selain keringanan pajak, pemerintah juga akan melonggarkan regulasi dan memperkuat jaring pengaman sosial bagi pelaku seni dan perusahaan kreatif.

Baca Juga : Thailand yang bersiap memungut pajak turis senilai Rp153 ribu 

Peningkatan Anggaran Budaya

Juru bicara kepresidenan Kim Nam-joon menyampaikan bahwa Presiden Lee telah memerintahkan kementerian terkait untuk merancang dukungan bagi seniman seni rupa, penerbit, hingga penulis sastra. Ia juga menambahkan, Lee mendorong misi diplomatik Korea Selatan untuk memperkuat strategi kebudayaan global melalui penyederhanaan birokrasi dan kerja sama internasional.

Baca Juga : Jerman yang kini menuntut penangguhan pajak minimum global

Menariknya, pemerintahan Lee mengusulkan kenaikan anggaran budaya sebesar 8,8% dalam APBN 2026 menjadi KRW9,6 triliun atau sekitar Rp111,45 triliun.
Langkah ini berbanding terbalik dengan kebijakan mantan presiden Yoon Suk Yeol yang sebelumnya memangkas anggaran budaya sebesar 1,1%.

Kebijakan fiskal berbasis budaya seperti ini dinilai mampu memperkuat daya saing global, sejalan dengan upaya negara-negara maju lain.

“Dunia sedang mengagumi K-pop, K-drama, K-movie, K-food, K-beauty, dan bahkan K-democracy.
Untuk menjaga momentum ini, dibutuhkan langkah komprehensif yang mencakup seluruh ekosistem budaya,”

— Lee Jae Myung, dikutip dari Korea Herald

Sumber Terkait:

Exit mobile version