BELGRADE – Kementerian Keuangan Serbia menerbitkan perubahan terhadap rulebook PPN pada 31 Juli 2026 yang membawa sejumlah penyesuaian penting dalam pelaporan PPN Serbia 2027. Perubahan tersebut mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 dan secara umum diterapkan mulai periode pajak Januari 2027 atau periode Januari–Maret 2027, kecuali ditentukan berbeda dalam ketentuan tertentu.
Reformasi tersebut mencakup pengenalan preliminary VAT return yang dihasilkan melalui Sistem Faktur Elektronik Serbia atau Sistem Elektronskih Faktura (SEF), formulir SPT PPN baru, perubahan pencatatan PPN, serta pembaruan formulir untuk mengajukan pengembalian PPN.
Perubahan ini membuat sistem e-invoicing Serbia semakin terhubung dengan proses administrasi PPN. Data faktur dan informasi PPN yang tersedia dalam SEF akan menjadi dasar penyusunan awal laporan, meskipun wajib pajak tetap harus melengkapi sejumlah informasi secara manual.
Mulai periode pajak 2027, sistem SEF akan digunakan untuk menghasilkan preliminary VAT return berdasarkan data faktur dan PPN yang tersedia dalam sistem.
Rulebook Berlaku sejak 1 Agustus 2026
Kementerian Keuangan Serbia memublikasikan perubahan rulebook PPN pada 31 Juli 2026.
Ketentuan tersebut mulai efektif pada 1 Agustus 2026. Namun, sebagian besar perubahan baru diterapkan mulai periode pajak Januari 2027 atau periode Januari hingga Maret 2027 bagi wajib pajak yang menggunakan periode pelaporan triwulanan.
Dengan jeda tersebut, wajib pajak memiliki waktu untuk menyesuaikan prosedur administrasi, sistem akuntansi, dan proses pelaporan sebelum format baru digunakan dalam pelaporan PPN 2027.
SEF Akan Membuat Preliminary VAT Return
Salah satu perubahan utama dalam pelaporan PPN Serbia 2027 adalah pengenalan preliminary VAT return atau laporan PPN pendahuluan.
Laporan awal tersebut akan dihasilkan melalui SEF berdasarkan informasi faktur elektronik dan data PPN yang telah tersedia di dalam sistem.
Dengan demikian, sebagian informasi yang sebelumnya harus disusun langsung oleh wajib pajak akan terlebih dahulu diproses melalui sistem faktur elektronik.
Meski demikian, preliminary VAT return tidak berarti seluruh proses penyusunan laporan menjadi otomatis. Wajib pajak tetap diwajibkan memberikan sejumlah informasi tambahan yang tidak tersedia atau tidak dapat dihasilkan langsung dari data SEF.
Informasi Tambahan Tetap Diisi Manual
Rulebook menegaskan bahwa preliminary VAT return disusun berdasarkan data yang tersedia di SEF, tetapi wajib pajak masih memiliki tanggung jawab untuk melengkapi informasi tertentu secara manual.
Artinya, keberadaan laporan pendahuluan tidak menghilangkan kewajiban wajib pajak untuk memeriksa kecocokan data sebelum laporan PPN final disampaikan.
Wajib pajak tetap perlu memastikan bahwa informasi transaksi, dasar pengenaan pajak, PPN, serta data lain yang relevan telah tercermin secara benar dalam pelaporan.
Preliminary VAT return akan dibuat berdasarkan data SEF, tetapi wajib pajak tetap harus melengkapi informasi tertentu yang diperlukan secara manual.
Formulir SPT PPN Baru Diperkenalkan
Selain laporan pendahuluan, rulebook juga memperkenalkan formulir SPT PPN baru.
Formulir tersebut diselaraskan dengan format preliminary VAT return sehingga informasi yang dihasilkan melalui SEF dapat digunakan sebagai bagian dari proses penyusunan laporan PPN final.
Perubahan format ini menjadi salah satu bagian penting dari upaya mengintegrasikan e-invoicing dengan administrasi PPN.
Namun, penyampaian SPT PPN tidak hanya terdiri atas formulir utama. Wajib pajak juga diwajibkan menyertakan beberapa lampiran pendukung sesuai dengan jenis transaksi yang dilakukan.
Lampiran Investasi Wajib Disertakan
Salah satu lampiran yang harus disampaikan berkaitan dengan investasi dalam peralatan dan fasilitas usaha.
Informasi tersebut akan menjadi bagian dari dokumentasi pendukung SPT PPN apabila wajib pajak memiliki transaksi investasi yang termasuk dalam cakupan formulir tersebut.
Dengan demikian, otoritas pajak akan memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai transaksi yang memengaruhi penghitungan PPN wajib pajak.
Pembelian Bahan Pertanian Ikut Dilaporkan
Lampiran lain berkaitan dengan pembelian tertentu atas bahan baku pertanian dan bahan baku sekunder.
Jenis transaksi tersebut harus dilaporkan melalui formulir pendukung yang disampaikan bersama SPT PPN sesuai ketentuan yang berlaku.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pelaporan baru tidak hanya mengandalkan angka agregat, tetapi juga meminta rincian tambahan untuk kelompok transaksi tertentu.
Penyesuaian PPN Masa Sebelumnya Juga Dicatat
Rulebook juga mewajibkan penyampaian informasi terkait penyesuaian PPN yang berasal dari periode pajak sebelumnya.
Jika terdapat koreksi atau penyesuaian yang memengaruhi kewajiban PPN pada periode berjalan, informasi tersebut harus tercermin dalam lampiran yang relevan.
Pencatatan tersebut penting karena koreksi dari periode sebelumnya dapat memengaruhi jumlah PPN yang harus dibayar maupun jumlah kredit atau refund yang tersedia.
Pencatatan PPN Ikut Disesuaikan
Perubahan pelaporan PPN Serbia 2027 tidak berhenti pada formulir SPT. Rulebook juga merevisi kewajiban pencatatan PPN agar selaras dengan kerangka pelaporan baru.
Catatan PPN akan diwajibkan memuat informasi yang lebih rinci mengenai jenis transaksi tertentu.
Salah satu perubahan adalah kewajiban memasukkan rincian mengenai faktur internal atau internal invoices.
Data tersebut perlu dicatat secara terpisah agar dapat digunakan dalam proses penghitungan dan rekonsiliasi PPN.
Uang Muka Harus Dicatat Terpisah
Ketentuan baru juga mengharuskan pembayaran di muka atau advance payments dilacak secara terpisah dalam catatan PPN.
Dengan pemisahan tersebut, wajib pajak perlu memastikan transaksi pembayaran di muka dapat diidentifikasi dengan jelas dan tidak tercampur dengan transaksi penyerahan barang atau jasa lainnya.
Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendukung penghitungan PPN dan rekonsiliasi dengan data yang terdapat dalam sistem elektronik.
VAT records baru akan memuat rincian internal invoices, pencatatan terpisah atas advance payments, dan informasi tambahan untuk transaksi yang memperoleh pembebasan PPN.
Transaksi Bebas PPN Memerlukan Informasi Tambahan
Perubahan pencatatan juga mencakup transaksi yang memperoleh pembebasan PPN.
Untuk transaksi tersebut, wajib pajak perlu mempertahankan informasi tambahan sesuai dengan persyaratan pencatatan yang baru.
Tujuannya adalah memastikan transaksi yang tidak dikenai PPN atau memperoleh fasilitas tertentu tetap memiliki dokumentasi yang dapat mendukung perlakuan pajaknya.
Rezim Khusus Dilaporkan lewat Catatan Terpisah
Rulebook juga mengatur sistem pencatatan tersendiri bagi sejumlah rezim PPN khusus.
Salah satunya adalah perlakuan PPN untuk agen perjalanan atau travel agencies. Transaksi dalam rezim tersebut akan dilaporkan melalui catatan PPN terpisah.
Ketentuan serupa berlaku bagi dealer barang bekas, karya seni, barang koleksi, dan barang antik.
Pemisahan pencatatan tersebut diperlukan karena transaksi dalam rezim khusus memiliki mekanisme penghitungan PPN yang berbeda dari transaksi umum.
Formulir Refund PPN Diperbarui
Selain perubahan pelaporan dan pencatatan, Kementerian Keuangan Serbia juga memperbarui formulir yang digunakan untuk mengajukan pengembalian PPN.
Dengan perubahan tersebut, wajib pajak yang memiliki kelebihan pembayaran atau hak refund harus menggunakan formulir yang telah disesuaikan dengan kerangka administrasi PPN baru.
Pembaruan formulir refund melengkapi perubahan yang sebelumnya mencakup preliminary VAT return, SPT PPN, lampiran pendukung, dan catatan PPN.
SEF Makin Terintegrasi dengan Administrasi PPN
Secara keseluruhan, perubahan tersebut memperkuat hubungan antara Sistem Faktur Elektronik Serbia dan administrasi PPN.
Data faktur yang telah tersedia di SEF akan menjadi dasar penyusunan preliminary VAT return. Namun, wajib pajak tetap memegang tanggung jawab untuk menambahkan informasi yang diperlukan dan memastikan pelaporan akhirnya benar.
Formulir SPT PPN baru kemudian akan diselaraskan dengan laporan pendahuluan tersebut, sementara sistem pencatatan juga diperbarui agar informasi yang dilaporkan memiliki struktur yang konsisten.
Pelaporan PPN Serbia 2027 Jadi Lebih Terstruktur
Mulai periode pajak 2027, pelaporan PPN Serbia 2027 akan menggunakan kerangka yang lebih terintegrasi dengan SEF.
Perubahan yang diterbitkan Kementerian Keuangan pada 31 Juli 2026 tersebut mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 dan secara umum diterapkan mulai Januari 2027 atau periode Januari–Maret 2027.
Wajib pajak akan menerima preliminary VAT return berdasarkan data faktur dan PPN yang tersedia di SEF, tetapi tetap harus melengkapi informasi tertentu secara manual.
Selain itu, formulir SPT PPN baru harus disampaikan bersama sejumlah lampiran, termasuk informasi investasi pada peralatan dan fasilitas usaha, pembelian bahan baku pertanian dan sekunder tertentu, serta penyesuaian PPN dari periode sebelumnya.
Catatan PPN juga diperbarui untuk mencakup internal invoices, pencatatan terpisah atas advance payments, informasi tambahan untuk transaksi bebas PPN, serta pencatatan khusus bagi agen perjalanan dan dealer barang bekas, karya seni, barang koleksi, maupun barang antik.
Pada saat yang sama, formulir untuk mengajukan refund PPN juga diperbarui sebagai bagian dari perubahan administrasi tersebut.