WARSAWA – Pemerintah Polandia mengusulkan kenaikan sementara pajak sektor energi Polandia melalui penyesuaian tarif corporate income tax (CIT) bagi perusahaan terbesar di sektor energi dan bahan bakar dengan pendapatan melebihi €50 juta. Berdasarkan rancangan tersebut, tarif CIT akan dinaikkan menjadi 30% pada 2027, kemudian turun menjadi 26% pada 2028 dan 23% pada 2029.
Usulan kenaikan CIT tersebut menjadi salah satu dari sejumlah perkembangan perpajakan terbaru di Polandia. Pemerintah juga melanjutkan implementasi tahap pertama paket Uni Eropa VAT in the Digital Age (ViDA), sementara Supreme Administrative Court (SAC) mengeluarkan putusan penting terkait pembuktian ekspor untuk tarif PPN 0% dan penerapan Estonian CIT.
Perubahan tersebut memiliki cakupan yang berbeda. Proposal CIT berfokus pada perusahaan besar di sektor energi dan bahan bakar, sedangkan paket ViDA menyasar administrasi PPN untuk transaksi yang melibatkan platform elektronik, One Stop Shop (OSS), dan Import One Stop Shop (IOSS).
Tarif CIT bagi entitas terbesar di sektor energi dan bahan bakar diusulkan naik menjadi 30% pada 2027, kemudian 26% pada 2028 dan 23% pada 2029.
CIT 30% Diusulkan Mulai 2027
Bagian utama dari proposal pajak sektor energi Polandia adalah kenaikan sementara tarif CIT dari tingkat yang berlaku saat ini bagi perusahaan tertentu.
Kebijakan tersebut ditujukan kepada entitas terbesar di sektor energi dan bahan bakar yang memiliki pendapatan lebih dari €50 juta.
Untuk tahun pajak 2027, tarif CIT yang diusulkan mencapai 30%. Tarif tersebut kemudian akan dikurangi secara bertahap dalam dua tahun berikutnya.
Pada 2028, tarif yang diusulkan turun menjadi 26%, sedangkan pada 2029 menjadi 23%.
Kenaikan Pajak Bersifat Sementara
Skema yang disiapkan pemerintah bersifat sementara dan menggunakan tarif yang berbeda untuk setiap tahun.
Pola tersebut membuat beban CIT tertinggi berada pada 2027 dengan tarif 30%. Setelah itu, tarif turun menjadi 26% pada 2028 dan 23% pada 2029.
Kebijakan ini ditujukan secara khusus kepada perusahaan besar yang beroperasi pada sektor energi dan bahan bakar serta memenuhi ambang pendapatan lebih dari €50 juta.
Karena masih berupa rancangan undang-undang, perubahan tarif tersebut tetap bergantung pada penyelesaian proses legislasi sebelum dapat diberlakukan.
Polandia Mulai Implementasi Paket ViDA
Selain proposal CIT, Council of Ministers Polandia telah mengadopsi rancangan undang-undang yang mengimplementasikan tahap pertama paket VAT in the Digital Age atau ViDA dari Uni Eropa.
Paket tersebut ditujukan untuk memperbarui sistem PPN agar lebih sesuai dengan perkembangan transaksi digital dan perdagangan lintas batas.
Perubahan yang diusulkan dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.
Salah satu fokusnya adalah memperjelas aturan mengenai platform elektronik dan kondisi ketika suatu platform diperlakukan sebagai pihak yang memfasilitasi transaksi untuk kepentingan PPN.
Tahap pertama implementasi ViDA dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2027 dan mencakup aturan platform elektronik, perhitungan threshold, serta prosedur OSS dan IOSS.
Perhitungan Threshold Akan Distandarkan
Rancangan ViDA juga memperjelas cara menghitung threshold atau batas nilai tertentu yang digunakan dalam menentukan perlakuan PPN atas transaksi lintas negara.
Standarisasi tersebut penting bagi perusahaan yang melakukan penjualan barang maupun pemberian jasa kepada pelanggan di negara anggota Uni Eropa lainnya.
Dengan ketentuan yang lebih seragam, pelaku usaha diharapkan dapat menentukan kewajiban PPN dan lokasi pemajakan transaksi dengan lebih jelas.
Registrasi OSS dan IOSS Disederhanakan
Implementasi ViDA juga mencakup penyederhanaan administrasi dalam prosedur One Stop Shop dan Import One Stop Shop.
OSS memungkinkan pelaku usaha melaporkan PPN atas transaksi lintas negara Uni Eropa melalui satu mekanisme administrasi, sehingga perusahaan tidak selalu harus melakukan registrasi PPN secara terpisah di setiap negara tempat konsumennya berada.
Sementara itu, IOSS digunakan untuk mempermudah administrasi PPN atas penjualan jarak jauh barang impor tertentu kepada konsumen di Uni Eropa.
Perubahan yang akan berlaku mulai 2027 diarahkan untuk menyederhanakan registrasi sekaligus memperjelas aturan yang berkaitan dengan penggunaan kedua prosedur tersebut.
Dokumen Kurir Bisa Membuktikan Ekspor
Perkembangan lainnya berasal dari Supreme Administrative Court Polandia mengenai penerapan tarif PPN 0% atas ekspor barang keluar wilayah Uni Eropa.
SAC menyatakan bahwa ekspor tidak harus dibuktikan hanya dengan pesan atau dokumen resmi kepabeanan.
Dokumen yang diterbitkan oleh perusahaan kurir juga dapat digunakan sebagai bukti bahwa barang telah meninggalkan wilayah Uni Eropa, sepanjang dokumen tersebut secara jelas dan dapat dipercaya menunjukkan terjadinya ekspor.
Putusan tersebut memperluas jenis bukti yang dapat digunakan wajib pajak ketika dokumen formal kepabeanan tertentu tidak tersedia.
Tarif PPN 0% Tidak Hanya Bergantung pada Pesan Bea Cukai
Dalam perkara tersebut, SAC menekankan substansi pembuktian bahwa barang benar-benar telah keluar dari wilayah Uni Eropa.
Dengan demikian, penerapan tarif PPN 0% tidak selalu bergantung pada satu jenis pesan resmi kepabeanan selama wajib pajak memiliki bukti lain yang kredibel.
Dokumen perusahaan kurir dapat digunakan apabila secara meyakinkan mengidentifikasi barang dan membuktikan keberangkatannya dari wilayah Uni Eropa.
SAC menilai dokumen perusahaan kurir dapat digunakan untuk mendukung tarif PPN ekspor 0% apabila bukti tersebut secara jelas dan kredibel menunjukkan barang telah meninggalkan Uni Eropa.
Putusan Lain Menyangkut Estonian CIT
Supreme Administrative Court juga mengeluarkan putusan mengenai rezim Estonian CIT yang digunakan sejumlah perusahaan di Polandia.
Dalam sistem tersebut, bentuk pengeluaran tertentu dapat dianggap sebagai pengeluaran yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha dan menjadi objek pajak lump-sum.
SAC memberikan penjelasan terkait donasi promosi perusahaan dan pengeluaran atas mobil penumpang yang digunakan untuk keperluan campuran oleh karyawan yang bukan pemegang saham.
Donasi Promosi Tidak Otomatis Kena Estonian CIT
Menurut SAC, donasi yang dilakukan untuk tujuan promosi tidak otomatis dikategorikan sebagai pengeluaran yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha.
Apabila donasi tersebut berkaitan dengan pembangunan citra atau promosi perusahaan, pengeluaran itu tetap dapat memiliki hubungan dengan aktivitas bisnis.
Karena itu, pengeluaran tersebut tidak otomatis menjadi objek pajak dalam rezim Estonian CIT hanya karena secara formal berbentuk donasi.
Mobil Karyawan Juga Tidak Otomatis Terkena Pajak
SAC juga membahas biaya kendaraan penumpang yang digunakan untuk keperluan campuran, yakni bisnis dan penggunaan lainnya.
Dalam perkara tersebut, kendaraan digunakan oleh karyawan yang bukan pemegang saham perusahaan.
Pengeluaran terkait kendaraan tersebut dinilai tidak termasuk pengeluaran yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha sehingga tidak dikenai lump-sum tax berdasarkan rezim Estonian CIT dalam kondisi yang diperiksa pengadilan.
Putusan tersebut membedakan perlakuan terhadap penggunaan kendaraan oleh karyawan non-pemegang saham dari transaksi yang memiliki hubungan langsung dengan pemegang saham atau distribusi keuntungan perusahaan.
Empat Perkembangan Pajak Perlu Dicermati
Secara keseluruhan, terdapat empat perkembangan penting dalam kebijakan dan praktik perpajakan Polandia.
Pertama, pemerintah mengusulkan pajak sektor energi Polandia dengan tarif CIT sementara sebesar 30% pada 2027, 26% pada 2028, dan 23% pada 2029 bagi perusahaan energi dan bahan bakar terbesar dengan pendapatan di atas €50 juta.
Kedua, Council of Ministers telah mengadopsi rancangan implementasi tahap pertama ViDA yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2027, termasuk penyempurnaan aturan platform elektronik, threshold, OSS, dan IOSS.
Ketiga, SAC menyatakan bahwa dokumen perusahaan kurir dapat menjadi bukti ekspor untuk penggunaan tarif PPN 0% sepanjang dapat membuktikan secara kredibel bahwa barang telah meninggalkan wilayah Uni Eropa.
Keempat, SAC menilai donasi promosi serta pengeluaran mobil yang digunakan untuk tujuan campuran oleh karyawan non-pemegang saham tidak otomatis menjadi objek Estonian CIT sebagai pengeluaran yang tidak terkait kegiatan bisnis.
Pajak Sektor Energi Polandia Masih Berupa Proposal
Proposal pajak sektor energi Polandia menjadi perkembangan yang paling langsung memengaruhi perusahaan besar di industri energi dan bahan bakar.
Namun, kenaikan CIT tersebut masih berada dalam tahap rancangan. Tarif 30% untuk 2027, 26% untuk 2028, dan 23% untuk 2029 baru akan berlaku apabila proposal menyelesaikan proses legislasi yang diperlukan.
Pada saat yang sama, perusahaan yang beroperasi di Polandia juga perlu memperhatikan perubahan administrasi PPN melalui ViDA serta perkembangan interpretasi hukum dari Supreme Administrative Court.
Kombinasi perubahan tarif, digitalisasi administrasi PPN, dan putusan pengadilan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pajak Polandia pada 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan penerimaan, tetapi juga menyentuh kepastian pembuktian transaksi dan perlakuan terhadap pengeluaran usaha.
