NORTH YORKSHIRE – Pemilik rumah kedua di wilayah North Yorkshire akan tetap membayar pajak dewan dua kali lipat setelah anggota dewan memutuskan untuk mempertahankan kebijakan premi 100% atas properti tersebut.
Kebijakan ini pertama kali diberlakukan pada April tahun lalu sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran atas krisis ketersediaan perumahan bagi penduduk lokal. Melalui skema ini, rumah kedua dikenakan tambahan pajak sebesar 100%, sehingga total kewajiban pajaknya menjadi dua kali lipat dari tarif normal.
Premium 100% atas rumah kedua telah mengumpulkan sekitar £10 juta dan seluruhnya dialokasikan untuk proyek perumahan.
Dana £10 Juta untuk Perumahan
Menurut Dewan North Yorkshire, kebijakan tersebut telah menghasilkan sekitar £10 juta hingga saat ini. Seluruh dana yang diperoleh dialokasikan secara khusus untuk mendukung program dan proyek perumahan di wilayah tersebut, terutama guna membantu meningkatkan ketersediaan rumah bagi masyarakat setempat.
Data Federasi Perumahan Nasional tahun 2025 menunjukkan terdapat lebih dari 8.000 rumah kedua di North Yorkshire, jumlah tertinggi di kawasan Yorkshire dan Humber. Banyak di antaranya berada di kawasan pesisir dan desa-desa wisata di Yorkshire Dales.
Baca Juga: Dewan Kota Bristol Akan Naikkan Pajak 4,99%
Pro dan Kontra di Internal Dewan
Wakil Ketua Dewan Gareth Dadd menyatakan dirinya “sangat bangga” terhadap program tersebut. Ia menilai kebijakan premi rumah kedua sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan kebutuhan perumahan dan tekanan pasar properti di daerah wisata.
Namun, tidak semua anggota dewan sepakat. Dalam pertemuan terbaru, anggota dewan independen dari Filey, Sam Cross, menyampaikan kekhawatiran bahwa sejumlah pemilik properti mempertimbangkan meninggalkan wilayah tersebut akibat beban pajak yang meningkat.
“Saya pikir ini benar-benar salah, dan sampai kita melakukan konsultasi yang layak, saya akan menentang ini,” ujar Cross dalam rapat tersebut.
Di sisi lain, anggota dewan dari Partai Hijau, Andy Brown, justru mendukung penuh kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa prioritas pemerintah daerah adalah memastikan rumah tersedia bagi penduduk tetap, bukan sekadar menjadi aset investasi atau properti musiman.
“Kami ingin rumah pertama, bukan rumah kedua,” kata Andy Brown, menyoroti sulitnya pekerja sektor pariwisata memperoleh tempat tinggal di daerah wisata.
Sorotan atas Penggunaan Dana
Meski banyak anggota dewan mendukung keberlanjutan kebijakan premi rumah kedua, muncul perdebatan terkait penggunaan dana yang dihasilkan. Saat ini, seluruh dana dialokasikan khusus untuk proyek perumahan.
Anggota dewan independen Michelle Donohue-Moncrieff menilai bahwa sebagian dana seharusnya juga dipertimbangkan untuk mendukung infrastruktur publik, seperti perbaikan jalan yang mengalami kerusakan akibat tekanan pariwisata dan aktivitas properti.
Ia mencontohkan kondisi jalan di wilayah Hunmanby yang menurutnya membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, kebijakan yang baik perlu disertai dukungan infrastruktur agar manfaatnya dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat.
Dorong Hunian Penuh Waktu
North Yorkshire menjadi salah satu wilayah pertama di Inggris yang menerapkan premi 100% untuk rumah kedua. Tujuan utamanya adalah mendorong pemilik properti agar memanfaatkan rumah yang tidak terpakai sebagai hunian penuh waktu, sehingga dapat membantu mengurangi tekanan pasar perumahan.
Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk menjaga keberlanjutan komunitas lokal di daerah wisata, di mana banyak pekerja kesulitan mendapatkan hunian yang terjangkau akibat dominasi rumah kedua dan properti liburan.
