Pacu Belanja Negara, Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Kuartal I/2026 Tembus 6 Persen

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluncurkan sinyal optimisme tinggi terhadap performa ekonomi nasional di awal tahun ini. Pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 mampu melesat di kisaran 5,5% hingga 6%, didorong oleh daya beli masyarakat yang tetap solid.

Purbaya menjelaskan bahwa kepercayaan diri ini bukan tanpa alasan. Pertumbuhan pesat tersebut merupakan kelanjutan momentum positif dari kinerja kuartal IV/2025 yang berhasil mencatatkan angka 5,39%. Menurutnya, gairah ekonomi saat ini sudah terasa merata di level produsen hingga konsumen.

“Data-data terkini menunjukkan bahwa memang perekonomian kita betul-betul di level masyarakat, di level produsen juga seperti itu.”

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan

Strategi Gas Pol Belanja Negara

Sebagai mesin penggerak utama, pemerintah berkomitmen memastikan realisasi belanja negara dilakukan tepat waktu. Tak tanggung-tanggung, total belanja negara pada tiga bulan pertama tahun ini diproyeksikan mencapai Rp809 triliun melalui skema percepatan sejumlah program strategis.

Beberapa poin besar dalam pos belanja tersebut mencakup alokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, pembayaran THR bagi ASN senilai Rp55 triliun, hingga paket stimulus ekonomi sebesar Rp13 triliun. Pemerintah juga menyisihkan Rp6 triliun untuk percepatan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

Meski melakukan akselerasi belanja besar-besaran, Purbaya menegaskan bahwa aspek disiplin fiskal tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah menjamin manajemen anggaran akan dikelola dengan hati-hati agar tidak melampaui batas defisit yang ditetapkan undang-undang.

Disiplin Fiskal: Pemerintah tetap menjaga rasio defisit anggaran tidak melampaui 3% terhadap PDB dan memastikan level utang tetap stabil.

Investasi Ikut Bergairah

Sektor investasi juga menunjukkan tren menggembirakan dengan ekspektasi pertumbuhan sebesar 6% pada kuartal pertama ini. Hal ini didorong oleh keberhasilan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) dalam mengurai berbagai hambatan atau debottlenecking yang selama ini mengganjal realisasi proyek di lapangan.

Dengan kombinasi belanja pemerintah yang masif, terjaganya daya beli masyarakat, dan iklim investasi yang semakin sehat, Purbaya optimistis target pertumbuhan ekonomi yang ambisius tersebut dapat tercapai demi memperkuat struktur ekonomi nasional sepanjang 2026.

Exit mobile version