JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis dengan merombak program unggulannya, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Perubahan nomenklatur dan strategi ini bukan sekadar ganti kulit, melainkan upaya memperkuat bantalan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan respons cepat otoritas moneter terhadap tantangan ketahanan pangan yang kian kompleks. Cuaca ekstrem dan rantai pasok yang dinamis menuntut pendekatan baru yang lebih komprehensif.
“GPIPS menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.”
— Ricky P. Gozali, Deputi Gubernur BI
Tiga Pilar Utama GPIPS
Dalam desain terbarunya, GPIPS akan menargetkan pengendalian inflasi komponen harga pangan bergejolak (volatile food) agar tetap terkendali pada kisaran 3% hingga 5%. Untuk mencapai target tersebut, BI telah menyusun tiga strategi kuda-kuda.
Pertama, penguatan sisi hulu. Langkah ini difokuskan untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan, terutama dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem yang kerap mengganggu masa panen. Kedua, pengendalian inflasi yang lebih menyeluruh guna memastikan stabilitas harga pangan dalam jangka pendek tetap terjaga.
Target BI: Lewat GPIPS, Bank Indonesia membidik inflasi volatile food terjaga di level 3% hingga 5%.
Sinergi Pusat dan Daerah
Strategi ketiga yang tak kalah krusial adalah penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini mencakup peningkatan kelancaran distribusi dan konektivitas antarwilayah. Efisiensi logistik dan Kerjasama Antar Daerah (KAD) akan dioptimalkan untuk menekan disparitas harga pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Ricky menambahkan, kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan—mulai dari Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha—adalah kunci keberhasilan program ini. Tujuannya bukan hanya menekan angka inflasi, tetapi juga memberdayakan petani dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
