LONDON – Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menyatakan pemerintah tengah meninjau kemungkinan menaikkan tarif Approved Mileage Allowance Payment (AMAP) atau tunjangan jarak tempuh bebas pajak bagi pekerja yang menggunakan mobil pribadi untuk keperluan pekerjaan.
Skema tersebut saat ini memperbolehkan karyawan mengklaim penggantian bebas pajak sebesar 45 pence per mil untuk 10.000 mil pertama, lalu 25 pence per mil untuk jarak selanjutnya. Tambahan 5 pence per mil juga dapat diklaim untuk setiap penumpang yang dibawa.
Tarif itu belum diperbarui sejak 2011, padahal biaya berkendara dinilai telah meningkat cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya menyadari bahwa biaya berkendara telah berkembang secara signifikan dan ini merupakan masalah penting bagi banyak orang yang mengajukan klaim biaya berkendara.”
— Rachel Reeves
Pernyataan itu disampaikan Reeves di House of Commons ketika menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan pembaruan skema mileage rates yang telah lama dianggap tidak lagi mencerminkan biaya riil penggunaan kendaraan.
Tarif Lama Dinilai Sudah Tidak Relevan
Tarif 45 pence per mil seharusnya mencakup berbagai biaya operasional kendaraan seperti bahan bakar, asuransi, dan perawatan. Namun, banyak kalangan menilai nominal tersebut kini terlalu rendah dibandingkan biaya nyata yang harus ditanggung pekerja.
Rachel Reeves mengakui perubahan tarif bisa saja dilakukan dalam anggaran atau pernyataan fiskal mendatang.
Isu ini mencuat setelah kampanye serikat pekerja yang menyebut banyak pekerja layanan publik, termasuk perawat dan pekerja sosial, justru harus merogoh kocek pribadi untuk menjalankan tugasnya karena skema penggantian yang sudah usang.
Mantan menteri Partai Buruh Jim McMahon mencontohkan seorang pekerja sosial yang disebut harus mengeluarkan lebih dari £1.000 per tahun agar bisa tetap bekerja di lapangan.
Serikat Pekerja Sebut Beban Biaya Makin Berat
Serikat pekerja Unison pada 2022 menyatakan biaya berkendara telah naik sekitar 39% dalam satu dekade sejak tarif 45 pence diperkenalkan.
Sementara itu, RAC Foundation pada 2023 menyebut pekerja yang memakai mobil pribadi untuk bekerja rata-rata bisa merugi hingga £6.000 per tahun karena tarif reimbursement yang tidak lagi sesuai dengan biaya aktual.
“Tarif yang sudah ketinggalan zaman pada dasarnya merupakan pajak terselubung yang canggung.”
— Jon Richards, Unison
Asisten Sekretaris Jenderal Unison Jon Richards menilai pembekuan tarif mileage rates selama bertahun-tahun telah memindahkan beban biaya secara tidak adil kepada para pekerja garis depan.
Menurutnya, kenaikan tarif sangat dibutuhkan agar pekerja tidak lagi secara tidak langsung mensubsidi pemberi kerja dari kantong mereka sendiri.
Pemerintah Masih Kaji Opsi Kenaikan
Dalam jawabannya, Reeves menegaskan bahwa Kementerian Keuangan memang memiliki kebijakan untuk meninjau seluruh instrumen perpajakan menjelang agenda fiskal. Namun, ia memberi sinyal bahwa tarif uang tempuh menjadi salah satu isu yang akan dipantau secara khusus.
Dengan pernyataan tersebut, peluang kenaikan mileage rates kini terbuka, meskipun belum ada kepastian kapan perubahan itu akan diumumkan dan berapa besar penyesuaiannya.
Bagi jutaan pekerja yang bergantung pada mobil pribadi untuk menjalankan pekerjaannya, revisi tarif ini dinilai penting agar sistem penggantian biaya lebih adil dan sesuai dengan kondisi biaya hidup saat ini.















