Menurut Donohoe, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keberlangsungan sektor jasa yang sedang menghadapi tekanan biaya operasional tinggi, sekaligus mempertahankan lebih dari 150.000 lapangan kerja di seluruh negeri.
“Kebijakan ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk membantu bisnis kecil dan menengah, khususnya restoran dan salon rambut, agar tetap bertahan di tengah kenaikan biaya,”
— Paschal Donohoe, Menteri Keuangan Irlandia
Penurunan tarif PPN tersebut diperkirakan akan memangkas potensi penerimaan negara sebesar €232 juta atau sekitar Rp3,85 triliun dalam 6 bulan pertama pelaksanaannya, serta €681 juta atau Rp11,3 triliun jika berlaku penuh selama satu tahun.
Sementara itu, Menteri Perusahaan Peter Burke menilai kebijakan ini sangat tepat karena kondisi lapangan kerja di sektor restoran dan salon terus menurun. Dalam kuartal terakhir, jumlah tenaga kerja di dua sektor tersebut turun 1,7%, sementara pekerja penuh waktu bahkan menurun hingga 4,3%.
Burke menambahkan bahwa sekitar 75% restoran di Irlandia mempekerjakan kurang dari 10 orang. Oleh karena itu, penurunan tarif PPN ini diyakini dapat menjaga stabilitas bisnis kecil dan menengah di sektor jasa.
Baca juga:
Thailand Akhirnya Siap Pungut Pajak Turis Rp153 Ribu
Sebelumnya, kalangan pengusaha restoran dan salon telah mendesak pemerintah untuk menurunkan tarif PPN. Menurut mereka, kunjungan pelanggan yang menurun akibat tingginya biaya hidup membuat usaha sulit menutupi biaya listrik, asuransi, tenaga kerja, dan bahan baku.
Selain itu, para pelaku usaha juga menilai langkah pemerintah ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menggairahkan kembali industri jasa pascapandemi.
Baca juga: Negara Bagian Jerman Tuntut Penangguhan Pajak Minimum Global
