Insentif Pajak Migas Nigeria Diperkuat untuk Offshore

ABUJA – Pemerintah memperkuat insentif pajak migas Nigeria untuk proyek minyak dan gas laut dalam melalui Deep Offshore Oil and Gas Projects Incentives (Tax Remission) Order, 2026. Aturan tersebut ditandatangani Presiden pada 6 Agustus 2026 dan kemudian dipublikasikan dalam lembaran resmi pada 10 Agustus 2026.

Kerangka baru itu dibangun berdasarkan Notice of Tax Incentives on Deep Offshore Oil and Gas Production, 2024 yang sebelumnya telah mengatur fasilitas perpajakan untuk produksi minyak dan gas deep offshore.

Melalui aturan 2026, pemerintah memperluas dan memperkuat kerangka insentif dengan memasukkan ketentuan mengenai supplementary production tax credits, mekanisme profit oil reset, persyaratan kelayakan proyek, serta administrasi insentif.

Deep Offshore Oil and Gas Projects Incentives (Tax Remission) Order, 2026 memperbarui kerangka insentif proyek offshore melalui tax credits, profit oil reset, persyaratan kelayakan proyek, dan aturan administrasi insentif.

Aturan Ditandatangani 6 Agustus 2026

Deep Offshore Oil and Gas Projects Incentives (Tax Remission) Order, 2026 secara resmi ditandatangani pada 6 Agustus 2026.

Empat hari kemudian, yakni pada 10 Agustus 2026, aturan tersebut dipublikasikan dalam official gazette Nigeria sehingga menjadi bagian dari kerangka regulasi yang mengatur fasilitas fiskal untuk proyek minyak dan gas laut dalam.

Pemerintah menempatkan aturan tersebut sebagai kelanjutan dari kebijakan insentif yang telah dimulai melalui pengaturan deep offshore pada 2024.

Melanjutkan Kerangka Insentif Deep Offshore 2024

Aturan 2026 dibangun berdasarkan Notice of Tax Incentives on Deep Offshore Oil and Gas Production, 2024.

Notice tersebut sebelumnya memperkenalkan insentif pajak untuk pengembangan produksi minyak dan gas pada wilayah deep offshore Nigeria.

Kerangka terbaru tidak berdiri terpisah dari pengaturan 2024, melainkan memperkuat desain insentif dengan ketentuan tambahan yang lebih luas terkait pemberian dan pengelolaan fasilitas perpajakan.

Supplementary Production Tax Credits Diperkenalkan

Salah satu elemen yang dimasukkan dalam kerangka insentif pajak migas Nigeria terbaru adalah supplementary production tax credits.

Ketentuan tersebut menjadi bagian tambahan dalam struktur tax credit bagi pengembangan proyek minyak dan gas deep offshore.

Melalui Order 2026, pemerintah tidak hanya mempertahankan konsep pemberian fasilitas berbasis produksi yang telah dikenal dalam kebijakan sebelumnya, tetapi juga memasukkan ketentuan tambahan mengenai production tax credits untuk proyek yang memenuhi persyaratan.

Supplementary production tax credits menjadi salah satu komponen baru dalam kerangka fasilitas perpajakan deep offshore Nigeria pada 2026.

Profit Oil Reset Masuk dalam Kerangka Baru

Perubahan lainnya adalah pengenalan mekanisme profit oil reset.

Mekanisme tersebut dimasukkan secara khusus ke dalam Order 2026 sebagai salah satu elemen pengaturan insentif bagi pengembangan minyak dan gas laut dalam.

Dengan demikian, kerangka fiskal terbaru tidak hanya mengatur pemberian tax credit, tetapi juga menambahkan ketentuan mengenai penyesuaian profit oil dalam kondisi yang ditentukan oleh aturan.

Kelayakan Proyek Ikut Diperjelas

Order 2026 juga memasukkan persyaratan mengenai project eligibility atau kelayakan proyek.

Persyaratan tersebut menjadi penting karena fasilitas perpajakan tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh proyek offshore. Proyek harus berada dalam ruang lingkup dan memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam kerangka insentif.

Dengan adanya ketentuan eligibility, penerapan insentif dikaitkan secara langsung dengan karakteristik dan status proyek yang mengajukan atau memanfaatkan fasilitas.

Administrasi Insentif Turut Diatur

Selain substansi fasilitas, Deep Offshore Oil and Gas Projects Incentives (Tax Remission) Order, 2026 juga mengatur aspek administrasi insentif.

Pengaturan administrasi menjadi bagian dari kerangka baru untuk memastikan fasilitas yang diberikan kepada proyek deep offshore diterapkan melalui prosedur yang ditentukan.

Dengan struktur tersebut, aturan 2026 menggabungkan aspek kelayakan proyek, jenis insentif, mekanisme penyesuaian, dan tata kelola fasilitas dalam satu kerangka yang lebih lengkap.

Kerangka 2026 Perkuat Insentif Deep Offshore

Secara keseluruhan, pembaruan insentif pajak migas Nigeria melalui Order 2026 memperluas pengaturan yang sebelumnya diperkenalkan dalam Notice of Tax Incentives on Deep Offshore Oil and Gas Production, 2024.

Kerangka terbaru secara khusus menambahkan supplementary production tax credits dan mekanisme profit oil reset.

Aturan juga memperjelas project eligibility requirements serta aspek administrasi insentif bagi proyek minyak dan gas deep offshore.

Dengan demikian, Order yang ditandatangani pada 6 Agustus 2026 dan dipublikasikan pada 10 Agustus 2026 tersebut menjadi kerangka terbaru bagi fasilitas perpajakan pengembangan minyak dan gas laut dalam di Nigeria.

Exit mobile version