Genjot Daya Saing UMKM, Guyana Bebaskan PPN Perhiasan dan Furnitur Lokal

GEORGETOWN – Pemerintah Guyana resmi mengumumkan kebijakan strategis berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas produk perhiasan dan furnitur mulai tahun ini. Langkah yang tertuang dalam APBN 2026 tersebut diambil untuk memperkuat struktur produksi dalam negeri dan memacu produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menteri Senior Bidang Keuangan, Ashni Singh, menegaskan bahwa insentif pajak ini dirancang untuk menciptakan keunggulan kompetitif bagi produk lokal di pasar regional. Pemerintah optimistis kebijakan ini akan menjadi stimulus bagi penciptaan lapangan kerja baru serta memperkokoh posisi produsen domestik.

“Kebijakan ini diharapkan meningkatkan produksi lokal, mendukung penciptaan lapangan kerja, dan memposisikan produsen Guyana untuk bersaing lebih efektif.”

Ashni Singh (Menteri Keuangan Guyana)

Efek Domino bagi Sektor Manufaktur dan Konstruksi

Pembebasan PPN menyasar produk furnitur buatan lokal, termasuk komponen bangunan seperti pintu dan tempat tidur. Singh memproyeksikan adanya dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang signifikan, terutama dalam meningkatkan daya saing sektor kehutanan dan manufaktur nasional. Di sisi lain, kebijakan ini diklaim mampu menekan biaya input bagi industri konstruksi yang tengah berkembang pesat.

Pada subsektor perhiasan, fasilitas pajak ini difokuskan untuk mendorong nilai tambah mineral hasil bumi Guyana. Dengan dihapuskannya beban PPN, biaya produksi diharapkan menurun sehingga akses pasar bagi pengrajin lokal semakin terbuka lebar, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis hilirisasi mineral.

Strategi Penguatan Rantai Nilai Global

Pemerintah Guyana memandang insentif ini sebagai bagian dari visi besar untuk memperdalam rantai nilai industri lokal. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional memberikan manfaat konkret bagi produsen di akar rumput.

Hilirisasi Industri: Pembebasan PPN diharapkan memperkuat industri hilir mineral dan manufaktur kayu agar manfaat ekonomi tetap berputar di dalam negeri.

Exit mobile version