website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
Thursday, 19 March 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Defisit APBN 2025 Tembus 2,92%, Rakyat Cemas Pajak Bakal Naik?

Johannes Albert by Johannes Albert
January 10, 2026
in Nasional
0 0
0
Defisit APBN 2025 Tembus 2,92%, Rakyat Cemas Pajak Bakal Naik?
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SEMARANG – Siang itu, awan mendung menggelayut di atas langit Kota Semarang, seolah mewakili suasana hati Nurhayati. Di pasar tradisional tempatnya mengais rezeki, deretan jeruk, apel, dan melon di lapaknya tampak segar, namun sepi peminat. Ditemani kipas angin tua yang berputar pelan, ia menatap lorong pasar yang lengang.

“Sekarang orang beli seperlunya saja. Kalau dulu beli dua-tiga kilo, sekarang satu kilo pun ditawar,” tutur Nurhayati. Baginya, kelesuan ekonomi bukan sekadar angka di berita, melainkan kenyataan pahit yang menggerus omzet harian. “Modal terus naik, tapi pembeli makin hemat. Kalau begini terus, kami yang kecil-kecil ini yang paling duluan kena.”

“Kalau negara terus defisit, ujung-ujungnya kan cari pemasukan. Yang paling dekat ke kita ya pajak.”

— Alia, Pegawai Swasta

Baca Juga: Realisasi Penerimaan Pajak dan Tantangan Ekonomi 2025

Kegelisahan Nurhayati adalah potret mikro dari tantangan makroekonomi yang sedang dihadapi Indonesia. Di sisi lain, kelas menengah seperti Alia, seorang pegawai swasta, mulai merasakan himpitan ganda. Di satu sisi gaji naiknya lambat, di sisi lain biaya hidup kian mencekik. Isu pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun memicu kecemasan baru: potensi kenaikan pungutan negara.

“Rasanya capek. Gaji naiknya pelan, tapi biaya hidup makin mahal. Bukan berarti saya menolak bayar pajak, tapi saya ingin yakin bahwa uang yang kami setor benar-benar dikelola dengan baik, bukan sekadar menambal defisit,” tegas Alia.

Bayang-Bayang Shortfall dan Lampu Kuning Defisit

Kekhawatiran masyarakat beralasan. Data menunjukkan adanya shortfall (kekurangan) penerimaan pajak senilai Rp271,7 triliun pada 2025. Realisasi penerimaan pajak hanya mampu menyentuh 87,6% dari target, sebuah sinyal bahwa mesin ekonomi sedang tidak berputar kencang.

Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, Ajib Hamdani, menilai kondisi ini dipicu oleh kendala penerapan coretax administration system serta pertumbuhan ekonomi yang melandai. Ia menyarankan pemerintah lebih serius mengoptimalkan sistem baru tersebut di tahun 2026 tanpa “mengganggu” sektor riil yang sedang berjuang.

Baca Juga: Strategi Pemerintah Genjot Rasio Pajak di Tengah Ketidakpastian Global

Dampak dari seretnya penerimaan ini membuat defisit APBN 2025 melebar hingga Rp695,1 triliun, atau setara 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini nyaris menyentuh batas keramat 3% yang diamanatkan undang-undang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal. “Kita pastikan defisit tidak di atas 3%. Defisit memang naik ke 2,92% dari rencana awal 2,78%,” ujarnya.

Wanti-Wanti DPR: “Kalau nabrak 3%, sudah bahaya. Tentu presiden juga enggak mau nabrak undang-undang.”

Anggota Komisi XI DPR, Harris Turino, sejak pertengahan tahun lalu telah memperingatkan risiko ini. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi jitu agar pelebaran defisit tidak menjadi bom waktu di tahun berjalan ini. Pasalnya, jika APBN goyah, dampaknya tidak hanya pada grafik statistik, tetapi merambat hingga ke lapak buah Nurhayati dan masa depan generasi muda seperti Ahmad Rifki yang cemas akan ketersediaan lapangan kerja.


Sumber Terkait:

  • Kementerian Keuangan – Publikasi APBN Kita
  • Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu
Johannes Albert

Johannes Albert

Next Post
Mimpi APBN Tanpa Defisit dan Realitas Fiskal yang Menyengat

Mimpi APBN Tanpa Defisit dan Realitas Fiskal yang Menyengat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Panduan Lengkap Cara Menanggapi SPKKP di Coretax DJP

Panduan Lengkap Menggunakan Simulator Coretax untuk Pengisian SPT Tahunan PPh Badan

October 9, 2025
Ingin Download NPWP Elektronik? Pastikan Akun Coretax Anda Sudah Aktif, Ini Langkah Resminya

Bukti Potong A1 Kini Bisa Diunduh di Coretax, Ini Panduan Lengkap Lapor SPT

January 6, 2026
Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

February 9, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

March 18, 2026
Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

March 18, 2026
Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

March 18, 2026
Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

March 17, 2026

Recent News

Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

March 18, 2026
Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

March 18, 2026
Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

March 18, 2026
Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

March 17, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version