website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Tuesday, 11 August 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Tumbuh 5,29%

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
August 11, 2026
in Nasional
0 0
0
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Tumbuh 5,29%
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pencapaian laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 yang tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan (year on year/yoy), Rabu (5/8/2026).

Capaian pertumbuhan tersebut tercatat melambat jika dibandingkan dengan realisasi kuartal I/2026 yang tumbuh sebesar 5,61%. Meski demikian, torehan ini lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2025 yang berada di level 5,12%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 bila dibandingkan secara tahunan tetap menunjukkan kinerja produksi yang solid.

Nilai PDB dan Kontribusi 5 Sektor Utama

BPS mengalkulasi nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal II/2026 menembus Rp6.552,1 triliun. Sementara itu, nilai PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.576,2 triliun.

Dilihat berdasarkan lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi membukukan kinerja positif, dengan pengecualian pada sektor pertambangan. Lima lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB meliputi industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

“Total kelima lapangan usaha tersebut mencakup sekitar 63,73% dari total PDB Indonesia,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud.

Baca Juga: Natura di Daerah Pertentu Bebas Pajak Butuh Penetapan DJP

Rincian Kinerja Sektor Industri dan Sumber Pertumbuhan

Dalam rinciannya, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang porsi terbesar terhadap PDB dengan porsi 18,50%. Selanjutnya, sektor pertanian berkontribusi sebesar 13,57%, perdagangan 13,02%, konstruksi 9,79%, dan pertambangan sebesar 8,87%.

Dari sisi laju pertumbuhan tahunan pada masing-masing sektor, industri pengolahan tumbuh 4,52% pada kuartal II/2026, disusul pertanian yang tumbuh 3,80%, perdagangan sebesar 6,39%, serta konstruksi sebesar 6,68%. Sebaliknya, sektor pertambangan mencatatkan kontraksi sebesar 1,64%.

Edy menjelaskan bahwa ditinjau dari sumber pertumbuhan, industri pengolahan menjadi penopang utama dengan memberikan kontribusi terbesar mencapai 0,90%.

Di samping industri pengolahan, sektor perdagangan menyumbang sumber pertumbuhan sebesar 0,83%, konstruksi sebesar 0,62%, serta informasi dan komunikasi (infokom) sebesar 0,48%. Sementara itu, gabungan sektor-sektor lainnya memberikan kontribusi akumulatif sebesar 2,46%.

Baca Juga: Pengusaha Minta DJP Perbarui Petunjuk Teknis PPh Marketplace

Proyeksi Kementerian Keuangan dan Faktor Geopolitik

Sebelum rilis BPS ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi kuartal II/2026 akan bergerak melambat dibandingkan pencapaian kuartal I/2026.

Menurut Purbaya, penurunan kecepatan tumbuh tersebut dipengaruhi oleh dinamika eksternal, antara lain pecahnya ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir Februari 2026, serta lonjakan harga minyak mentah akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Kalau kita lihat prediksi empat lembaga kelihatannya di bawah 5,6% untuk kuartal II/2026. Tapi mungkin enggak jauh dari 5,4%, jadi melambat tapi enggak parah-parah amat,” ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK.

Sumber Terkait:

  • Badan Pusat Statistik (BPS)
  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

April 30, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Perusahaan Tak Bayar Gaji Karyawan, Apakah Masih Wajib Lapor SPT Masa PPh 21?

Barito Timur Dorong Kepatuhan Pajak Restoran Lewat Undian Struk

August 11, 2026
Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Melambat di Q2/2026

Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Melambat di Q2/2026

August 11, 2026
Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22

Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22

August 11, 2026
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Tumbuh 5,29%

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Tumbuh 5,29%

August 11, 2026

Recent News

Perusahaan Tak Bayar Gaji Karyawan, Apakah Masih Wajib Lapor SPT Masa PPh 21?

Barito Timur Dorong Kepatuhan Pajak Restoran Lewat Undian Struk

August 11, 2026
Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Melambat di Q2/2026

Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Melambat di Q2/2026

August 11, 2026
Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22

Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22

August 11, 2026
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Tumbuh 5,29%

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Tumbuh 5,29%

August 11, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version