website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Thursday, 7 May 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia Turun Jadi 7,24 Juta Orang

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
May 7, 2026
in Nasional
0 0
0
BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia Turun Jadi 7,24 Juta Orang
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kondisi ketenagakerjaan di tanah air menunjukkan tren yang menggembirakan pada awal tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia berada pada angka 7,24 juta orang pada periode Februari 2026. Angka ini merepresentasikan potret positif karena mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa porsi pengangguran tersebut mencakup 4,67% dari total angkatan kerja nasional yang kini menyentuh 154,91 juta orang. Meski angka jutaan tersebut terlihat besar, secara substansi terjadi pengurangan jumlah orang yang tidak terserap pasar kerja.

“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja atau menjadi pengangguran, yaitu sebanyak 7,24 juta orang. Jumlah yang menganggur ini turun 35.000 orang dibandingkan Februari 2025,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti pada Selasa (5/5/2026).

Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

Lebih rinci, Amalia memaparkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2026 ini setara dengan 4,68%. Persentase ini lebih rendah jika dikomparasikan dengan capaian Februari 2025 yang kala itu tercatat sebesar 4,76%.

Baca Juga: WP Lapor SPT Lewat Coretax, DJP Bakal Teliti 3 Aspek Ini

Menariknya, perbaikan data jumlah pengangguran di Indonesia ini terjadi secara merata. Penurunan TPT ditemukan baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan. Selain itu, perbaikan serapan tenaga kerja ini juga menyentuh wilayah perkotaan hingga perdesaan tanpa terkecuali.

Komposisi Angkatan Kerja dan Penduduk Bekerja

BPS juga merilis data menyeluruh mengenai penduduk usia kerja di Indonesia yang kini mencapai 219,54 juta orang. Kelompok ini kemudian terbagi menjadi dua klasifikasi utama, yakni kelompok angkatan kerja dan kelompok yang bukan angkatan kerja.

Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang, atau tumbuh sebanyak 1,86 juta orang dibandingkan posisi Februari 2025. Dari total angkatan kerja tersebut, mayoritas merupakan penduduk bekerja yang jumlahnya mencapai 147,67 juta orang, bertambah 1,89 juta orang dari tahun lalu.

Baca Juga: Panduan Resmi DJP Untuk Pemeriksaan Formulir Fisik SPT Tahunan

Untuk memahami kualitas lapangan kerja, BPS membagi penduduk bekerja ke dalam tiga kategori spesifik. Pertama, pekerja penuh waktu yang mendominasi dengan jumlah 98,59 juta orang. Kedua, kelompok pekerja paruh waktu yang tercatat sebanyak 38,34 juta orang.

Terakhir, terdapat kategori setengah pengangguran yang mencakup 10,72 juta orang. Meskipun angka jumlah pengangguran di Indonesia secara total menurun, kelompok setengah pengangguran ini tetap menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik.

Baca Juga: Desakan Evaluasi PPN Avtur dan Bea Masuk Suku Cadang Penerbangan
Sumber Terkait:

  • Badan Pusat Statistik (BPS)
Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

April 30, 2026
Panduan Lengkap Cara Menanggapi SPKKP di Coretax DJP

Panduan Lengkap Menggunakan Simulator Coretax untuk Pengisian SPT Tahunan PPh Badan

October 9, 2025
Ingin Download NPWP Elektronik? Pastikan Akun Coretax Anda Sudah Aktif, Ini Langkah Resminya

Bukti Potong A1 Kini Bisa Diunduh di Coretax, Ini Panduan Lengkap Lapor SPT

January 6, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Optimisme Menkeu: Penerimaan Pajak Berpotensi Tumbuh Lebih Tinggi

Optimisme Menkeu: Penerimaan Pajak Berpotensi Tumbuh Lebih Tinggi

May 7, 2026
Defisit APBN Kuartal I/2026 Tembus Rp240 Triliun, Menkeu: Tetap Terjaga

Defisit APBN Kuartal I/2026 Tembus Rp240 Triliun, Menkeu: Tetap Terjaga

May 7, 2026
Aturan Baru Pajak 2026: Kamerun Wajibkan Sistem E-Invoicing secara Real-Time

Aturan Baru Pajak 2026: Kamerun Wajibkan Sistem E-Invoicing secara Real-Time

May 7, 2026
Inovasi Buleleng: Bayar Pajak PBB Bisa Pakai Sampah Plastik

Inovasi Buleleng: Bayar Pajak PBB Bisa Pakai Sampah Plastik

May 7, 2026

Recent News

Optimisme Menkeu: Penerimaan Pajak Berpotensi Tumbuh Lebih Tinggi

Optimisme Menkeu: Penerimaan Pajak Berpotensi Tumbuh Lebih Tinggi

May 7, 2026
Defisit APBN Kuartal I/2026 Tembus Rp240 Triliun, Menkeu: Tetap Terjaga

Defisit APBN Kuartal I/2026 Tembus Rp240 Triliun, Menkeu: Tetap Terjaga

May 7, 2026
Aturan Baru Pajak 2026: Kamerun Wajibkan Sistem E-Invoicing secara Real-Time

Aturan Baru Pajak 2026: Kamerun Wajibkan Sistem E-Invoicing secara Real-Time

May 7, 2026
Inovasi Buleleng: Bayar Pajak PBB Bisa Pakai Sampah Plastik

Inovasi Buleleng: Bayar Pajak PBB Bisa Pakai Sampah Plastik

May 7, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version