JAKARTA – Kondisi ketenagakerjaan di tanah air menunjukkan tren yang menggembirakan pada awal tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia berada pada angka 7,24 juta orang pada periode Februari 2026. Angka ini merepresentasikan potret positif karena mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa porsi pengangguran tersebut mencakup 4,67% dari total angkatan kerja nasional yang kini menyentuh 154,91 juta orang. Meski angka jutaan tersebut terlihat besar, secara substansi terjadi pengurangan jumlah orang yang tidak terserap pasar kerja.
“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja atau menjadi pengangguran, yaitu sebanyak 7,24 juta orang. Jumlah yang menganggur ini turun 35.000 orang dibandingkan Februari 2025,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti pada Selasa (5/5/2026).
Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Lebih rinci, Amalia memaparkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2026 ini setara dengan 4,68%. Persentase ini lebih rendah jika dikomparasikan dengan capaian Februari 2025 yang kala itu tercatat sebesar 4,76%.
Menariknya, perbaikan data jumlah pengangguran di Indonesia ini terjadi secara merata. Penurunan TPT ditemukan baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan. Selain itu, perbaikan serapan tenaga kerja ini juga menyentuh wilayah perkotaan hingga perdesaan tanpa terkecuali.
Komposisi Angkatan Kerja dan Penduduk Bekerja
BPS juga merilis data menyeluruh mengenai penduduk usia kerja di Indonesia yang kini mencapai 219,54 juta orang. Kelompok ini kemudian terbagi menjadi dua klasifikasi utama, yakni kelompok angkatan kerja dan kelompok yang bukan angkatan kerja.
Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang, atau tumbuh sebanyak 1,86 juta orang dibandingkan posisi Februari 2025. Dari total angkatan kerja tersebut, mayoritas merupakan penduduk bekerja yang jumlahnya mencapai 147,67 juta orang, bertambah 1,89 juta orang dari tahun lalu.
Untuk memahami kualitas lapangan kerja, BPS membagi penduduk bekerja ke dalam tiga kategori spesifik. Pertama, pekerja penuh waktu yang mendominasi dengan jumlah 98,59 juta orang. Kedua, kelompok pekerja paruh waktu yang tercatat sebanyak 38,34 juta orang.
Terakhir, terdapat kategori setengah pengangguran yang mencakup 10,72 juta orang. Meskipun angka jumlah pengangguran di Indonesia secara total menurun, kelompok setengah pengangguran ini tetap menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik.














