website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
Sunday, 1 February 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Internasional

Aturan Pajak Homestay Wales Bakal Direvisi, Pelaku Usaha Pariwisata Beri Respons Keras

Johannes Albert by Johannes Albert
September 5, 2025
in Internasional
0 0
0
Kabar Gembira! Pemerintah AS Bebaskan Pajak Tip untuk 68 Jenis Pekerjaan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

WALES – Aturan pajak kontroversial bagi pemilik akomodasi liburan mandiri di Wales kemungkinan besar akan diubah. Pemerintah Wales tengah mengajukan usulan baru yang dinilai lebih fleksibel, setelah aturan ketat yang berlaku sejak 2023 menuai banyak kritik.

Sejak tahun 2023, properti sewa mandiri wajib tersedia selama 252 hari dan benar-benar disewakan minimal 182 hari setiap tahun agar tetap membayar non-domestic rates (pajak usaha) alih-alih tarif council tax yang lebih tinggi. Namun, pemerintah kini mengusulkan sistem rata-rata 182 hari sewa dalam beberapa tahun, bukan hitungan tahunan yang kaku.

“Kami mendengarkan masukan dari masyarakat dan pelaku usaha. Usulan perubahan ini merupakan penyesuaian kecil yang bertujuan meringankan beban,” kata Sekretaris Kabinet Keuangan dan Bahasa Wales, Mark Drakeford.

Baca Juga: IHF Desak Pemerintah Irlandia Turunkan PPN Salon Jadi 9%

Namun, usulan tersebut langsung menuai kritik. Masyarakat bahasa Wales Cymdeithas yr Iaith menilai pemerintah seharusnya fokus pada krisis perumahan, bukan melonggarkan aturan baru. Sementara Asosiasi Profesional Pengelola Homestay (Pasc) menyebut revisi itu hanya “gestur simbolis” yang tidak menyentuh akar masalah industri pariwisata.

Politisi oposisi juga angkat bicara. Konservatif Wales, Gareth Davies, menyebut aturan 182 hari telah “merusak industri pariwisata” dan berjanji akan menurunkan ambang batas menjadi 105 hari jika partainya berkuasa. Sementara Plaid Cymru menyambut baik fleksibilitas baru, meski tetap menilai ambang batas 182 hari menjadi sumber kecemasan bagi bisnis kecil di pedesaan.

“Sekadar mengutak-atik aturan tidak akan membantu bisnis yang tengah kesulitan. Yang dibutuhkan adalah penurunan batas ambang yang signifikan,” ujar Gareth Davies.

Aturan lama di Inggris sebelumnya hanya mewajibkan 140 hari tersedia dan 70 hari benar-benar disewa. Tetapi Wales memilih standar jauh lebih tinggi, sehingga banyak properti berpotensi dianggap rumah kedua dan terkena council tax premium. Menurut data, 40% homestay di Wales gagal memenuhi ambang batas sejak 2023.

Dalam usulan baru, hingga 14 hari sewa gratis untuk amal dapat dihitung menuju target 182 hari. Konsultasi publik akan dibuka hingga 20 November 2025, dan jika disetujui, perubahan akan berlaku mulai 1 April 2026.

Baca Juga: Malta Naikkan Tarif Pajak Efektif Jadi 15% untuk Multinasional

Kritik keras juga datang dari Asosiasi Pariwisata Wales. Mereka menilai banyak operator terpaksa memberikan diskon besar hanya untuk memenuhi 182 hari, sesuatu yang “tidak berkelanjutan”. Sejumlah pemilik homestay bahkan menerima tagihan council tax dan premi rumah kedua hingga puluhan ribu pound secara retroaktif.

“Industri pariwisata kehilangan lebih dari seperempat pengunjung menginap sejak aturan ini diterapkan. Pemilik usaha bekerja lebih keras hanya untuk bertahan, dengan 85% terpaksa memberi diskon,” ungkap Direktur Pasc UK Cymru, Nicky Williamson.

Baca Juga: Denmark Pangkas Pajak Listrik Hampir Nol untuk Ringankan Ekonomi

Di sisi lain, ada pula kisah personal yang menggambarkan dampak aturan ini. Wendy Kennedy, pemilik homestay di Gower Peninsula, Swansea, mengaku mulai kehilangan semangat. Meski awalnya usaha ini menjadi petualangan menyenangkan, kini ia merasa terus dihantui kemungkinan gagal memenuhi aturan 182 hari.

“Kami suka menerima tamu, tapi di balik itu ada tekanan besar. Jika gagal, kami bisa dianggap rumah kedua dan terkena pajak mahal,” ungkap Wendy.

Dengan berbagai kritik yang muncul, konsultasi publik akan menjadi ujian penting. Apakah pemerintah Wales akan benar-benar meringankan beban usaha pariwisata atau tetap mempertahankan standar tinggi yang memicu keresahan, masih harus ditunggu hingga keputusan final di Senedd.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai sistem perpajakan di Inggris dan Wales, masyarakat dapat mengakses situs resmi Pemerintah Inggris (Gov.UK).

Tags: aturan pajakInggris Rayapajak homestayPajak Propertipariwisatareformasi pajakWales
Johannes Albert

Johannes Albert

Next Post
Kabar Gembira! Pemerintah AS Bebaskan Pajak Tip untuk 68 Jenis Pekerjaan

Kabar Gembira! Pemerintah AS Bebaskan Pajak Tip untuk 68 Jenis Pekerjaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Panduan Lengkap Cara Menanggapi SPKKP di Coretax DJP

Panduan Lengkap Menggunakan Simulator Coretax untuk Pengisian SPT Tahunan PPh Badan

October 9, 2025
Ingin Download NPWP Elektronik? Pastikan Akun Coretax Anda Sudah Aktif, Ini Langkah Resminya

Bukti Potong A1 Kini Bisa Diunduh di Coretax, Ini Panduan Lengkap Lapor SPT

January 6, 2026
DJP Gunakan Data Beneficial Ownership untuk Pemeriksaan

Catat! Laporan Keuangan Satu Pintu Resmi Berlaku Mulai 2027

October 20, 2025
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
Makan Bergizi Gratis untuk 15 Juta Warga Didukung Pajak Rp8,2T

Makan Bergizi Gratis untuk 15 Juta Warga Didukung Pajak Rp8,2T

0
HUT 80 RI, Mimika Hapus Sanksi Pajak Daerah

HUT 80 RI, Mimika Hapus Sanksi Pajak Daerah

0
PKB Ingatkan Sri Mulyani: Pajak dan Zakat Berbeda, Jangan Disamakan

PKB Ingatkan Sri Mulyani: Pajak dan Zakat Berbeda, Jangan Disamakan

0
Aktivasi Coretax Terus Meningkat, 11,39 Juta Wajib Pajak Sudah Terdaftar

Salah Input Data SSP PHTB? Begini Prosedur Penggantian dan Pembatalannya di Coretax

February 1, 2026
Hingga 21 Januari 2026, DJP Terima 398.091 SPT Tahunan via Coretax System

SPT Tahunan Status Lebih Bayar? DJP Imbau Wajib Pajak Jangan Terburu-buru Lapor

February 1, 2026
Shortfall Pajak 2025 Berpotensi Melebar, Purbaya Janji Evaluasi Total

Menkeu Purbaya Siapkan ‘Gebrakan’ Rotasi Besar-besaran Pejabat Pajak Pekan Depan

February 1, 2026
KPP Surakarta Kerahkan Satgas Khusus: Pastikan Wajib Pajak Lancar Lapor SPT via Coretax

KPP Surakarta Kerahkan Satgas Khusus: Pastikan Wajib Pajak Lancar Lapor SPT via Coretax

February 1, 2026

Recent News

Aktivasi Coretax Terus Meningkat, 11,39 Juta Wajib Pajak Sudah Terdaftar

Salah Input Data SSP PHTB? Begini Prosedur Penggantian dan Pembatalannya di Coretax

February 1, 2026
Hingga 21 Januari 2026, DJP Terima 398.091 SPT Tahunan via Coretax System

SPT Tahunan Status Lebih Bayar? DJP Imbau Wajib Pajak Jangan Terburu-buru Lapor

February 1, 2026
Shortfall Pajak 2025 Berpotensi Melebar, Purbaya Janji Evaluasi Total

Menkeu Purbaya Siapkan ‘Gebrakan’ Rotasi Besar-besaran Pejabat Pajak Pekan Depan

February 1, 2026
KPP Surakarta Kerahkan Satgas Khusus: Pastikan Wajib Pajak Lancar Lapor SPT via Coretax

KPP Surakarta Kerahkan Satgas Khusus: Pastikan Wajib Pajak Lancar Lapor SPT via Coretax

February 1, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version