JAKARTA – Pemerintah terus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan laut guna menjamin keamanan dan ketertiban lalu lintas logistik internasional. Dalam rangka menjalankan fungsi perlindungan masyarakat, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini aktif melakukan rangkaian pemeriksaan kapal pesiar asing yang datang dan hendak berlabuh di wilayah perairan Indonesia.
Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas tersebut, petugas di lapangan akan melakukan pemeriksaan fisik kapal secara menyeluruh (boatzoeking). Selain itu, aparat juga melakukan penelitian dokumen pabean terhadap sarana pengangkut serta seluruh barang bawaan penumpang guna memastikan kepatuhan regulasi perpajakan internasional.
“Masyarakat dapat merasakan manfaatnya melalui kelancaran mobilitas internasional serta perlindungan dari masuknya barang-barang yang melanggar ketentuan,” ujar Budi Prasetiyo, dikutip pada Senin (11/5/2026).
Pemeriksaan SH Minerva di Pelabuhan Jayapura
Sebagai salah satu wujud nyata di lapangan, instansi vertikal DJBC belum lama ini melaksanakan prosedur pengecekan fisik terhadap kapal pesiar mewah internasional bernama SH Minerva saat bersandar di Pelabuhan Jayapura. Kapal pesiar megah berbendera Liberia tersebut merapat ke bumi cenderawasih setelah menempuh pelayaran panjang dari Madang, Papua Nugini.
Sesuai dengan rencana rute perjalanannya, kapal wisata asing ini dijadwalkan akan melintasi dan menyinggahi sejumlah destinasi wisata bahari unggulan yang tersebar di wilayah Papua serta Papua Barat. Guna memperkuat aspek pengawasan di pintu masuk negara, DJBC mengoptimalkan pemanfaatan mesin X-ray modern yang ditempatkan di Dermaga 1 Terminal Penumpang Jayapura.
Penerapan instrumen teknologi pemindai ini membantu proses screening barang bawaan milik turis asing berjalan jauh lebih cepat, akurat, dan transparan. Langkah modernisasi ini memastikan fungsi pengawasan kepabeanan di pelabuhan tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan kenyamanan pelayanan publik kepada para pelancong mancanegara.
“Pengawasan di pintu masuk negara memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas internasional,” kata Budi menambahkan.
Penerapan Sistem Digital All Indonesia
Berdasarkan hasil laporan berita acara pemeriksaan fisik dan dokumen, Budi mengonfirmasi bahwa seluruh kondisi material di dalam kapal pesiar SH Minerva telah sesuai dengan dokumen pemberitahuan pabean yang diserahkan nakhoda. Petugas juga memastikan tidak menemukan adanya indikasi penyelundupan paket narkotika, senjata api ilegal, maupun barang berbahaya lainnya.
Di samping memperketat proteksi wilayah kedaulatan, kedatangan kapal pesiar SH Minerva ini dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk implementasi penuh sistem pelaporan kedatangan sarana pengangkut digital melalui aplikasi All Indonesia. Platform mutakhir ini mengintegrasikan layanan kepabeanan laut berbasis digital di seluruh wilayah kerja pabean tanah air.
Dengan integrasi sistem informasi All Indonesia tersebut, alur pemrosesan administrasi kedatangan kapal asing kini diklaim berjalan jauh lebih ringkas dan efektif. “Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan publik yang aman, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Budi menutup keterangannya.

