OXFORDSHIRE – Para pelaku usaha di sektor perhotelan dan hiburan Inggris memberikan peringatan keras mengenai potensi “bencana besar” yang mengancam keberlangsungan pub-pub tradisional. Kombinasi mematikan antara lonjakan biaya operasional, kenaikan pajak, dan beban upah minimum telah mendorong banyak unit usaha ke ambang kebangkrutan massal.
Andrew Joyce, pengelola Cotswold Merrymouth Inn, menyatakan kekhawatirannya bahwa tanpa dukungan yang lebih signifikan dan inklusif, industri ini tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang. Meski pemerintah telah menjanjikan paket bantuan, banyak pelaku usaha merasa kriteria yang ditetapkan masih terlalu sempit dan tidak menjangkau semua jenis bisnis penginapan.
“Jika kami tidak mendapatkan dukungan yang benar-benar dibutuhkan, industri pub yang menjadi identitas bangsa ini tidak akan mampu bertahan melampaui tahun ini.”
Beberapa pemilik usaha bahkan terpaksa mengambil langkah drastis dengan memberhentikan sebagian besar karyawan dan menutup layanan makanan demi menekan pengeluaran yang terus membengkak.
Skema Diskon Pajak Properti dan Pembekuan Tarif Bisnis
Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Inggris sebenarnya telah mengumumkan paket bantuan yang mulai berlaku pada April 2026. Paket ini mencakup diskon tarif bisnis sebesar 15% bagi tempat usaha yang memenuhi definisi hukum sebagai “pub”. Selain itu, tagihan pajak properti akan dibekukan selama dua tahun guna memberikan kepastian biaya bagi para pengusaha.
Kementerian Keuangan memperkirakan sekitar 75% pub akan merasakan manfaat berupa penurunan tagihan pajak atau setidaknya nilai yang tetap sama hingga periode 2026–2027. Langkah ini diambil bersamaan dengan reformasi tarif untuk mendukung pusat kota melalui paket dukungan senilai £4,3 miliar.
Kesenjangan Dukungan Bagi Sektor Hotel dan Penginapan
Meskipun terdapat paket bantuan, muncul kontroversi mengenai definisi “pub” dalam aturan pemerintah. Bisnis yang memiliki elemen akomodasi atau hotel seringkali tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan diskon 15%. Hal ini memaksa pemilik usaha untuk melakukan diversifikasi mandiri, seperti meningkatkan investasi pada penyelenggaraan acara khusus agar tetap kompetitif.
Nick Evans, pengelola Old Crown Coaching Inn, menyebut industri ini telah mencapai “titik krisis”. Meskipun permintaan pelanggan tetap ada, kenaikan biaya energi dan bahan baku membuat keuntungan menipis, sehingga banyak bisnis hanya mampu bertahan melalui pengaturan rencana pembayaran utang yang rumit.
Pemerintah berdalih bahwa mereka telah menurunkan pajak properti komersial sebesar 5p bagi bisnis kecil di pusat kota, yang didanai melalui pengenaan tarif 33% lebih tinggi bagi gudang-gudang belanja online raksasa guna menciptakan persaingan yang lebih adil.
Sumber Terkait:














