website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Sunday, 1 November 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Insentif PPh 21 DTP Bakal Diperluas, Pemerintah Gas Daya Beli Jelang Akhir Tahun

Johannes Albert by Johannes Albert
September 13, 2025
in Nasional
0 0
0
Insentif PPh 21 DTP Bakal Diperluas, Pemerintah Gas Daya Beli Jelang Akhir Tahun
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan perluasan insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah (PPh 21 DTP) untuk memperkuat daya beli dan menjaga momentum konsumsi domestik. Skema baru sedang dibahas dan akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, PPh 21 DTP saat ini berlaku untuk pekerja di industri padat karya dengan gaji bulanan di bawah Rp10 juta berdasarkan PMK 10/2025. Rencana teranyar adalah memperluas cakupan sektor agar lebih banyak karyawan merasakan langsung keringanan pajak dalam bentuk pemotongan PPh 21 yang ditanggung pemerintah.

Perluasan PPh 21 DTP ditujukan menjaga dompet pekerja tetap tebal, agar konsumsi rumah tangga terus menjadi mesin utama pertumbuhan.

Airlangga menegaskan keputusan final mengenai cakupan dan masa berlaku akan ditentukan oleh Presiden. “Mudah-mudahan minggu depan bisa kita laporkan,” ujarnya usai rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian.

Baca Juga Kemenkeu Siapkan Aturan Suntik Dana Rp200 T ke Bank

Apa yang Berubah dari Skema Saat Ini?

  • Cakupan sektor berpotensi melebar dari padat karya ke sektor lain yang menyerap tenaga kerja besar.
  • Efek langsung ke take-home pay: PPh 21 ditanggung pemerintah sehingga gaji bersih pekerja naik sementara.
  • Sasaran kebijakan: menjaga konsumsi, menahan dampak perlambatan global, dan mendukung pemulihan industri.
Pengumuman resmi di Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian.

Stimulus Tambahan di Kuartal IV/2025

Perluasan PPh 21 DTP bukan satu-satunya amunisi. Pemerintah menyiapkan paket stimulus komplementer:

  • Kredit investasi padat karya untuk revitalisasi mesin produksi.
  • Stimulus pariwisata: event nasional, bundling paket wisata, dan diskon transportasi jelang Nataru.
  • Dukungan perumahan: tambahan kuota FLPP (220K → 350K unit), program KUR perumahan, dan PPN DTP 100% untuk pembelian rumah sesuai ketentuan.
  • Program makan bergizi gratis: perluasan penerima dari 51 juta (September) ke 75 juta (November 2025).
Baca Juga Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp171 T, Disokong Cukai & Ekspor

Dampak yang Diharapkan

  • Menjaga konsumsi rumah tangga kontributor terbesar PDB tetap ekspansif.
  • Menopang daya saing industri dengan meringankan biaya tenaga kerja secara sementara.
  • Spillover positif ke sektor ritel, transportasi, pariwisata, dan perumahan.

Bagaimana Mekanisme PPh 21 DTP Bekerja?

  1. Perusahaan menghitung PPh 21 karyawan seperti biasa.
  2. PPh 21 yang memenuhi kriteria ditanggung pemerintah (tidak dipotong dari gaji).
  3. Perusahaan melakukan pelaporan sesuai format PMK dan pedoman DJP, serta melakukan rekonsiliasi saat masa insentif berakhir.

Skema ini efektif karena efeknya langsung terasa di dompet pekerja, tanpa menunggu proses pengembalian pajak.

Sinkron dengan Kebijakan Likuiditas

Perluasan PPh 21 DTP bersanding dengan kebijakan penguatan likuiditas perbankan dan dorongan kredit ke sektor riil, sehingga transmisi fiskal-moneter lebih cepat menyentuh pelaku usaha dan rumah tangga.

Johannes Albert

Johannes Albert

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Ketentuan Baru Pelaporan Struktur Manajemen Perusahaan dalam Coretax.

April 30, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Ada Diskon hingga Penghapusan Denda

16
Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

Integrasi Data Tanah, Parigi Moutong Bidik Potensi Pajak Baru

10
Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

Restitusi Pajak Tembus Rp198,71 Triliun, PPN dan PPnBM Mendominasi

6
Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

Memahami Penghitungan PPh Final bagi Pengusaha Kecil pada 2026

5
PMK 71/2026 Ubah Skema Pembayaran Pokok Pajak dan Denda

PMK 71/2026 Ubah Skema Pembayaran Pokok Pajak dan Denda

November 1, 2026
Ekonomi Belum Tercatat Diperkirakan Rp10.000 Triliun, Hashim Soroti Pajak

Ekonomi Belum Tercatat Diperkirakan Rp10.000 Triliun, Hashim Soroti Pajak

November 1, 2026
DJP Bali Klarifikasi Data Wajib Pajak, Totalnya 10.000

DJP Bali Klarifikasi Data Wajib Pajak, Totalnya 10.000

November 1, 2026
Riset Jadi Sorotan dalam Forum Perpajakan Internasional 2026

Riset Jadi Sorotan dalam Forum Perpajakan Internasional 2026

November 1, 2026

Recent News

PMK 71/2026 Ubah Skema Pembayaran Pokok Pajak dan Denda

PMK 71/2026 Ubah Skema Pembayaran Pokok Pajak dan Denda

November 1, 2026
Ekonomi Belum Tercatat Diperkirakan Rp10.000 Triliun, Hashim Soroti Pajak

Ekonomi Belum Tercatat Diperkirakan Rp10.000 Triliun, Hashim Soroti Pajak

November 1, 2026
DJP Bali Klarifikasi Data Wajib Pajak, Totalnya 10.000

DJP Bali Klarifikasi Data Wajib Pajak, Totalnya 10.000

November 1, 2026
Riset Jadi Sorotan dalam Forum Perpajakan Internasional 2026

Riset Jadi Sorotan dalam Forum Perpajakan Internasional 2026

November 1, 2026

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
    • Pandu News
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version