website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
Friday, 10 July 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Belanja Negara Naik, Defisit APBN 2026 Melebar Jadi 2,85%

Yesaya Dapot Tua Sitompul by Yesaya Dapot Tua Sitompul
July 10, 2026
in Nasional
0 0
0
Belanja Negara Naik, Defisit APBN 2026 Melebar Jadi 2,85%
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Dinamika pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara pada pertengahan tahun ini menunjukkan adanya penyesuaian postur akibat pengeluaran yang ekspansif. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan bahwa angka defisit APBN 2026 bakal mengalami pelebaran dan melampaui target pagu yang telah ditetapkan sebelumnya demi menopang program prioritas.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa defisit anggaran pada tahun berjalan ini diproyeksikan membengkak hingga menyentuh Rp734,3 triliun atau setara dengan 2,85% dari Produk Domestik B bruto (PDB). Persentase tersebut tercatat lebih tinggi secara signifikan ketimbang rencana awal fiskal yang semula dipatok senilai Rp689,1 triliun atau 2,68% dari PDB.

“Berdasarkan outlook pendapatan dan belanja negara tersebut, outlook defisit APBN tercatat Rp734,3 triliun,” kata Purbaya dalam rapat resmi penyampaian Laporan Semester (Lapsem) I APBN 2026 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR pada Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Awas Hangus! Wajib Daftar USKP Periode II/2026

Lonjakan Pagu Belanja Pusat dan Kebutuhan Subsidi Energi

Pelebaran target proyeksi defisit APBN 2026 ini utamanya dipicu oleh pembengkakan total pengeluaran belanja negara yang diperkirakan bakal menembus angka Rp3.942,4 triliun. Nilai eksekusi operasional ini setara dengan 102,6% dari pagu alokasi belanja awal pada APBN 2026 yang sebelumnya hanya dipatok senilai Rp3.842,7 triliun.

Secara lebih perinci, komponen belanja pemerintah pusat diperkirakan akan menyerap dana hingga Rp3.245,5 triliun atau mencapai 103% dari pagu anggaran awal. Sementara itu, untuk pos alokasi dana transfer ke daerah (TKD) diproyeksikan terserap sebesar Rp696,9 triliun atau setara dengan 100,6% dari target pagu nasional.

“Outlook belanja ditujukan untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli, serta untuk mendukung penyelenggaraan pemda,” ujar Purbaya. Menkeu menambahkan bahwa draf realisasi belanja tersebut sudah memperhitungkan tambahan alokasi dana senilai Rp132 triliun untuk pemenuhan pembayaran subsidi dan kompensasi energi nasional.

Baca Juga: Aturan Insentif Pemungutan Pajak Daerah Segera Direvisi

Performa Pendapatan Negara Didukung Lonjakan PNBP

Di sisi lain, pos pendapatan negara pada tahun ini memperlihatkan tren pelampauan target yang cukup baik, meskipun belum cukup menahan laju pelebaran pengeluaran belanja. Akumulasi total pendapatan negara hingga akhir tahun buku diperkirakan mampu mencapai Rp3.208,1 triliun, atau setara dengan 101,7% dari target awal senilai Rp3.153,6 triliun.

Kinerja positif pelampauan target pendapatan tersebut didukung penuh oleh porsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tumbuh melesat secara agresif. PNBP nasional diperkirakan dapat menembus level Rp575,1 triliun, yang mencerminkan capaian sebesar 125,2% dari target awal yang ditetapkan senilai Rp459,2 triliun. Pemerintah berkomitmen mengoptimalkan perpaduan instrumen fiskal ini demi menjaga keberlanjutan roda ekonomi makro nasional di tengah fluktuasi global.

Sumber Terkait:

  • Kementerian Keuangan Republik Indonesia
  • Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Yesaya Dapot Tua Sitompul

Yesaya Dapot Tua Sitompul

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Mudah dan Cepat! Ini Cara Ambil e-SPPT PBB Jakarta Secara Online

April 23, 2026
Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Aturan Baru DHE SDA Mulai Berlaku 1 Juni 2026

May 18, 2026
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Begini Cara Update Data Pemegang Saham di Sistem Coretax

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

April 30, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Coretax Dibenahi demi Tekan Shortfall Penerimaan Pajak

Coretax Dibenahi demi Tekan Shortfall Penerimaan Pajak

July 10, 2026
Cari Layanan Mudah dengan Fitur Search Coretax

Cari Layanan Mudah dengan Fitur Search Coretax

July 10, 2026
Menkeu Lantik Pejabat Baru DJP, Minta Penerimaan Dijaga dengan Cara Benar

Purbaya Optimistis Defisit APBN 2026 Bisa Lebih Rendah

July 10, 2026
Bea Cukai RI Resmi Perluas Kerja Sama MRA AEO

Bea Cukai RI Resmi Perluas Kerja Sama MRA AEO

July 10, 2026

Recent News

Coretax Dibenahi demi Tekan Shortfall Penerimaan Pajak

Coretax Dibenahi demi Tekan Shortfall Penerimaan Pajak

July 10, 2026
Cari Layanan Mudah dengan Fitur Search Coretax

Cari Layanan Mudah dengan Fitur Search Coretax

July 10, 2026
Menkeu Lantik Pejabat Baru DJP, Minta Penerimaan Dijaga dengan Cara Benar

Purbaya Optimistis Defisit APBN 2026 Bisa Lebih Rendah

July 10, 2026
Bea Cukai RI Resmi Perluas Kerja Sama MRA AEO

Bea Cukai RI Resmi Perluas Kerja Sama MRA AEO

July 10, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version