WELLINGTON – Pemerintah Selandia Baru memutuskan membatalkan rencana kenaikan cukai BBM Selandia Baru yang sebelumnya dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Kebijakan tersebut diambil untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup yang masih dirasakan setelah periode tekanan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Keuangan Selandia Baru Nicola Willis mengatakan, dengan keputusan tersebut, kenaikan tarif cukai bahan bakar minyak berikutnya tidak lagi berlaku pada 2027 dan baru akan dimulai pada Januari 2028.
“Membatalkan kenaikan cukai BBM akan memberikan lebih banyak waktu bagi masyarakat Selandia Baru untuk pulih dari tekanan ekonomi pascapandemi Covid-19 dan ketidakpastian baru-baru ini di Timur Tengah,” kata Nicola Willis, dikutip pada Selasa (1/9/2026).
Kenaikan NZ$0,12 per Liter Dibatalkan
Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan tarif cukai BBM sebesar NZ$0,12 per liter mulai 1 Januari 2027. Kenaikan dengan nilai yang sama juga direncanakan berlaku terhadap road user charges (RUC), yaitu pungutan yang dikenakan kepada pengguna jalan tertentu.
Willis mengatakan keputusan membatalkan kenaikan tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintah yang sebelumnya juga telah membatalkan kenaikan tarif cukai BBM yang diusulkan oleh pemerintahan terdahulu.
Ekonomi Selandia Baru Mulai Membaik
Menurut Willis, kondisi perekonomian Selandia Baru saat ini mulai menunjukkan perbaikan. Inflasi telah turun secara signifikan dibandingkan dengan level puncaknya yang sempat mencapai 7,3%.
Pertumbuhan upah juga diperkirakan akan lebih tinggi daripada kenaikan harga setiap tahun. Pada saat yang sama, sekitar 220.000 lapangan kerja baru diproyeksikan tercipta hingga 2030.
Willis menilai pembatalan kenaikan cukai BBM Selandia Baru dapat dilakukan karena pemerintah telah mengelola keuangan negara secara hati-hati.
Pengelolaan tersebut, menurut dia, membuat Selandia Baru berada di jalur untuk kembali mencatat surplus anggaran pada tahun fiskal 2028/2029. Target tersebut bahkan lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan yang dibuat pada tahun sebelumnya.
Biaya Proyek Transportasi Naik 45%
Meski demikian, Menteri Transportasi Selandia Baru Chris Bishop mengingatkan bahwa pembatalan atau penundaan kenaikan tarif cukai BBM tidak dapat dilakukan secara terus-menerus.
Menurut Bishop, rata-rata biaya proyek transportasi telah meningkat hingga 45% sejak 2020. Pada periode yang sama, tarif cukai BBM tetap dipertahankan.
Dia menilai mempertahankan tarif cukai BBM tanpa penyesuaian secara berkelanjutan berisiko mengganggu fondasi pendanaan sistem transportasi darat Selandia Baru.
“Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah telah menyepakati jalur baru yang lebih berkelanjutan untuk kenaikan pajak bahan bakar,” ujar Bishop sebagaimana dilansir times.co.nz.
Kenaikan Cukai Dimulai Januari 2028
Berdasarkan kebijakan baru pemerintah, tarif cukai BBM akan naik sebesar NZ$0,05 atau sekitar Rp523 per liter mulai 1 Januari 2028.
Setelah kenaikan pertama tersebut, pemerintah akan kembali menaikkan tarif sebesar NZ$0,05 per liter sebanyak tiga kali dengan interval setiap enam bulan.
Skema itu membuat penyesuaian tarif dilakukan secara bertahap, berbeda dengan rencana sebelumnya yang langsung menaikkan tarif sebesar NZ$0,12 per liter pada awal 2027.
Setelah rangkaian kenaikan bertahap tersebut selesai, kenaikan sebesar NZ$0,05 per liter setiap tahun akan kembali diberlakukan mulai 1 Januari 2030.
Dengan perubahan jadwal tersebut, masyarakat Selandia Baru memperoleh tambahan waktu sebelum kenaikan cukai bahan bakar kembali diberlakukan, sementara pemerintah tetap mempertahankan rencana penyesuaian tarif untuk mendukung keberlanjutan pendanaan sistem transportasi darat.