EDINBURGH – National Trust for Scotland (NTS), organisasi amal konservasi independen berbasis di Skotlandia, menyerukan reformasi pajak pertambahan nilai (PPN) guna menyelamatkan bangunan bersejarah yang kian terancam. Seruan tersebut menguat menjelang pemilihan anggota parlemen pada Mei mendatang.
NTS menilai rezim PPN yang berlaku saat ini justru merugikan upaya pelestarian arsitektur bersejarah. Oleh karena itu, organisasi ini mendesak para kandidat parlemen untuk turut menyuarakan perubahan kebijakan fiskal demi melindungi warisan budaya Skotlandia.
“Rezim PPN saat ini mendorong pengabaian dan penghancuran bangunan-bangunan yang memiliki karakter,”
— Philip Long, CEO National Trust for Scotland
PPN 20% Dinilai Bebani Restorasi
NTS mengungkapkan bahwa pemerintah Inggris Raya saat ini memberlakukan PPN sebesar 20% atas sebagian besar proyek restorasi dan renovasi bangunan. Sebaliknya, pembangunan gedung baru maupun penghancuran bangunan lama justru dikenakan tarif PPN 0%.
Kondisi tersebut dinilai menciptakan tekanan struktural terhadap pelestarian bangunan bersejarah. Padahal, dari perspektif lingkungan, bangunan paling ramah lingkungan adalah bangunan yang sudah ada dan dimanfaatkan kembali.
Manfaat Lingkungan dan Ekonomi Reformasi PPN
Organisasi yang memiliki lebih dari 340.000 anggota ini menilai reformasi PPN berpotensi memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan perekonomian. Penggunaan kembali bangunan yang sudah ada disebut mampu mencegah pelepasan sekitar 240.000 ton karbon, sekaligus mendukung target net-zero emission.
Penelitian independen juga menunjukkan bahwa penghapusan PPN pada bangunan bersejarah dapat menyuntikkan dana sebesar GBP15 miliar atau sekitar Rp344,63 triliun ke dalam perekonomian Inggris. Kebijakan tersebut diperkirakan mampu menciptakan hingga 95.000 lapangan kerja baru.
Sentimen publik pun sejalan dengan dorongan reformasi tersebut. Survei pada Desember 2025 mencatat sebanyak 58% responden mendukung pemberian keringanan PPN bagi konservasi bangunan bersejarah.
Direktur Konservasi dan Kebijakan NTS, Diarmid Hearns, menyoroti tantangan besar pelestarian bangunan tua di Skotlandia. Hampir 20% rumah di wilayah tersebut dibangun sebelum 1919, namun jumlah tenaga terampil untuk restorasi sangat terbatas.
Menurutnya, karakter kota-kota di Skotlandia terbentuk dari bangunan berusia ratusan tahun. Sayangnya, kebijakan pemerintah saat ini belum sepenuhnya berpihak pada upaya pelestarian tersebut.
“Kita harus bisa mengatasi hal ini,” ujar Hearns.















