JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pelantikan pejabat Kemenkeu yang mencakup ratusan pejabat eselon II, eselon III, serta kepala lembaga pada Kamis (10/9/2026). Pejabat yang dilantik juga berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 176 Tahun 2026 tentang Mutasi dan Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pertama di Lingkungan Kementerian Keuangan.
Purbaya menegaskan perubahan susunan pejabat bukan sekadar perpindahan jabatan atau tempat bekerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses organisasi agar Kementerian Keuangan terus bergerak, beradaptasi, dan meningkatkan kinerjanya.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi atau perubahan tempat bekerja, tetapi merupakan bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kementerian Keuangan terus bergerak, beradaptasi, dan bekerja semakin baik,” kata Purbaya dalam acara pelantikan di Gedung Kemenkeu.
Pejabat Baru Diminta Pastikan APBN Bekerja Lebih Cepat
Purbaya menegaskan para pejabat dan pejabat fungsional yang baru dilantik memiliki peran penting dalam memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bekerja secara lebih cepat dan tepat.
Menurutnya, pengelolaan APBN harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pergerakan perekonomian. Karena itu, pejabat baru di lingkungan Kemenkeu diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan kebijakan fiskal sesuai dengan tugas masing-masing.
Penguatan peran tersebut juga disebut sejalan dengan arah kebijakan yang telah disampaikan Purbaya sejak menjabat sebagai menteri keuangan.
Penerimaan Negara Diminta Naik Tanpa Beban Baru
Dalam arahannya, Purbaya juga meminta sumber daya manusia (SDM) Kementerian Keuangan terus mendorong peningkatan penerimaan negara.
Namun, peningkatan penerimaan tersebut diminta tidak dilakukan dengan menambah beban baru kepada masyarakat.
Selain memperkuat penerimaan, kualitas belanja negara juga harus terus ditingkatkan. Sistem perpajakan turut menjadi salah satu bidang yang perlu diperbaiki agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Masih ada proses bisnis yang harus diperbaiki, pelayanan yang harus dipercepat, penerimaan yang harus diperkuat, dan kualitas belanja yang harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perubahan susunan pejabat tidak hanya menyangkut organisasi internal, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas Kemenkeu, termasuk dalam pengelolaan penerimaan, belanja, dan pelayanan.
Sistem Perpajakan dan Pelayanan Masih Perlu Diperbaiki
Purbaya secara khusus menyinggung masih adanya proses bisnis yang membutuhkan pembenahan. Pelayanan kepada masyarakat juga diminta berjalan lebih cepat.
Di bidang perpajakan, perbaikan sistem diperlukan agar administrasi dan pelayanan dapat berjalan semakin efektif sekaligus mendukung penguatan penerimaan negara.
Pesan tersebut turut menjadi perhatian bagi pejabat yang ditempatkan di Direktorat Jenderal Pajak sebagai salah satu unit yang pejabatnya termasuk dalam pelantikan kali ini.
Pejabat Kemenkeu Diminta Tidak Berpuas Diri
Memasuki tahun kedua menjabat sebagai menteri keuangan, Purbaya juga mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Keuangan agar tidak berpuas diri terhadap capaian yang sudah diraih.
Menurutnya, institusi perlu bergerak lebih cepat dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Kecepatan tersebut antara lain dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan serta mengambil keputusan yang diperlukan untuk menjaga efektivitas pengelolaan keuangan negara.
Karena itu, pelantikan pejabat Kemenkeu juga menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi agar setiap unit mampu merespons tantangan dengan lebih baik.
Kemenkeu Lakukan Rotasi, Mutasi, dan Promosi
Untuk mendukung tujuan tersebut, Kementerian Keuangan melakukan rotasi, mutasi, promosi, serta pengisian jabatan di berbagai unit organisasi.
Purbaya mengatakan pejabat yang mendapatkan tanggung jawab baru telah dipilih berdasarkan kemampuan dan profesionalisme masing-masing.
Penyegaran organisasi dinilai diperlukan agar pegawai yang memiliki kemampuan dapat memperoleh kesempatan mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
“Organisasi yang sehat tidak boleh statis, kita perlu melakukan penyegaran, kita perlu memberikan kesempatan kepada orang-orang yang baik untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Kita juga perlu menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat, sesuai dengan tantangan yang kita hadapi,” katanya.
Orang yang Tepat Harus Ditempatkan di Posisi yang Tepat
Purbaya menekankan pentingnya menempatkan pejabat berdasarkan kesesuaian kemampuan dengan tantangan yang dihadapi setiap unit kerja.
Rotasi dan promosi karena itu tidak hanya dilakukan untuk mengisi jabatan kosong, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kemampuan organisasi.
Pejabat yang mendapatkan jabatan baru diharapkan dapat membawa pengalaman, profesionalisme, dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Hal tersebut menjadi penting karena Kementerian Keuangan memegang berbagai fungsi strategis, mulai dari penerimaan negara, perpajakan, belanja negara, hingga pengelolaan kebijakan fiskal.
Rotasi dan Mutasi Bukan Tujuan Akhir
Purbaya menegaskan rotasi, mutasi, promosi, maupun pengisian jabatan bukanlah tujuan akhir dari perubahan organisasi tersebut.
Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah perubahan positif yang mampu dibawa oleh para pejabat dan pejabat fungsional setelah menempati posisi barunya.
Pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu memperbaiki proses bisnis, mempercepat pelayanan, memperkuat penerimaan negara, serta meningkatkan kualitas belanja.
Dengan demikian, hasil dari pelantikan pejabat Kemenkeu diharapkan tidak berhenti pada perubahan struktur maupun posisi, tetapi memberikan dampak nyata bagi kemajuan institusi dan negara.













