website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
Wednesday, 18 March 2026
Putusan Pajak
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak
No Result
View All Result
website Berita Pajak TerUpdate Cepat, Akurat, dan Mendalam."
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Purbaya: Disiplin Fiskal Tegas Usai Bertemu IMF

Johannes Albert by Johannes Albert
October 13, 2025
in Nasional
0 0
0
Purbaya: Disiplin Fiskal Tegas Usai Bertemu IMF
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjaga kesinambungan fiskal jangka panjang. Pesan itu disampaikan usai pertemuan virtual dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva.

“Defisit APBN di bawah 3% dan rasio utang di bawah 60% terhadap PDB.”

— Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip Senin (13/10/2025)

Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mempertahankan disiplin fiskal yang kuat, sembari memperkuat peran sektor swasta sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Menurutnya, kombinasi antara belanja fiskal yang efektif dan dukungan investasi swasta akan menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Dalam dialog dengan IMF, Purbaya menegaskan pentingnya memperluas partisipasi swasta dalam proyek-proyek produktif, serta memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai di sistem perbankan. Pemerintah juga berupaya menata ulang prioritas belanja agar lebih berorientasi pada pembangunan ekonomi jangka panjang.

Baca juga: Defisit dijaga di bawah 3%, Purbaya tegaskan tak akan agresif

IMF Apresiasi Kinerja Ekonomi Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, IMF menyampaikan apresiasi terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas dan pertumbuhan di tengah gejolak global. Menurut lembaga itu, perubahan geopolitik, teknologi, dan demografi telah menimbulkan tantangan baru bagi banyak negara, namun Indonesia dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara fiskal dan moneter.

Purbaya mengatakan, IMF melihat Indonesia sebagai “bright spot” di tengah ketidakpastian global. Hal ini berkat reformasi struktural yang terus dijalankan pemerintah, termasuk pembentukan lembaga investasi strategis Danantara, hilirisasi sumber daya alam (SDA), serta penguatan sistem likuiditas untuk menjaga stabilitas keuangan.

“Fundamental ekonomi yang kuat, disiplin fiskal yang konsisten, dan sektor swasta yang adaptif menjadi kunci ketahanan Indonesia di tengah guncangan global.”

Purbaya juga menekankan pentingnya reformasi kelembagaan dan optimalisasi potensi generasi muda sebagai pendorong ekonomi masa depan. Ia menilai kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan harus tetap dijalankan tanpa melanggar prinsip kehati-hatian dan disiplin fiskal.

Strategi Fiskal: Insentif, Deregulasi, dan Likuiditas Murah

Pemerintah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui pemberian insentif fiskal, deregulasi kebijakan investasi, dan penyediaan likuiditas berbunga rendah. Langkah-langkah tersebut diharapkan mendorong produktivitas dan meningkatkan daya saing sektor swasta di tingkat global.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa base money atau uang beredar pada September 2025 tumbuh sekitar 13% (year-on-year) setelah pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank milik negara (Himbara). Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi cash management untuk menjaga likuiditas negara tetap aman namun tetap produktif dalam mendorong kegiatan ekonomi.

Langkah penempatan dana ini, menurut Purbaya, tidak hanya menjaga stabilitas kas negara, tetapi juga memberi dorongan pada perekonomian riil. Dengan likuiditas yang meningkat di sektor perbankan, pembiayaan bagi dunia usaha diharapkan menjadi lebih mudah dan murah.

Baca juga: Prabowo evaluasi DHE SDA, hasilnya belum maksimal?

Menumbuhkan Kepercayaan Publik dan Generasi Muda

Purbaya menegaskan, kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada kepercayaan publik. Ia ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki optimisme terhadap masa depan ekonomi nasional.

“Keyakinan publik terus dibangun melalui kebijakan yang konsisten dan transparan. Generasi muda harus yakin bahwa kebijakan ekonomi kita dapat menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terus diperkuat. Pemerintah memastikan agar koordinasi kebijakan moneter dan fiskal dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas makro.

“Kami tetap menjaga disiplin fiskal, tetapi juga memastikan setiap kebijakan pemerintah memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sumber Resmi Terkait

  • Kemenkeu.go.id
Johannes Albert

Johannes Albert

Next Post
Purbaya Dalami Modus Pecah Usaha UMKM Lewat Integrasi Data Kemenkumham

Purbaya Dalami Modus Pecah Usaha UMKM Lewat Integrasi Data Kemenkumham

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PBPK Jadi Tonggak Baru Keseragaman Pelaporan Keuangan Nasional

Email Tak Aktif Saat Aktivasi Coretax? Ini Solusi Resmi dari DJP

December 30, 2025
Panduan Lengkap Cara Menanggapi SPKKP di Coretax DJP

Panduan Lengkap Menggunakan Simulator Coretax untuk Pengisian SPT Tahunan PPh Badan

October 9, 2025
Ingin Download NPWP Elektronik? Pastikan Akun Coretax Anda Sudah Aktif, Ini Langkah Resminya

Bukti Potong A1 Kini Bisa Diunduh di Coretax, Ini Panduan Lengkap Lapor SPT

January 6, 2026
Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

Cara Isi Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh di SPT Tahunan WPOP

February 9, 2026
Lupa Sampaikan Pemberitahuan NPPN, Ini Risikonya bagi WP Orang Pribadi

Faktur Pajak “Tidak Ada” Tidak Dapat Dikreditkan, Namun Faktur Terlambat Masa Pajak Masih Bisa Dikreditkan: Putusan Majelis Dalam Sengketa Ppn

4
MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

MA Turunkan Biaya Kasasi dan PK Elektronik, Sekaligus Resmikan Pendaftaran HUM Daring

4
Banjir Aturan Baru DJP: Dari Pedoman MAP, Pengaduan, hingga Insentif Magang

DJP Bongkar Sindikat ‘Desa’ Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp180 Miliar

4
Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

Pemerintah Targetkan PDB Manufaktur Nonmigas Tumbuh 5,51% pada 2026

3
Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

March 18, 2026
Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

March 18, 2026
Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

March 18, 2026
Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

March 17, 2026

Recent News

Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

Daerah Ini Siapkan Insentif Rp34 M untuk ASN Pemungut Pajak

March 18, 2026
Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

Bayar Pajak Tak Perlu Bawa BPKB, Jumlah Pembayar Diyakini Meningkat

March 18, 2026
Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

Kalkulator reformasi pajak diluncurkan di Guernsey.

March 18, 2026
Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

Meski Cuti Lebaran, Batas Waktu Upload Faktur Pajak Tetap 20 Maret

March 17, 2026

Graha Binakarsa
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12940 (021) 21909087

Menu

  • Home
  • Berita
  • Literasi Perpajakan
  • Putusan dan Analisis
  • PajakNow Tools

Layanan Informasi

  • Pedoman Media Siber
  • Hak Cipta
  • Kebijakan Privasi
  • Media Partner
  • Hubungi
  • Disclaimer

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
    • Info Grafis
  • Literasi Perpajakan
    • Edukasi Perpajakan
    • Panduan Pajak
    • Studi Kasus
  • PajakNow Tools
    • Kurs Pajak
    • Narasi Data Pajak
    • Tarif bunga dan sanksi pajak
    • Kalkulator Pajak
  • Putusan dan Analisis
    • Analisis dan insight
    • Putusan MA
    • Putusan Pengadilan Pajak

© 2026 pajaknow.id - Berita Pajak yang Akurat, Cepat dan Lengkap

Go to mobile version