ABU DHABI – Wisatawan yang berbelanja di Uni Emirat Arab (UEA) kini dapat memperoleh pengembalian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jauh lebih cepat. Otoritas Pajak Federal atau Federal Tax Authority (FTA) memperkenalkan platform digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memangkas waktu pencairan dana menjadi satu hari kerja, dari sebelumnya sekitar sembilan hari, berdasarkan informasi per Oktober 2026.
Pembaruan ini mengintegrasikan sejumlah proses yang sebelumnya membutuhkan pemeriksaan dan penanganan administratif. Melalui aplikasi seluler, pemindaian kode QR, serta teknologi pengenalan wajah, wisatawan dapat menyelesaikan prosedur pengembalian pajak menjelang keberangkatan tanpa harus selalu menjalani pemeriksaan secara langsung.
Sistem tersebut telah diterapkan di tiga bandara internasional, yakni Bandara Internasional Dubai (DXB), Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi, dan Bandara Internasional Sharjah. Pengembangannya dilakukan bersama Planet, operator resmi skema pengembalian PPN bagi wisatawan di UEA.
Pengajuan Pengembalian PPN Kini Terintegrasi secara Digital
Platform yang diperbarui menggunakan aplikasi seluler, verifikasi transaksi otomatis, dan pengenalan wajah untuk menyederhanakan proses klaim. Digitalisasi tersebut juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada dokumen kertas dan mempercepat penyelesaian administrasi sebelum penumpang meninggalkan negara tersebut.
FTA menjelaskan bahwa wisatawan dapat menyelesaikan tahapan yang diperlukan dalam hitungan menit. Namun, barang yang dibeli tetap dapat memerlukan pemeriksaan fisik, bergantung pada hasil penilaian sistem. Dengan demikian, tidak semua pengajuan otomatis terbebas dari pemeriksaan tambahan.
Tiga Tahap untuk Mengajukan Klaim PPN Turis
Wisatawan yang menggunakan layanan Planet perlu mengikuti rangkaian proses digital sebelum keberangkatan. Berikut tahapan yang dijelaskan dalam informasi mengenai sistem baru tersebut.
1. Mengunduh aplikasi dan mendaftarkan identitas
Wisatawan terlebih dahulu memasang aplikasi seluler Planet dan melakukan pendaftaran. Dalam proses ini, pengguna diminta memindai wajah serta memotret paspor dan kartu bank. Informasi yang dimasukkan disimpan di aplikasi untuk mendukung tahapan pengajuan dan penyaluran pengembalian dana.
2. Memindai kode QR di bandara
Menjelang keberangkatan, wisatawan perlu memindai kode QR dinamis yang tersedia pada titik layanan pengembalian PPN yang telah ditentukan. Pemindaian tersebut memulai proses klaim melalui aplikasi Planet.
Selanjutnya, sistem AI menilai apakah barang belanjaan harus diperiksa secara fisik. Apabila pemeriksaan tidak diperlukan, pengajuan dapat diselesaikan melalui aplikasi tanpa mendatangi petugas di titik verifikasi tatap muka. Dana kemudian disalurkan melalui metode pembayaran yang dipilih pengguna di aplikasi.
3. Menjalani verifikasi apabila diminta
Jika transaksi membutuhkan pemeriksaan, aplikasi akan memberikan arahan kepada wisatawan untuk menuju smart gate milik Planet. Fasilitas ini memanfaatkan pengenalan wajah berbasis AI untuk mengenali penumpang sekaligus mencocokkan identitasnya dengan informasi transaksi, sehingga prosedur identifikasi konvensional tidak perlu diulang.
Setelah itu, wisatawan diarahkan ke kios mandiri yang ditentukan untuk menyelesaikan pemeriksaan. Di luar tahapan tersebut, platform juga mencocokkan data faktur dengan informasi perjalanan secara otomatis, mengurangi pemrosesan manual, serta menyediakan bantuan multibahasa berdasarkan kewarganegaraan wisatawan.
Teknologi AI juga digunakan untuk mengenali pola transaksi yang tidak biasa sebagai bagian dari pengawasan kepatuhan pajak. Dengan mekanisme tersebut, percepatan layanan berjalan bersama proses verifikasi dan pengendalian transaksi.
Nilai Pengembalian PPN Telah Menembus AED 4,2 Miliar
Data yang disampaikan FTA menunjukkan bahwa sejak skema pengembalian PPN turis diperkenalkan pada 2018 hingga Oktober 2026, dana yang telah dikembalikan mencapai sekitar AED 4,2 miliar atau setara US$1,14 miliar. Nilai tersebut diproses melalui 25 juta transaksi dengan menggunakan label pengembalian pajak atau tax refund tags yang diterbitkan secara elektronik oleh peritel peserta program.
Untuk periode November 2026 hingga Oktober 2027, otoritas memperkirakan sistem yang telah ditingkatkan akan menangani sekitar empat juta transaksi. Nilai pengembalian yang diproyeksikan mencapai AED 692 juta atau US$188 juta. Kedua angka tersebut merupakan target perkiraan untuk periode mendatang, bukan nilai transaksi yang sudah terealisasi.
Dari sisi pengalaman pengguna, tingkat kepuasan wisatawan tercatat sebesar 93% selama sembilan bulan pertama 2026. Capaian ini meningkat dibandingkan dengan 92% pada periode yang sama tahun 2025. Sepanjang 2025, nilai total pengembalian juga naik 8% dibandingkan dengan 2024, sedangkan jumlah transaksinya bertambah 5%.
Jaringan Peritel dan Kios Mandiri Terus Bertambah
Perluasan layanan turut ditopang oleh jaringan usaha yang terhubung dengan sistem pengembalian pajak. Sekitar 16.700 toko ritel dan titik penjualan telah terdaftar di FTA serta terkoneksi secara elektronik dengan skema PPN turis.
Dalam sembilan bulan pertama 2026, terdapat tambahan 769 gerai yang bergabung. Sebelumnya, sepanjang 2025, program ini telah menerima 1.326 gerai ritel baru.
Infrastruktur layanan mandiri juga mencakup 98 kios pengembalian PPN yang tersebar di area keberangkatan, pusat perbelanjaan, dan hotel di berbagai wilayah UEA. Transaksi yang dituntaskan melalui kios tersebut menyumbang 22,4% dari seluruh transaksi dalam skema pengembalian pajak turis.
Digitalisasi Menjadi Bagian dari Program Pengurangan Birokrasi
FTA mengembangkan platform baru ini sebagai bagian dari Program Digital Zero Bureaucracy atau Birokrasi Digital Nol, yang bertujuan memperluas penggunaan AI sekaligus mengurangi tahapan administratif. Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal FTA Abdulaziz Mohammed Al Mulla menilai penerapan platform tersebut sebagai kemajuan dalam proses pengembalian pajak turis dan peningkatan pengalaman pengunjung pada tahap akhir kunjungan mereka.
Al Mulla juga menyampaikan bahwa per Oktober 2026, UEA telah menjadi salah satu negara dengan proses pengembalian PPN turis tercepat di dunia. Menurutnya, waktu yang diperlukan untuk menerima dana atas pembelian yang memenuhi ketentuan kini turun menjadi satu hari kerja, dibandingkan dengan sekitar sembilan hari sebelumnya.
FTA menyebut pengembangan terbaru ini melanjutkan layanan pengembalian digital yang telah tersedia sebelumnya. Cakupan layanan terdahulu juga meliputi pengembalian PPN atas pembelian melalui perdagangan elektronik yang memenuhi persyaratan dan dilakukan wisatawan selama berada di UEA.
Melalui peningkatan tersebut, otoritas berharap proses pengajuan menjadi lebih sederhana dan kepuasan wisatawan meningkat. Meski demikian, pengajuan tetap mengikuti ketentuan kelayakan serta pemeriksaan transaksi yang ditetapkan dalam skema pengembalian PPN turis.
