CALIFORNIA – Rencana pajak kekayaan California mendorong Meta menyiapkan skema untuk mempertahankan Mark Zuckerberg agar tetap memimpin perusahaan dari negara bagian tersebut. Kebijakan yang disebut Proposition 40 itu berpotensi mengenakan pungutan satu kali sebesar 5% atas total kekayaan penduduk California yang memiliki aset lebih dari USD 1 miliar.
Dalam dokumen yang disebut telah diajukan Meta kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), perusahaan mengungkap bahwa Zuckerberg sempat menyampaikan kepada komite khusus mengenai kemungkinan pindah dari California. Meta kemudian menyusun insentif finansial agar pendiri sekaligus CEO tersebut tetap menjalankan kepemimpinan perusahaan dari California selama delapan tahun mendatang, meski terdapat risiko beban pajak bernilai miliaran dolar.
Skema Saham Disiapkan untuk Pertahankan Kendali
Salah satu bagian kesepakatan adalah pembentukan klasifikasi saham baru. Skema tersebut dirancang agar Zuckerberg dapat menjual hingga separuh kepemilikannya di Meta untuk memenuhi kewajiban pajak, tanpa kehilangan kendali hak suara atas perusahaan.
Dengan kekayaan bersih yang diperkirakan sekitar USD 240 miliar, Zuckerberg juga disebut dapat segera menjual 20% saham Class C yang diterimanya. Porsi itu setara dengan 10% dari keseluruhan kepemilikannya di Meta.
Meta menyatakan tujuan pengaturan tersebut adalah menjaga Zuckerberg tetap memimpin perusahaan dari California sekaligus berada dekat dengan Meta Superintelligence Labs. Komite khusus dewan direksi menilai keberadaan Zuckerberg di kantor pusat California penting bagi perusahaan, terutama ketika Meta menghadapi periode penuh tantangan yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan buatan.
Proposition 40 Picu Perlawanan Sejumlah Miliarder
Proposition 40 dijadwalkan masuk dalam surat suara pemilihan umum California pada November. Apabila disetujui, pajak 5% tersebut akan dikenakan satu kali kepada orang dengan kekayaan di atas USD 1 miliar. Dana yang terkumpul direncanakan untuk membiayai layanan kesehatan umum dan pendidikan di California.
Rencana itu telah memicu penolakan dari sejumlah tokoh industri teknologi. Pendiri Google Sergey Brin, investor Ron Conway, CEO DoorDash Eric Xu, serta miliarder kripto Chris Larsen disebut telah mengeluarkan jutaan dolar untuk menentang rancangan tersebut. Sebaliknya, CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan tidak keberatan apabila harus membayar pajak kekayaan tersebut.
Zuckerberg bukan satu-satunya miliarder yang mempertimbangkan meninggalkan California akibat rencana kebijakan ini. Namun, kemungkinan kepindahannya mendapat perhatian khusus karena Meta berkantor pusat di Silicon Valley. Kepergian Zuckerberg beserta potensi dampaknya terhadap perusahaan dinilai dapat menimbulkan risiko yang signifikan bagi perekonomian California.
Sumber: detik.com
