BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu meluncurkan penetrasi layanan perpajakan langsung ke jantung perayaan kultural terbesar di wilayah tersebut guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu secara resmi mengoperasikan armada mobil keliling khusus Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di kawasan strategis Festival Tabut 2026.
Langkah ini merefleksikan transformasi pelayanan publik yang adaptif, di mana otoritas tidak lagi pasif menunggu di kantor administratif melainkan aktif membaur di episentrum keramaian massa. Pengoperasian unit bergerak ini dijadwalkan berlangsung intensif mulai 16 hingga 26 Juni 2026, dengan perpanjangan waktu operasional hingga pukul 20.00 WIB demi mengakomodasi para wajib pajak di luar jam kerja reguler.
Baca Juga: Pajak: Amnesti Fiskal Bengkulu Sukses Hapus Denda Rp23 Miliar, Puluhan Ribu Kendaraan Padati Samsat
Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, menegaskan bahwa penempatan pos layanan di pintu masuk utama festival merupakan keputusan taktis untuk menggaet ribuan pengunjung domestik maupun internasional. Inovasi ini memangkas hambatan geografis dan birokrasi yang kerap memicu penundaan kepatuhan perpajakan di tingkat masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk memanfaatkan layanan mobil keliling PBB-P2 yang tersedia selama Festival Tabut berlangsung. Ini kesempatan yang baik bagi warga untuk melunasi pajak dengan proses yang mudah, aman dan transparan.”
— Noni Yuliesti, Kepala Bapenda Kota Bengkulu
Aksessibilitas Kilat dan Edukasi Penguatan Struktur Pendapatan Daerah
Mekanisme transaksi di lapangan dirancang sangat ringkas untuk menjamin kenyamanan publik. Wajib pajak hanya perlu membawa Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 tahun 2026 tanpa harus melewati proses antrean panjang di kantor pusat Bapenda. Sistem digital yang terintegrasi pada armada keliling memastikan setiap setoran tercatat secara real-time.
Efisiensi Birokrasi: Kehadiran pos bergerak ini tidak hanya menyederhanakan transaksi finansial, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen edukasi makro mengenai urgensi ketepatan waktu pembayaran pajak bagi ekosistem daerah.
Melalui optimalisasi layanan di Festival Tabut yang menyedot atensi masif setiap tahunnya, Bapenda Kota Bengkulu optimistis target penerimaan PBB-P2 tahun fiskal ini dapat terealisasi sesuai proyeksi. Pasokan modal dari kontribusi pajak sektor perdesaan dan perkotaan ini nantinya akan dialokasikan langsung untuk membiayai proyek vital daerah, seperti modernisasi infrastruktur publik, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, akselerasi sektor pendidikan, serta penyediaan fasilitas umum yang inklusif.
